Hariankripto – Pergerakan investasi berbasis kripto kembali menarik perhatian pasar setelah ETF GRNY yang dikelola Tom Lee meningkatkan kepemilikannya pada saham Strategy atau MSTR.
Tom Lee-Managed GRNY ETF Makes MSTR Its Largest Holding Ahead of 46% Rally
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) September 5, 2026
Bloomberg ETF analyst Eric Balchunas said the Fundstrat Granny Shots US Large Cap ETF (GRNY), managed by BitMine Chairman Tom Lee, sharply increased its position in Strategy (MSTR) starting in mid-August,… pic.twitter.com/ecsBl28DUR
Langkah tersebut terjadi sebelum harga saham MSTR mencatat kenaikan besar, sehingga membuat banyak investor mengamati strategi di balik perubahan portofolio tersebut.
ETF Fundstrat Granny Shots US Large Cap ETF atau GRNY membuat perubahan besar pada portofolionya. ETF yang Tom Lee kelola meningkatkan porsi investasi pada Strategy atau MSTR sejak pertengahan Agustus.
Eric Balchunas, analis ETF Bloomberg, menjelaskan bahwa GRNY mengubah posisi MSTR dari saham dengan bobot terendah dalam portofolio menjadi aset terbesar dalam waktu sekitar dua minggu.
Sebelumnya, bobot MSTR dalam GRNY berada di kisaran 1,2 persen. Kemudian, GRNY menaikkan angka tersebut hingga sekitar 2,5 persen.
Setelah harga saham MSTR naik, bobot aset tersebut ikut meningkat. Pada 3 September, MSTR memiliki bobot sekitar 3,02 persen dalam portofolio GRNY.
Angka tersebut melampaui posisi Robinhood yang memiliki bobot sekitar 2,99 persen. Dengan kondisi itu, MSTR menempati posisi pertama sebagai investasi terbesar dalam ETF GRNY.
Perubahan ini menunjukkan strategi investasi GRNY yang aktif mengikuti peluang pasar. Sementara itu, kenaikan harga MSTR memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu aset yang berkaitan erat dengan pergerakan Bitcoin.
Selain pergerakan saham, Strategy juga menarik perhatian melalui pasar obligasi konversi. CEO Strategy Phong Le mengatakan perusahaan mengumpulkan sekitar 10 miliar dolar AS melalui obligasi konversi sejak akhir 2020 hingga awal 2025.
Menurut Phong Le, Strategy mencakup sekitar 36 persen dari seluruh penerbitan obligasi konversi di Amerika Serikat pada 2024.
Le menjelaskan bahwa pembeli obligasi konversi biasanya berasal dari hedge fund konversi. Investor tersebut mencari peluang dari volatilitas harga saham karena mereka membeli obligasi sekaligus melakukan posisi lindung nilai terhadap saham.
Strategy memiliki karakter unik karena perusahaan tersebut menggabungkan bisnis perusahaan publik dengan strategi kepemilikan Bitcoin. Kombinasi ini membuat MSTR memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan Bitcoin.
Phong Le menyebut volatilitas Bitcoin berada di kisaran 40 hingga 50. Sementara itu, volatilitas MSTR pernah mencapai sekitar 90 hingga 100 karena perusahaan memakai strategi berbasis Bitcoin dengan efek pengungkit.
Oleh karena itu, beberapa investor melihat MSTR sebagai instrumen yang menawarkan peluang dari perubahan harga besar. Di sisi lain, pergerakan harga yang cepat juga membawa risiko lebih tinggi.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.