Hariankripto – Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah harganya turun ke area $83.000. Namun, pergerakan harga tersebut muncul bersamaan dengan aktivitas on-chain yang menarik perhatian pasar.
Binance mencatat arus keluar bersih lebih dari 13.800 BTC dalam satu hari pada 25 September 2026. Angka itu menjadi arus keluar harian terbesar dari Binance sejak 2023. Nilainya mencapai sekitar $1,1 miliar berdasarkan harga Bitcoin di sekitar periode tersebut.
Kondisi ini membuat pasar menghadapi dua sinyal yang berbeda. Harga Bitcoin melemah dalam jangka pendek, sementara investor secara bersamaan mengurangi jumlah BTC yang tersedia di salah satu bursa kripto terbesar.
Harga Bitcoin turun ke bawah $83.000 pada 28 September. Investing.com mencatat BTC sempat menyentuh sekitar $82.756 dalam perdagangan harian, sementara sumber pasar lain mencatat harga sekitar $83.000.
Tekanan tersebut muncul setelah Bitcoin gagal mempertahankan momentum di atas area $85.000. Pergerakan turun juga mendorong likuidasi sejumlah posisi leverage ketika harga bergerak melawan trader yang mengharapkan kenaikan.
Selain faktor teknikal, pelaku pasar turut memperhatikan perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran yang mencakup penghentian konflik regional selama tujuh hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan sejumlah persyaratan. Situasi tersebut menambah ketidakpastian bagi pasar global.
Meski begitu, pelemahan harga belum menjelaskan seluruh kondisi pasar Bitcoin. Data on-chain justru memperlihatkan perpindahan BTC dalam jumlah besar keluar dari Binance.
Analis CryptoQuant Darkfost menyoroti arus keluar bersih Bitcoin dari Binance yang mencapai lebih dari 13.800 BTC dalam satu hari. Binance juga mencatat rata-rata netflow mingguan sekitar minus 2.000 BTC per hari.
Perubahan tersebut ikut mengurangi cadangan Bitcoin Binance. Dalam empat hari, jumlah BTC pada platform itu turun dari sekitar 705.000 BTC menjadi 685.000 BTC. Artinya, cadangan Binance berkurang sekitar 20.000 BTC dalam periode singkat.
Arus keluar dari bursa biasanya menarik perhatian karena investor tidak dapat langsung menjual BTC tersebut melalui order book ketika aset sudah keluar dari platform. Karena itu, berkurangnya cadangan bursa dapat mengurangi pasokan yang siap masuk ke pasar.
Darkfost menilai pola tersebut dapat mencerminkan keinginan sebagian investor untuk menyimpan Bitcoin dalam jangka lebih panjang. Ia juga mengaitkan lonjakan penarikan dengan potensi FOMO dari investor yang sebelumnya menunggu koreksi lebih dalam.
Namun, trader perlu membaca data ini secara hati-hati. Netflow tidak memberi tahu tujuan akhir setiap transaksi. Investor dapat memindahkan BTC menuju wallet pribadi, kustodian institusional, bursa lain, atau alamat lain yang masih berkaitan dengan aktivitas operasional. Karena itu, arus keluar besar tidak otomatis menjamin kenaikan harga.
Selanjutnya, perhatian pasar beralih ke kemampuan Bitcoin mempertahankan area support yang sebelumnya menjadi titik penting dalam struktur harga.
Analis kripto Ali Martinez menilai Bitcoin masih menunjukkan struktur double bottom pada grafik harga. Dalam analisisnya, area sekitar $82.500 berperan sebagai neckline sekaligus zona support penting.
Menurut Martinez, kemampuan BTC mempertahankan area tersebut dapat menjaga struktur teknikal yang sebelumnya terbentuk. Ia tetap mencantumkan $100.000 sebagai target pola teknikalnya. Namun, target grafik merupakan proyeksi analis dan tidak menjamin harga akan mencapai level tersebut.
BITCOIN: BULLISH RETEST!?$BTC appears to have broken out of a double bottom pattern and is now moving back toward the $82,000 neckline.
— Ali Charts (@alicharts) September 28, 2026
If this level holds as support, the retest could offer a buying opportunity before the rally resumes toward the pattern’s $100,000 target. https://t.co/YA0DGPjiYk pic.twitter.com/SXE7VeA9SN
Karena itu, area $82.000 hingga $83.000 menjadi zona yang perlu mendapat perhatian dalam jangka pendek. Pergerakan di bawah zona tersebut dapat meningkatkan tekanan pasar, sedangkan pertahanan support dapat menjaga struktur pemulihan sebelumnya.
Pada saat yang sama, arus keluar 13.800 BTC dari Binance memberi konteks berbeda dari pergerakan harga harian. Harga menunjukkan tekanan jangka pendek, tetapi data exchange flow menunjukkan sebagian pemegang Bitcoin justru mengurangi saldo pada bursa.
Kombinasi kedua faktor tersebut membuat arah Bitcoin tidak hanya bergantung pada satu indikator. Trader perlu melihat harga, volume, leverage, exchange flow, serta perkembangan makro secara bersamaan sebelum mengambil kesimpulan mengenai tren berikutnya.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.