Hariankripto, Komunitas kripto dikagetkan dengan kabar yang tidak mengenakkan hari ini. Kabar tersebut dimana perusahaan manajemen aset terkenal di US, Vanguard Group telah memutuskan untuk menolak menawarkan dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin ETF melalui platformnya.
Keputusan yang dibuat oleh Vanguard ini sejalan dengan fokus Vanguard untuk menerapkan investasi tradisional, seperti saham, obligasi, dan uang tunai, yang dianggap penting untuk portofolio jangka panjang. Langkah Vanguard ini pun menyebabkan sebanyak US$7,2 Triliun lebih Bitcoin ETF telah dihapus atau diblokir dalam platform mereka. Sehingga Klien tidaK dapat memperdagangkan Bitcoin ETF di platform Vanguard.
???? BREAKING ????
$7 TRILLION VANGUARD BLOCKED
CLIENTS FROM BUYING BITCOIN
SPOT ETFS ON THEIR PLATFORM.
THIS MARKET MANIPULATION LIKE
ROBINHOOD DID WITH GME AND
GAMESTOP. pic.twitter.com/j2mrNfBSvE— Ash Crypto (@Ashcryptoreal) January 11, 2024
Dana sebanyak itu saat ini telah menjadi perbincangan ‘bola panas’ di kalangan komunitas kripto, bagaimana nasib kedepannya Bitcoin setelah Bitcoin ETF diperdagangkan dalam 2 hari terakhir ini.
Terjadi Perpecahan Di Wall Street Atas Integrasi Mata Uang Kripto
Keputusan Vanguard ini tidak lepas dari perpecahan di Wall Street, dimana beberapa manajer aset tetap berhati – hati untuk mengintegrasikan mata uang kripto ke dalam penawaran mereka. Perpecahan ini mencerminkan berbagai tingkat penerimaan dan kepercayan terhadap aset digital dalam industri keuangan.
Dimana sebagian manajer aset di Wall Street masih meyakini terhadap sistem investasi tradisional yang sudah pasti dan sebagian lagi masih menerima pengadopsian Bitcoin dalam bentuk aset investasi mereka.
Perwakilan Vanguard merespon terkait penghapusan Bitcoin ETF di platformnya, “Bitcoin ETF tidak akan tersedia untuk dibeli di platform kami, perspektif kami adalah bahwa produk ini tidak sejalan dengan penawaran kami yang berfokus pada kelas aset seperti ekuitas, obligasi, dan uang tunai, yang dilihat oleh Vanguard sebagai landasan portofolio investasi jangka panjang yang seimbang”, ucap perwakilan Vanguard.
Perlu diketahu terlepas Vanguar menghapus Bitcoin ETF dari platformnya, Vanguard secara tidak langsung masih mempertahankan asetnya dalam Bitcoin. Dimana si September 2023, Vanguard merupakan pemegang saham signifikan di Microstrategy, yang memiliki 9,03% saham perusahaan dan menjadi investor institusi terbesar kedua.
Kepemilikan Saham Dari Microstrategy (Deo Siagian)
Sudah awam diketahui bahwa Microstrategy merupakan pemegang terbanyak atas kepemilikan Bitcoin saat ini, secara tidak langsung menghubungkan Vanguard sebagai pemegang Bitcoin juga.
Sejalan dengan keputusan Vanguard, Bank Of America yang dimiliki oleh perusahaan Merrill Lynch menolak pembeli untuk meperdagangkan Bitcoin ETF di platformnya. Diiringi keputusan dari 2 perusahaan aset terbesar di dunia yang menolak pembelian Bitcoin ETF, harga Bitcoin kembali melemah.
Saat artikel ini dirilis Harga Bitcoin melemah di angka US$42.670 , dimana dalam 24 jam terakhir sebanyak 6,86%.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.