Hariankripto – Pasar kripto menunggu ledakan berikutnya, meski kembali berada di persimpangan yang berbahaya. Pada 18 Oktober 2026, Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar $81.500, jauh dari puncak intramingguan di atas $84.000 dan masih dibayangi kegagalan mempertahankan momentum kenaikan.
Harga sempat menembus ke bawah $80.000 sebelum kembali pulih, tetapi pemulihan itu belum cukup untuk membuktikan bahwa tren bullish telah kembali menguasai pasar. Dalam rentang 19 – 30 Oktober, pertanyaan sesungguhnya bukan sekadar apakah Bitcoin akan naik atau turun, melainkan apakah pasar sedang membangun fondasi reli baru atau justru menyiapkan koreksi yang lebih dalam. Data historis perdagangan menunjukkan bahwa volatilitas masih tinggi dan level US$80.000 menjadi salah satu medan pertahanan penting.
Oktober selama ini dikenal sebagai salah satu bulan yang relatif kuat bagi Bitcoin. Analisis dari Investing.com pada 9 Oktober mencatat bahwa BTC menguat dalam 10 dari 13 bulan Oktober sebelumnya, sementara kuartal keempat secara historis kerap menjadi periode yang kuat. Namun, statistik musiman bukanlah jaminan keuntungan. Oktober 2026 berlangsung dalam lingkungan likuiditas yang lebih ketat, inflasi Amerika Serikat yang kembali meningkat, serta ekspektasi suku bunga yang berubah cepat.
Bahkan, reli kuartal ketiga yang kuat justru menimbulkan pertanyaan apakah sebagian optimisme telah tercermin dalam harga. Dengan kata lain, Uptober tahun ini harus membuktikan dirinya melalui permintaan nyata, bukan sekadar kepercayaan pada pola masa lalu.
Inflasi AS September mencapai 3,7% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%, sementara inflasi produsen juga menunjukkan tekanan yang mengkhawatirkan. Federal Reserve telah menaikkan suku bunga pada September ke kisaran 3,75 – 4,00%, sehingga pasar kini menghadapi kemungkinan bahwa kebijakan moneter tetap ketat lebih lama daripada yang diharapkan.
Rapat Federal Reserve pada 27–28 Oktober menjadi katalis utama yang berpotensi menentukan arah aset berisiko, termasuk Bitcoin. Jika pernyataan bank sentral memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan, dolar dan imbal hasil obligasi berpotensi kembali menekan aset kripto. Sebaliknya, jika The Fed memberi sinyal bahwa pengetatan tambahan belum mendesak, Bitcoin dapat memperoleh ruang untuk memulihkan momentum. Inilah pertarungan antara harapan investor dan realitas makroekonomi.
Arus dana ETF Bitcoin spot AS menjadi indikator penting untuk menilai apakah kenaikan harga didukung pembelian institusional atau hanya spekulasi jangka pendek. Pada September, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar $2,65 miliar, menandakan permintaan institusional masih memiliki fondasi yang berarti. Namun, gambaran Oktober jauh lebih rapuh. Pada 16 Oktober, ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih $82,39 juta, termasuk sekitar $71,78 juta dari iShares Bitcoin Trust milik BlackRock.
Perbedaan antara arus masuk September dan tekanan jual pada Oktober memperlihatkan bahwa investor institusional tidak selalu menjadi pembeli permanen. Apabila arus keluar berlanjut ketika harga mencoba menembus resistansi, reli berisiko kehilangan bahan bakar. Sebaliknya, kembalinya arus masuk secara konsisten dapat menjadi konfirmasi bahwa kenaikan mempunyai dukungan permintaan yang lebih kuat.
Bitcoin menembus $84.000 – $85.600 dan memicu reli lanjutan. Skenario optimistis tetap terbuka apabila BTC mampu mempertahankan wilayah $80.000, merebut kembali puncak mingguan di atas $84.000, kemudian menembus area resistansi sekitar $85.600 dengan volume perdagangan yang meningkat.
Penembusan yang bertahan, bukan sekadar lonjakan intrahari, dapat mengundang pembelian lanjutan dan memaksa posisi short menutup transaksi mereka, sehingga memperbesar momentum kenaikan.
Dalam skenario ini, Bitcoin berpotensi bergerak menuju $87.000 – $90.000 selama periode 19–30 Oktober. Namun, rentang tersebut merupakan estimasi skenario, bukan target yang telah terkonfirmasi pasar. Syaratnya jelas: permintaan spot harus membaik, arus ETF perlu menunjukkan pemulihan, dan tekanan dari dolar serta suku bunga tidak boleh kembali memburuk.
Tanpa ketiga konfirmasi itu, breakout bisa berubah menjadi jebakan bullish yang membuat pembeli terlambat menanggung kerugian.
Salah satu model yang patut diperhatikan adalah Bitcoin Cycle Repeat Chart dari Bitbo. Model ini mengulang pola pergerakan harga selama 1.458 hari sebelumnya untuk menghasilkan proyeksi siklus berikutnya. Jika pembacaan grafik tersebut mengarah ke wilayah $65.000, level itu perlu diperlakukan sebagai kemungkinan penurunan tajam, bukan sebagai breakout ke atas.
