Hariankripto – Sui Network tetap mempercepat pengembangan teknologi meski harga SUI menghadapi tekanan pasar. Adeniyi Abiodun, salah satu pendiri Mysten Labs, menyoroti berbagai pencapaian jaringan sepanjang 2026, mulai dari pembayaran stablecoin tanpa gas hingga pengembangan infrastruktur keuangan institusional.
Pasar saat ini menilai SUI sekitar $0,72 dengan kapitalisasi pasar mendekati $2,9 miliar. Harga tersebut masih jauh di bawah rekor tertinggi $5,35 yang muncul pada Januari 2025. Meski demikian, tim pengembang tidak menjadikan pergerakan harga sebagai alasan untuk memperlambat peluncuran produk.
Sebaliknya, Mysten Labs terus mengarahkan Sui sebagai jaringan yang mampu menangani pembayaran, perdagangan aset, aktivitas agen kecerdasan buatan, dan kebutuhan lembaga keuangan. Strategi itu terlihat melalui sejumlah fitur mainnet, testnet, serta rencana keamanan jangka panjang yang mulai muncul sepanjang tahun ini.
Sui Memperluas Infrastruktur Keuangan Onchain
Sui meluncurkan transfer stablecoin tanpa gas pada Mei 2026. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengirim stablecoin yang memenuhi persyaratan tanpa memegang token SUI untuk membayar biaya jaringan. Protokol menetapkan biaya transfer sebesar $0,00 sehingga dompet, perusahaan, dan aplikasi pembayaran dapat menyederhanakan pengalaman pengguna.
Fitur tersebut memanfaatkan Address Balances, yaitu sistem saldo berbasis alamat yang melengkapi model objek milik Sui. Kombinasi itu memungkinkan jaringan mempertahankan eksekusi paralel sekaligus menawarkan mekanisme pembayaran yang lebih sederhana untuk aset sepadan seperti stablecoin.
Selain itu, Sui telah mencatat lebih dari $1 triliun volume transfer stablecoin sejak Agustus 2025. Angka tersebut tidak seluruhnya berasal dari fitur tanpa gas karena Sui baru meluncurkan fitur itu pada Mei 2026. Namun, pencapaian tersebut tetap menunjukkan bahwa stablecoin telah memainkan peran besar dalam aktivitas jaringan.
Sui juga memperkenalkan USDsui atau Sui Dollar sebagai stablecoin native yang Bridge, perusahaan milik Stripe, terbitkan melalui platform Open Issuance. USDsui membawa model ekonomi yang mengarahkan sebagian hasil cadangan kembali ke ekosistem Sui. Pada akhir Juli 2026, stablecoin tersebut mencatat kapitalisasi pasar sekitar $71,8 juta.
Di sektor perdagangan, DeepBook Margin memperluas fungsi order book native Sui. Sistem tersebut menambahkan mekanisme pinjam-meminjam, leverage, manajemen risiko, dan likuidasi langsung pada lapisan likuiditas DeepBook. Dalam empat minggu pertamanya, DeepBook Margin mencatat volume kumulatif sekitar $20 juta dan total value locked sekitar $2 juta.
DeepBook kemudian melanjutkan ekspansi melalui DeepBook Predict. Produk tersebut memungkinkan pengembang membangun pasar prediksi biner, opsi, produk leverage, dan instrumen terstruktur yang terhubung dengan likuiditas Spot serta Margin. DeepBook Predict telah memasuki testnet, sementara timnya menyiapkan peluncuran mainnet.
Pada sisi performa, eksperimen agen AI pada 4 Juli 2026 menghasilkan puncak 6.086.766 transaksi per detik. Namun, angka tersebut berasal dari programmable tunnels yang menjalankan aktivitas melalui kanal offchain dan kemudian menyelesaikan hasil akhirnya ke mainnet Sui. Oleh karena itu, angka enam juta TPS tidak menggambarkan throughput transaksi mainnet biasa.
Sui juga memperluas hubungan antara Bitcoin dan DeFi melalui Hashi. Testnet Hashi mulai beroperasi pada Juli 2026 dan memungkinkan pengembang menguji pinjaman, pasar kredit, serta produk keuangan yang menggunakan Bitcoin native sebagai agunan. Hashi menambahkan Guardian Layer untuk memantau risiko agunan dan menyediakan lapisan perlindungan tambahan bagi modal.
Sementara itu, kehadiran kontrak futures SUI di CME Group membuka jalur tambahan bagi pelaku institusional. CME mulai menyediakan SUI Futures dan Micro SUI Futures pada 4 Mei 2026. G-20 Group dan FalconX kemudian menjalankan transaksi pertama melalui produk tersebut.
Mysten Labs Mempercepat Perlindungan Kuantum
Selain memperluas sektor DeFi, Mysten Labs mulai menyiapkan Sui untuk menghadapi risiko komputasi kuantum. Kostas Chalkias dari Mysten Labs menyatakan bahwa Sui akan mendukung Quantum Secure Addresses dan Programmable Quantum Vaults pada 2026. Kedua pendekatan tersebut menggunakan standar serta algoritma yang saling melengkapi, tetapi masing-masing membawa tujuan berbeda.
Quantum Secure Addresses akan menyediakan mekanisme native pada tingkat jaringan. Sebaliknya, Programmable Quantum Vaults akan memanfaatkan smart contract agar pengguna dapat mengatur perlindungan aset secara lebih fleksibel. Dengan demikian, Sui tidak bergantung pada satu metode ketika menghadapi perubahan standar kriptografi.
Kostas juga menjelaskan bahwa kelompok kerja khusus akan melakukan pemungutan suara pada Senin, 27 Juli 2026 untuk menentukan protokol kriptografi akhir. Setelah proses itu, ia berencana membagikan keputusan, jadwal implementasi, serta pertimbangan teknis di balik setiap pilihan.
Mysten Labs tidak mengambil keputusan tersebut dalam waktu singkat. Selama dua tahun terakhir, timnya berkonsultasi dengan ahli kriptografi, universitas, regulator, kustodian, bursa, penyedia dompet, produsen hardware security module, dan pengelola infrastruktur. Kolaborasi itu membantu Mysten Labs menilai keamanan algoritma sekaligus mempertimbangkan proses migrasi bagi pengguna dan perusahaan.
Komputasi kuantum dapat mengancam sistem tanda tangan digital yang banyak blockchain gunakan saat ini. Komputer kuantum yang memiliki kemampuan memadai dapat menjalankan algoritma tertentu untuk menebak kunci privat dari kunci publik. Karena itu, pengembang blockchain perlu merancang jalur migrasi sebelum teknologi tersebut mencapai tingkat yang mampu menjalankan serangan nyata.
Kostas menilai industri kripto tidak dapat menunggu sampai komputer kuantum siap menyerang. Menurut pandangannya, jaringan blockchain perlu mengurangi jumlah target yang masih menggunakan kriptografi rentan sedini mungkin. Ketika sistem bernilai tinggi tidak lagi menawarkan target yang mudah, pelaku jahat akan menghadapi biaya serangan yang lebih besar dan insentif yang lebih kecil.
Pendekatan tersebut juga merespons ancaman harvest now decrypt later. Dalam skenario ini, penyerang mengumpulkan data terenkripsi sekarang lalu menyimpannya sampai komputer kuantum mampu memecahkan perlindungannya. Walaupun teknologi serangan belum tersedia secara luas, proses pengumpulan data dapat berlangsung jauh sebelum ancaman mencapai tahap praktis.

























