Hariankripto – Pasokan Bitcoin di pasar semakin terbatas karena sebagian besar pemegang BTC memilih menyimpan aset mereka dalam jangka panjang. Data terbaru dari perusahaan layanan keuangan Bitcoin River Financial menunjukkan bahwa sekitar 81% Bitcoin yang beredar tidak mengalami perpindahan selama minimal enam bulan.
Kondisi ini menunjukkan semakin banyak investor yang menahan Bitcoin mereka dan mengurangi jumlah koin yang tersedia untuk aktivitas perdagangan. Namun, meskipun pasokan semakin ketat, Bitcoin belum berhasil menembus level $87.000. Harga BTC justru mengalami penurunan menuju area $83.000 dan bergerak dalam fase konsolidasi.
Dengan jumlah Bitcoin yang aktif di pasar semakin kecil, perhatian investor kini tertuju pada keseimbangan antara akumulasi, permintaan baru, dan aktivitas penjualan dari pemegang besar.
Menurut data River Financial, sekitar 16,3 juta BTC tetap tidak bergerak selama lebih dari enam bulan. Angka tersebut berasal dari total suplai Bitcoin beredar yang mencapai sekitar 19,7 juta BTC.
Artinya, hanya sekitar 3,7 juta BTC yang masih aktif beredar dalam aktivitas perdagangan. Sebagian besar pemilik Bitcoin memilih menyimpan aset mereka di dompet pribadi daripada menjualnya atau memindahkannya ke bursa kripto.
Tren penyimpanan jangka panjang ini semakin terlihat setelah Bitcoin berhasil pulih sekitar 50% dari titik terendah pada Juni. Meski harga kembali bergerak menuju area $87.000, banyak investor tetap mempertahankan kepemilikan mereka.
81% of all Bitcoin in circulation hasn’t moved in at least six months pic.twitter.com/HlrBVcC1rE
— unfolded. (@cryptounfolded) September 25, 2026
Selain itu, pemegang Bitcoin jangka panjang telah menambah lebih dari 3 juta BTC sejak 2020. Sementara itu, jumlah Bitcoin yang keluar dari dompet lama hanya mencapai sekitar 300.000 BTC pada paruh pertama tahun ini.
Perbedaan antara jumlah Bitcoin yang dikumpulkan dan jumlah Bitcoin yang kembali masuk ke pasar membuat suplai aktif semakin menurun. Situasi tersebut dapat meningkatkan sensitivitas harga ketika permintaan baru muncul.
Di sisi lain, investor institusional juga ikut memperketat pasokan melalui pembelian Bitcoin lewat produk spot Bitcoin ETF. Produk investasi tersebut mencatat arus masuk bersih sebesar $134,51 juta dengan total arus masuk mingguan yang mendekati $2,6 miliar.
Perubahan perilaku investor ritel menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika pasar Bitcoin saat ini. Pada paruh pertama 2026, investor ritel sempat melakukan penjualan bersih sekitar 140.000 BTC.
Namun, tekanan jual tersebut mulai berubah pada kuartal ketiga. Investor ritel kembali membeli lebih dari 107.000 BTC setelah sebelumnya mengurangi kepemilikan mereka.
Perubahan ini menunjukkan munculnya kembali minat beli dari investor kecil ketika harga Bitcoin bergerak dalam fase pemulihan. Permintaan tersebut muncul saat jumlah Bitcoin yang tersedia di pasar semakin terbatas.
Selain investor ritel, kelompok wallet menengah yang memiliki 100 hingga 1.000 BTC juga meningkatkan akumulasi. Data River Financial mencatat kelompok dolphin wallets tersebut menambah lebih dari 113.000 BTC sejak pertengahan Juli.
Akumulasi dari berbagai kelompok investor memberikan tekanan tambahan terhadap jumlah Bitcoin yang tersedia untuk perdagangan. Ketika banyak pemegang memilih menyimpan BTC, pembeli baru harus bersaing mendapatkan jumlah koin yang lebih sedikit.
Namun, kondisi pasokan yang ketat tidak langsung membuat harga Bitcoin bergerak naik. Pasar tetap menghadapi aktivitas perdagangan besar dari whale yang dapat menentukan arah pergerakan harga dalam jangka pendek.
Bitcoin saat ini bergerak di sekitar harga $83.970 setelah sebelumnya mencoba mencapai area $87.385. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya persaingan kuat antara pembeli dan penjual besar.
Pada sisi penjualan, whale menempatkan order besar antara level $85.122 hingga $87.000 dengan nilai sekitar $37 juta. Area tersebut menjadi hambatan penting karena dapat membatasi kenaikan Bitcoin melewati zona $85.000 hingga $87.000.
Sementara itu, tekanan beli terlihat pada area $82.000 hingga $83.500 dengan nilai order sekitar $21,1 juta. Zona tersebut menjadi wilayah pertahanan bagi Bitcoin apabila harga kembali mengalami tekanan turun.
Dengan kondisi tersebut, area $82.000 hingga $83.000 menjadi level dukungan utama dalam jangka pendek. Sebaliknya, zona $85.000 hingga $87.000 menjadi area yang perlu ditembus Bitcoin untuk melanjutkan momentum kenaikan.
Pasokan Bitcoin yang semakin terbatas, peningkatan akumulasi investor, serta aktivitas whale membuat pasar memasuki fase penting. Jika permintaan terus bertambah sementara jumlah BTC aktif tetap rendah, tekanan beli dapat semakin meningkat dan memengaruhi pergerakan harga berikutnya.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.