Dari harga sekitar $81.500, penurunan ke $65.000 berarti koreksi sekitar 20%. Ini bukan perubahan kecil. Penurunan sebesar itu akan menghapus sebagian besar keuntungan investor yang masuk di harga lebih tinggi.
Meski demikian, Bitbo sendiri menegaskan bahwa proyeksi Cycle Repeat bersifat teoretis dan bergantung pada asumsi bahwa pola harga masa lalu berulang secara sempurna. Karena itu, level $65.000 layak dibahas sebagai skenario risiko, tetapi bukan ramalan pasti atau target yang sudah terverifikasi akan tercapai minggu depan.
Tidak semua pasar harus berakhir dengan reli besar atau kehancuran dramatis. Dalam skenario konsolidasi, Bitcoin berpotensi berayun di sekitar $79.500–$85.500 selama periode pengamatan. Pelaku pasar akan menunggu kejelasan soal suku bunga, arus ETF, dan permintaan spot.
Wilayah $79.694 menjadi acuan penting karena tercatat sebagai titik terendah mingguan dalam analisis pasar Capital Street FX pada 17 Oktober 2026. Penurunan yang menembus level itu dan bertahan di bawahnya akan memperkuat risiko koreksi. Sebaliknya, pemulihan yang konsisten bisa menunjukkan bahwa pembeli masih mampu mempertahankan struktur pasar.
Dalam situasi seperti ini, pergerakan harga beberapa ratus dolar tidak cukup untuk menyimpulkan arah tren. Pasar butuh penutupan harga yang meyakinkan di luar rentang perdagangan, disertai volume dan arus dana yang mendukung.
Untuk rentang 19–30 Oktober, skenario dasar yang paling masuk akal adalah volatilitas tinggi dengan kecenderungan konsolidasi sampai arah pasar mendapat konfirmasi baru. Skenario bullish menuju $87.000–$90.000 baru menguat jika Bitcoin menembus $85.600. Skenario bearish menuju $65.000 membutuhkan kerusakan struktur harga yang lebih serius, tekanan jual berkelanjutan, dan memburuknya kondisi makro.
Penurunan langsung ke $65.000 dalam beberapa hari akan menjadi pergerakan ekstrem, bukan hasil yang bisa diasumsikan hanya dari model siklus. Sebagai pembanding, $79.694 bisa menjadi pemicu evaluasi risiko jangka pendek, sementara $80.000 merupakan batas psikologis penting.
Investor perlu membedakan level pemantauan teknikal dari prediksi harga. Yang pertama membantu menguji hipotesis, sedangkan yang kedua tetap mengandung ketidakpastian besar.
Arah pasar akan ditentukan oleh data. Selama pekan 19–23 Oktober, perhatian perlu diarahkan pada klaim pengangguran AS, perkembangan imbal hasil obligasi, kekuatan dolar, dan perubahan arus ETF Bitcoin. Menjelang 27–28 Oktober, rapat Federal Reserve bisa menjadi katalis yang memperbesar pergerakan harga.
Ada juga risiko pasar bereaksi berlebihan terhadap berita makro yang sebenarnya sudah tercermin dalam harga. Karena itu, penembusan resistansi tanpa dukungan volume dan permintaan spot patut dicurigai. Sebaliknya, penurunan di bawah support tidak otomatis berarti pasar memasuki tren bearish jangka panjang.
Pelaku pasar yang disiplin harus menetapkan skenario, level invalidasi, dan batas risiko sebelum mengambil posisi. Dalam pasar yang bergerak cepat, keyakinan tanpa pengelolaan risiko bukan keberanian, melainkan spekulasi yang tidak terkendali.
Bitcoin menghadapi periode penting antara 19 dan 30 Oktober 2026. Optimisme musiman berhadapan dengan inflasi, kebijakan moneter yang ketat, dan permintaan institusional yang belum konsisten.
Jika BTC mampu menembus $85.600 dengan dukungan volume dan arus dana, peluang menuju $87.000–$90.000 terbuka. Jika $79.694 gagal dipertahankan dan tekanan makro meningkat, koreksi yang lebih dalam menjadi risiko nyata. Level $65.000 bisa dipakai sebagai skenario ekstrem yang perlu diuji, bukan sebagai kepastian.
Pelajaran terpenting dari Bitbo Cycle Repeat adalah bahwa sejarah bisa memberi peta, tetapi tidak pernah menjamin jalan yang sama akan terulang. Pasar kripto tidak menghukum orang karena kurang berani meramal, tetapi bisa menghukum mereka yang menganggap ramalan sebagai fakta. Dalam pertarungan ini, konfirmasi lebih berharga daripada sensasi, dan manajemen risiko lebih penting daripada mengejar satu angka yang terdengar bombastis.
NB: Artikel ini bukan saran investasi. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.