Hariankripto – Ethereum kembali membuat pembaharuan besar untuk jaringan blockchainnya. Kali ini, pembaharuan datang dari upgrade Ethereum Glamsterdam yang sudah masuk fase akhir pengembangan. Tim inti Ethereum kini mulai menguji fork yang memuat seluruh Ethereum Improvement Proposals atau EIP di jaringan devnet privat. Langkah ini menandakan Ethereum semakin dekat ke tahap pembekuan kode sebelum rilis ke testnet publik.
Upgrade ini mengarah langsung ke satu target besar, yaitu memperkuat skalabilitas Layer 1 (L-1). Ethereum ingin memproses lebih banyak transaksi, menekan biaya, dan menjaga jaringan tetap terbuka bagi banyak pengguna. Karena itu, Glamsterdam bukan sekadar pembaruan teknis biasa. Upgrade ini bisa menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan Ethereum dalam jangka panjang.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya memberi respons positif dalam jangka sangat pendek. Harga ETH saat ini masih bergerak di sekitar USD 1.726,10. Sepanjang sesi, harga terus turun dari area USD 1.760 hingga USD 1.762. Pola lower high dan lower low juga masih terlihat jelas. Artinya, tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga untuk saat ini.
Glamsterdam Dorong Ethereum Naik Kelas
Glamsterdam hadir dengan upgrade yang sangat jelas bagi Ethereum. Ethereum nantinya memiliki blok jaringan yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kuat untuk menampung aktivitas yang terus tumbuh. Oleh sebab itu, upgrade ini fokus pada penguatan Layer 1, bukan hanya tambalan kecil di permukaan.
Beberapa perubahan utama langsung menarik perhatian komunitas dan developer di industri kripto. Pertama, gas limit naik dari 60 juta menjadi 200 juta. Kenaikan ini membuka ruang lebih besar bagi transaksi dalam satu blok. Selain itu, Ethereum juga membawa peningkatan throughput transaksi di Layer 1. Hasilnya, jaringan L-1 di Ethereum bisa menangani beban yang lebih tinggi tanpa cepat macet.
Ethereum's Glamsterdam Upgrade: The Biggest Thing Coming in 2026
— Ethereum Daily (@ETH_Daily) June 17, 2026
Ethereum is gearing up for its most important upgrade of the year: Glamsterdam. Slated for launch in Q3 2026, it's just around the corner and could be a game-changer for the network.
This upgrade focuses on… https://t.co/6deq0hpGqU pic.twitter.com/6XBpUBl5hr
Bukan hanya itu, Glamsterdam juga menargetkan penurunan fee hingga sekitar 78%. Angka ini tentu sangat menarik, terutama bagi pengguna ritel, pengembang aplikasi, dan institusi yang membutuhkan efisiensi biaya. Jika Ethereum benar-benar mencapai target ini, daya saingnya akan naik cukup tajam.
Di sisi teknis, Glamsterdam juga membawa Enshrined Proposer-Builder Separation atau ePBS dan Block-Level Access Lists. Kedua fitur ini membantu Ethereum membangun blok yang lebih efisien sekaligus menjaga desentralisasi. Jadi, Ethereum tidak hanya mengejar kecepatan. Ethereum juga tetap menjaga prinsip dasar jaringannya.
Mainnet untuk upgrade ini mengarah ke paruh kedua 2026 (Q3 – Q4 2026). Walau jadwal itu masih cukup jauh, pasar biasanya bergerak lebih dulu sebelum momen besar benar-benar datang. Karena itu, banyak pelaku pasar mulai memantau Glamsterdam sejak sekarang.
Harga ETH Masih Lemah Namun Peluang Rebound Belum Hilang

Kalau melihat grafik jangka sangat pendek di atas, ETH masih tampak rapuh. Harga berada di bawah garis tren turun hampir sepanjang grafik. Selain itu, setiap kenaikan kecil selalu tertahan sebelum mampu membentuk pembalikan arah yang kuat. Dengan kata lain, pantulan yang muncul sejauh ini masih terlihat sebagai pullback, bukan reversal.
