Hariankripto – Penggunaan kartu pembayaran berbasis aset digital mengalami lonjakan besar di bulan Juli 2026. Nilai transaksi kartu kripto mencapai rekor baru sebesar 759 juta dolar AS dalam satu bulan, menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap metode pembayaran yang menghubungkan aset kripto dengan sistem keuangan tradisional.
Pertumbuhan tersebut menandakan perubahan perilaku pengguna dalam memanfaatkan aset digital. Kini, masyarakat tidak hanya menyimpan kripto sebagai investasi, tetapi juga mulai menggunakannya untuk kebutuhan transaksi sehari-hari melalui jaringan pembayaran yang sudah dikenal luas.
Kartu Pembayaran Kripto Mulai Menjadi Pilihan Transaksi Digital
Data dari a16z Crypto melalui akun X mencatat hampir 9 juta transaksi terjadi menggunakan kartu pembayaran kripto selama Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sekitar 5,2 juta transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain peningkatan jumlah transaksi, jumlah pengguna aktif juga mengalami perkembangan signifikan. Sekitar 159 ribu pengguna memakai kartu kripto untuk melakukan pembayaran dengan nilai rata-rata transaksi mencapai 86 dolar AS.
Growth in the number of purchases made with crypto payment cards is trending similarly to the growth in crypto card volume. Nearly 9 million purchases were made using crypto payment cards during July, up from about 5.2 million a year ago.
— a16z crypto (@a16zcrypto) August 8, 2026
That puts the average amount spent per… https://t.co/wMhgjooVKV pic.twitter.com/Qg4v9M8wQJ
Stablecoin menjadi salah satu komponen penting dalam pertumbuhan sektor ini. Aset seperti USDC memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses nilai dolar digital tanpa harus melalui proses perbankan tradisional.
Di sisi lain, merchant tetap menerima pembayaran dalam sistem fiat yang sudah mereka gunakan. Kondisi ini membuat kartu kripto mampu menjembatani dunia aset digital dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.
RedotPay Pimpin Pertumbuhan Pasar Kartu Kripto
Persaingan layanan kartu pembayaran kripto semakin meningkat sepanjang Juli 2026. Berbagai perusahaan menghadirkan solusi yang menggabungkan dompet aset digital dengan jaringan pembayaran global seperti Visa.
RedotPay menjadi platform dengan volume transaksi terbesar setelah mencatat nilai belanja mencapai 395,1 juta dolar AS. Angka tersebut menempatkan RedotPay sebagai pemimpin utama dalam pasar kartu kripto.
Ether.fi Cash mengikuti dengan transaksi sekitar 100,3 juta dolar AS. Sementara itu, KAST mencatat pertumbuhan cepat dengan volume mencapai 89,6 juta dolar AS.
Beberapa layanan lain juga menunjukkan performa positif. Karta mencatat 58,4 juta dolar AS, Wirex mencapai 25 juta dolar AS, dan Tria membukukan transaksi sekitar 16 juta dolar AS.
Selain itu, Plasma One mencatat pertumbuhan bulanan sebesar 69,1 persen dengan volume 15,2 juta dolar AS. AVAX Card juga mengalami peningkatan 71,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berjalan bersamaan dengan berbagai perkembangan industri pembayaran. Gate US meluncurkan Gate Card melalui kerja sama dengan Visa, Stripe, dan Bridge. Kemudian, Visa menghadirkan platform stablecoin baru, sementara Nium memperluas ekosistem pembayaran digital melalui akuisisi Cypher.
Blockchain Pembayaran Mulai Menyebar ke Banyak Jaringan
Perkembangan kartu pembayaran kripto juga membawa perubahan pada infrastruktur blockchain yang digunakan. Jika sebelumnya aktivitas pembayaran aset digital lebih banyak bergantung pada satu jaringan, kini transaksi mulai tersebar ke berbagai blockchain.
Pada awal 2024, Gnosis menjadi jaringan utama dalam sektor kartu aset digital melalui Gnosis Pay. Namun, munculnya berbagai proyek baru membuat dominasi tersebut mulai berkurang.
Pada Juli 2026, Optimism mengambil posisi terbesar dengan menguasai sekitar 29 persen volume pembayaran kartu aset digital. Solana dan Base berada di posisi berikutnya dengan masing-masing sekitar 19 persen.
Sementara itu, pangsa Gnosis turun menjadi sekitar 2 persen akibat meningkatnya persaingan dari berbagai jaringan blockchain lain.
Hercules, peneliti yang fokus pada DeFi, AI, dan RWA, menjelaskan melalui X bahwa kemudahan penggunaan menjadi faktor utama perkembangan kartu kripto. Menurutnya, pengguna kini dapat memakai aset on-chain dengan pengalaman yang hampir sama seperti menggunakan uang fiat.
Dengan kondisi tersebut, kartu pembayaran kripto mulai menghapus batas antara dunia aset digital dan sistem pembayaran konvensional. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kripto perlahan bergerak dari sekadar aset investasi menuju alat transaksi yang lebih praktis.






















