Hariankripto – Upaya perubahan aturan Bitcoin melalui proposal BIP-110 resmi mengalami kegagalan setelah jaringan alternatif tersebut hanya mampu menghasilkan dua blok sejak melakukan pemisahan dari jaringan utama. Fork tersebut muncul sebagai bentuk dukungan terhadap aturan baru yang ingin membatasi penggunaan data non-keuangan dalam jaringan Bitcoin.
Namun, dukungan miner terhadap BIP-110 tidak mencapai batas aktivasi yang diperlukan. Dengan hanya memperoleh sekitar 2,53 persen dukungan miner, jaringan baru tersebut kesulitan mempertahankan aktivitasnya dan langsung tertinggal dari blockchain Bitcoin utama.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa kekuatan jaringan Bitcoin sangat bergantung pada konsensus komunitas, terutama para miner yang menjaga keamanan dan keberlangsungan ekosistem.
Fork BIP-110 Kehilangan Dukungan Miner Sejak Awal
Fork BIP-110 terjadi pada blok 961.632 ketika komputer yang menjalankan perangkat lunak BIP-110 mulai menolak blok yang tidak memberikan sinyal dukungan terhadap proposal tersebut.
Setelah pemisahan berlangsung, jaringan minoritas itu hanya menghasilkan dua blok dalam waktu sekitar delapan jam. Pada saat yang sama, blockchain Bitcoin utama sudah melanjutkan perjalanan hingga blok 961.681.
Selain itu, jaringan BIP-110 membawa tingkat kesulitan mining Bitcoin sebesar 127,48 triliun. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar karena jaringan baru hanya memiliki sebagian kecil kekuatan komputasi dibandingkan Bitcoin utama.
Menurut pemantauan jaringan, fork tersebut membutuhkan waktu sekitar 350 hari untuk mencapai penyesuaian tingkat kesulitan berikutnya. Sebaliknya, Bitcoin utama dapat melakukan penyesuaian dalam waktu sekitar 14 hari, menurut laporan dari Coindesk.
Perbedaan tersebut membuat jaringan BIP-110 sulit menghasilkan blok secara konsisten. Dengan jumlah miner yang sangat terbatas, proses validasi transaksi berjalan jauh lebih lambat.
Tujuan BIP-110 dan Alasan Proposal Ini Ditolak
BIP-110 muncul sebagai proposal yang ingin membatasi penggunaan data non-keuangan dalam blockchain Bitcoin selama satu tahun. Aturan tersebut mencakup gambar, teks, dan jenis inscription yang mirip dengan Ordinals.
Pendukung proposal ini, termasuk pencipta Bitcoin Knots Luke Dashjr, menilai transaksi tersebut dapat memenuhi kapasitas jaringan dan meningkatkan biaya transaksi. Mereka ingin Bitcoin kembali fokus sebagai sistem pembayaran digital.
Namun, proposal tersebut membutuhkan dukungan 55 persen miner agar dapat aktif tanpa menyebabkan pemisahan jaringan. Kenyataannya, sinyal dukungan hanya mencapai 2,53 persen dalam dua minggu terakhir.
AntPool menjadi salah satu miner yang menghasilkan blok pertama tanpa sinyal dukungan BIP-110. Jaringan Bitcoin utama menerima blok tersebut, sementara node BIP-110 menolaknya.
Kemudian, miner dari Ocean menghasilkan blok alternatif yang menjadi awal perjalanan jaringan pecahan tersebut. Meski begitu, jumlah kekuatan mining yang mengikuti rantai baru tetap tidak cukup untuk menjaga stabilitas jaringan.
Michael Saylor juga menyampaikan bahwa BIP-110 kemungkinan akan kehilangan relevansi karena Bitcoin tetap berjalan seperti biasa. Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan besar bagi fork yang tidak memiliki dukungan mayoritas.
Risiko dan Masa Depan Jaringan Pecahan BIP-110
Kegagalan BIP-110 tidak hanya berkaitan dengan jumlah blok yang sedikit. Jaringan baru tersebut juga menghadapi masalah keamanan dan aktivitas transaksi.
Karena kedua jaringan masih memiliki riwayat transaksi yang sama hingga titik fork, transaksi tertentu dapat menimbulkan risiko bagi pengguna. Pengguna yang menjual aset dari jaringan BIP-110 perlu berhati-hati karena transaksi tersebut masih memiliki kemungkinan muncul kembali pada blockchain Bitcoin utama.
🚨BIP-110 MINORITY FORK STALLS AFTER JUST TWO BLOCKS!
— Crypto Banter (@crypto_banter) August 9, 2026
BIP-110, a temporary soft-fork proposal meant to limit non-financial “spam” data like Ordinals inscriptions on Bitcoin for one year needed 55% miner support, but only got about 2.5%.
At block 961,632 on Saturday, nodes… pic.twitter.com/trB4PybtDF
Selain itu, kecepatan konfirmasi transaksi menjadi masalah utama. Blockchain yang hanya menghasilkan satu blok dalam beberapa jam membuat proses perdagangan menjadi kurang menarik bagi pengguna maupun pasar.
Beberapa pendukung fork mulai membahas kemungkinan perubahan algoritma proof-of-work. Namun, langkah tersebut dapat mengubah BIP-110 menjadi aset kripto baru, bukan lagi bagian dari ekosistem Bitcoin.






