Area resistance terdekat juga cukup rapat. Zona pertama berada di kisaran USD 1.730 hingga USD 1.735. Setelah itu, resistance berikutnya muncul di area USD 1.743 hingga USD 1.745. Lebih atas lagi, pasar akan menghadapi tekanan jual di sekitar USD 1.749 hingga USD 1.751. Selama harga belum merebut area tersebut, seller masih memegang kendali.
Sementara itu, volume juga memperkuat gambaran bearish. Saat harga turun tajam, volume justru meningkat. Kondisi ini menunjukkan partisipasi jual yang cukup besar. Sebaliknya, saat harga memantul, volumenya tidak sekuat saat penurunan. Karena itu, pasar masih terlihat menahan risiko dan belum berani mendorong ETH ke fase bullish baru.
Support terdekat sekarang berada di sekitar USD 1.725 hingga USD 1.723. Jika area ini jebol dengan candle yang rapi dan volume tetap aktif, ETH berpotensi turun lagi ke area USD 1.722 atau sedikit di bawahnya. Namun, jika support ini bertahan, harga bisa bergerak sideways lebih dulu lalu mencoba naik ke USD 1.728 hingga USD 1.730.
Skenario utama dari pembacaan jangka pendek masih mengarah ke bearish continuation. Selama harga tetap bergerak di bawah USD 1.730 hingga USD 1.735, peluang terbesar masih mengarah ke tekanan turun lanjutan atau sideways bearish. Akan tetapi, skenario alternatif tetap terbuka. Jika ETH mampu menembus USD 1.730 lalu bertahan di atasnya, harga bisa memantul ke USD 1.732,5 hingga USD 1.735. Meski demikian, pasar baru memberi sinyal reversal yang lebih meyakinkan jika ETH mampu kembali ke atas USD 1.743 hingga USD 1.745.
Kenapa Upgrade Ini Bisa Jadi Cerita Besar Untuk Ethereum
Banyak investor dan trader kripto ingat dengan Upgrade The Merge Ethereum pada tahun 2022. Saat itu, Ethereum berhasil beralih ke proof-of-stake. Namun, harga tidak langsung meledak. Pasar justru bergerak datar selama berbulan-bulan. Meski terlihat biasa saja di awal, The Merge sebenarnya mengubah fondasi Ethereum secara besar-besaran.
Perubahan itu membuat Ethereum menjadi aset yang menghasilkan yield. Lalu, perubahan tersebut menarik minat institusi, membuka jalan bagi spot ETF, dan mendorong adopsi treasury. Pada akhirnya, fondasi itu ikut menopang lahirnya all-time high baru pada 2025.
Sekarang, Glamsterdam sedang membangun fondasi berikutnya. Jika The Merge mengubah mesin utama Ethereum, maka Glamsterdam berpotensi memperkuat jalan raya yang dilalui seluruh aktivitas jaringan. Itu sebabnya upgrade ini sangat penting. Ethereum tidak hanya ingin besar secara narasi, tetapi juga kuat secara performa.
Dalam jangka pendek, harga memang masih lemah. Namun, pasar kripto sering bergerak sebelum hasil akhir terlihat di mainnet. Karena itu, upgrade Ethereum Glamsterdam bisa menjadi katalis yang perlahan mengubah sentimen, terutama jika pasar mulai melihat peningkatan efisiensi jaringan sebagai nilai nyata.
Kesimpulannya, ETH masih berada dalam tekanan untuk jangka sangat pendek. Arah harga masih cenderung turun atau sideways turun selama resistance terdekat belum berhasil ditembus. Meski begitu, upgrade Ethereum Glamsterdam membawa cerita yang jauh lebih besar daripada pergerakan harian. Jika pengujian berjalan mulus dan pasar mulai melihat dampaknya, upgrade ini bisa membuka jalan bagi rebound harga Ethereum di fase berikutnya.
























