Hariankripto – Zcash kembali ramai menjadi perbincangan di kalangan komunitas dan investor kripto. Banyak investor lama Bitcoin mulai melirik Zcash setelah mereka menilai Bitcoin makin jauh dari semangat awal kripto yang mengutamakan privasi dan kebebasan finansial.
Nama Zcash atau ZEC langsung naik ke panggung utama. Laporan WSJ menyebut banyak pendukung lama Bitcoin mulai melirik Zcash karena aset ini terasa mirip dengan masa awal Bitcoin. Barry Silbert bahkan menyebut Zcash seperti “Bitcoin circa 2013.”
Saat artikel ini rilis, Bitcoin bergerak sekitar $81.420, sementara ZEC berada sekitar $534. Harga ZEC juga sudah melonjak lebih dari 50 persen dalam satu bulan dan sempat menyentuh area ratusan dolar yang jauh lebih tinggi dari awal pergerakannya
OG Bitcoin Mulai Memburu Privasi
Banyak investor kripto lama tidak sekadar mengejar cuan. Mereka juga mengejar ide besar di balik kripto yaitu kontrol pribadi atas uang, kebebasan transaksi, dan privasi.
Bitcoin memang masih memimpin pasar. Namun blockchain Bitcoin mencatat transaksi secara terbuka. Perusahaan analitik, bursa, regulator, dan lembaga penegak hukum kini dapat membaca pola transaksi dengan teknologi yang makin canggih. Hal ini membuat sebagian pengguna merasa Bitcoin tidak lagi cukup privat.
Zcash masuk membawa narasi berbeda. Zcash menawarkan transaksi privat melalui alamat shielded. Pengguna dapat menyembunyikan alamat dompet, jumlah transfer, dan detail transaksi, tetapi tetap punya opsi transparansi saat mereka membutuhkannya. Situs resmi Zcash menjelaskan bahwa alamat shielded menjaga informasi finansial pengguna tetap privat, sedangkan alamat transparan membuat informasi itu terbuka.
Narasi privasi ini makin kuat saat AI berkembang cepat. Arthur Hayes menilai privasi akan makin mahal saat pemerintah, perusahaan teknologi besar, dan sistem AI mampu membaca data publik blockchain dengan lebih agresif. Cameron Winklevoss juga menyoroti pentingnya privasi pada era AI, terutama karena banyak pendukung Zcash berasal dari komunitas cypherpunk dan OG Bitcoin.
.@cameron: "As we enter the dawn of AI, privacy is ever more important. The people who are in Zcash are also OG Bitcoiners and cypherpunks as far back as the 90s, @zooko being one of the founders of Zcash. He is an OG cypherpunk." pic.twitter.com/IoF7xwQF5I
— Cypherpunk ($CYPH) (@cypherpunk) May 12, 2026
Zcash Menawarkan Rahasia yang Tidak Bitcoin Miliki
Zcash bukan sekadar koin lama yang tiba tiba viral. Zooko Wilcox bersama tim kriptografer meluncurkan Zcash pada 2016. Proyek ini memakai zk SNARK, teknologi zero knowledge yang memungkinkan jaringan memverifikasi transaksi tanpa membuka data sensitif pengguna. Dokumentasi Zcash menyebut Zcash sebagai aplikasi praktis pertama dari zk SNARK untuk privasi kripto.
Perbedaan ini membuat Zcash punya posisi unik. Bitcoin memberi transparansi penuh. Zcash memberi pilihan. Pengguna bisa memakai transaksi terbuka atau transaksi privat. Model ini menarik bagi orang yang ingin menjaga rahasia bisnis, melindungi identitas, atau menghindari pengawasan finansial berlebihan.
Minat besar juga mulai datang dari pemain besar. WSJ melaporkan bahwa Digital Currency Group menjadikan Zcash sebagai salah satu kepemilikan besarnya, sementara keluarga Winklevoss ikut mendukung ekosistem Zcash lewat Cypherpunk Technologies.
Kenaikan harga ZEC memperkuat perhatian pasar. Ketika Bitcoin tampak bergerak berat di era ETF, ZEC justru menunjukkan momentum tajam. Inilah alasan banyak trader mulai menyebut Zcash sebagai kandidat “next Bitcoin”, bukan karena ukuran pasarnya sudah sama, tetapi karena ceritanya terasa segar.
Peluang Besar Harga ZEC ATH Masih Ada Tapi Tetap Punya Risiko
Meski hype Zcash makin panas, investor tetap perlu melihat risikonya. ZEC masih jauh lebih kecil dari Bitcoin. Binance mencatat kapitalisasi pasar ZEC berada sekitar $8,9 miliar, sementara Bitcoin tetap berada di kelas aset triliunan dolar. Jarak ini membuat ZEC punya ruang naik, tetapi juga membuat harganya lebih mudah bergerak liar.
Privasi juga membawa tantangan regulasi. Banyak negara menekan privacy coin karena khawatir aset seperti ini membantu pencucian uang, penghindaran sanksi, atau aktivitas ilegal. WSJ juga menyoroti bahwa sebagian pihak melihat fitur privasi Zcash sebagai tanda bahaya, meski para pendukungnya menilai privasi tetap penting untuk kebebasan finansial.
Jadi, apakah Zcash benar benar bisa menjadi next Bitcoin? Jawabannya belum pasti. Namun satu hal terlihat jelas. Pasar mulai mencari narasi baru setelah Bitcoin masuk jalur institusi. Zcash muncul pada momen yang tepat dengan cerita yang kuat, teknologi yang berbeda, dan dukungan dari tokoh besar kripto.
ZEC mungkin tidak menggantikan Bitcoin dalam waktu dekat. Namun pada 2026, Zcash berhasil melakukan sesuatu yang sulit dicapai banyak altcoin. Ia membuat investor lama Bitcoin kembali merasa seperti berada di awal revolusi kripto.























