Hariankripto – Strategy mengambil langkah besar untuk memperkuat kondisi keuangannya. Perusahaan milik Michael Saylor itu meluncurkan Digital Credit Capital Framework pada 29 Juni 2026.
Kerangka tersebut mengatur cadangan dolar, dividen STRC, pembelian kembali sekuritas, buyback saham MSTR, dan penjualan Bitcoin. Strategy ingin menambah likuiditas tanpa meninggalkan eksposur Bitcoin dalam jangka panjang.
Michael Saylor juga menjelaskan kebijakan tersebut melalui akun X miliknya. Menurutnya, Strategy tetap menempatkan Bitcoin sebagai aset cadangan utama. Namun, perusahaan juga membutuhkan pengelolaan modal yang lebih aktif.
Langkah ini langsung menarik perhatian pasar. Selama ini, investor mengenal Strategy sebagai perusahaan yang terus mengumpulkan Bitcoin. Kini, perusahaan membuka peluang untuk menjual sebagian BTC dalam kondisi tertentu.
Strategy Memperkuat Cadangan Dolar
Strategy menaikkan USD Reserve menjadi sekitar 2,55 miliar dolar AS per 28 Juni 2026. Jumlah tersebut mampu menutup kebutuhan dividen dan bunga selama sekitar 17,4 bulan.
Perusahaan hanya dapat memakai dana itu untuk membayar dividen saham preferen dan bunga utang. Selain itu, Strategy menetapkan batas minimum cadangan sebesar 12 bulan kebutuhan pembayaran. Penggunaan lain memerlukan persetujuan dewan direksi.
Selanjutnya, Strategy menaikkan tingkat dividen tahunan STRC sebesar 50 basis poin. Tingkat dividen itu naik dari 11,50 persen menjadi 12 persen.
Kebijakan baru berlaku untuk periode dengan tanggal pencatatan mulai 1 Juli 2026. Strategy akan meninjau tingkat dividen tersebut setiap bulan.
Strategy announces a Digital Credit Capital Framework designed to strengthen Digital Credit, enhance liquidity, preserve long-term Bitcoin exposure, and support long-term value creation. $MSTR $STRC https://t.co/AUoUCtem53
— Michael Saylor (@saylor) June 29, 2026
Perusahaan juga ingin menjaga harga STRC di kisaran 99 hingga 100 dolar AS. Namun, Strategy tidak menjamin harga tersebut karena kondisi pasar dapat berubah.
Di sisi lain, Strategy menyiapkan dua program pembelian kembali. Perusahaan menyediakan batas 1 miliar dolar AS untuk sekuritas Digital Credit. Strategy juga menyediakan batas 1 miliar dolar AS untuk saham biasa MSTR.
Program pertama mencakup STRC, STRF, STRD, dan STRK. Namun, perusahaan akan memprioritaskan STRC apabila buyback memberi keuntungan bagi struktur modal.
Strategy tidak akan memakai USD Reserve untuk mendanai buyback. Dengan demikian, cadangan dolar tetap fokus pada pembayaran dividen dan bunga.
Penjualan Bitcoin Menjadi Pilihan Baru
Bagian paling menarik berasal dari BTC Monetization Program. Melalui program ini, Strategy dapat menjual Bitcoin dari waktu ke waktu.
Perusahaan dapat memakai penjualan BTC untuk menambah USD Reserve hingga 1,25 miliar dolar AS. Strategy juga dapat memakai dana tersebut untuk membayar dividen, bunga utang, dan buyback sekuritas.
Namun, program ini tidak memaksa perusahaan menjual Bitcoin. Manajemen tetap akan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, pajak, dan dampaknya terhadap pemegang saham.
Jika Strategy memakai seluruh kapasitas tersebut, perusahaan akan memiliki perlindungan likuiditas sekitar 3,80 miliar dolar AS. Jumlah itu setara dengan sekitar 25,9 bulan kebutuhan dividen dan bunga saat ini.
Meski begitu, angka tersebut belum memperhitungkan biaya transaksi, pajak, perubahan dividen, dan kondisi harga Bitcoin. Karena itu, kapasitas aktual dapat berubah.
Kebijakan ini muncul saat valuasi perusahaan menghadapi tekanan. Rasio mNAV Strategy sempat turun di bawah satu. Artinya, nilai perusahaan berada di bawah nilai Bitcoin dalam neracanya. Kondisi tersebut membuat penerbitan saham baru menjadi kurang menarik.
Oleh sebab itu, Strategy berencana lebih disiplin saat menerbitkan saham MSTR. Perusahaan akan berhati-hati ketika saham bergerak di sekitar satu kali mNAV.
Strategi baru ini tidak berarti Michael Saylor meninggalkan Bitcoin. Sebaliknya, perusahaan mulai memakai Bitcoin sebagai alat pengelolaan modal.
Kini, Strategy dapat memilih beberapa langkah. Perusahaan dapat menjaga cadangan dolar, membayar kewajiban, atau membeli kembali saham ketika harga turun.
Namun, kebijakan ini tetap membawa risiko. Penjualan Bitcoin dalam jumlah besar dapat menekan sentimen pasar. Sebaliknya, buyback dapat memberi dukungan kepada MSTR dan sekuritas Digital Credit.
Pada akhirnya, Digital Credit Capital Framework menandai perubahan penting. Strategy tidak lagi hanya mengandalkan penerbitan saham dan pembelian Bitcoin. Perusahaan kini mulai menjalankan pengelolaan modal yang lebih fleksibel.























