Hariankripto – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyinggung perkembangan industri kripto. Dalam komentar terbarunya, Trump menyebut kripto sebagai sektor besar yang semakin masuk ke aktivitas ekonomi sehari-hari. Ia juga menilai penggunaan Bitcoin dapat membantu mengurangi tekanan terhadap dolar AS.
Trump melihat semakin banyak masyarakat menggunakan Bitcoin untuk melakukan pembayaran. Menurutnya, tren tersebut dapat memberi manfaat bagi perekonomian Amerika Serikat. Pandangan ini sekaligus memperlihatkan perubahan sikap pemerintah AS terhadap aset digital.
Trump mengatakan bahwa kripto kini memiliki peran yang semakin besar. Ia melihat konsumen mulai menggunakan Bitcoin sebagai alternatif uang tunai dalam beberapa transaksi.
Kepemilikan Kripto di Amerika Serikat Terus Bertambah
Pertumbuhan jumlah pemilik aset digital memperkuat pandangan Trump mengenai perkembangan kripto. National Cryptocurrency Association melalui State of Crypto Holders Report 2026 mencatat lebih dari 67 juta warga Amerika memiliki cryptocurrency. Angka tersebut setara dengan sekitar satu dari empat orang dewasa di negara itu.
Jumlah tersebut juga bertambah sekitar 12 juta orang jika dibandingkan dengan 2025. Sementara itu, survei konsumen lain pada 2026 memperkirakan sekitar 30 persen orang dewasa Amerika memiliki aset kripto.
Persentase tersebut setara dengan sekitar 70,4 juta orang. Sebagai perbandingan, tingkat kepemilikan kripto pada 2024 berada di sekitar 27 persen.
Data itu memperlihatkan bahwa minat terhadap aset digital terus berkembang. Namun, pembayaran menggunakan kripto masih belum mampu menyaingi penggunaan kartu pembayaran dan uang tunai dalam transaksi konsumen sehari-hari.
Meski demikian, peningkatan jumlah pemilik aset digital membuka peluang lebih besar bagi industri kripto. Pasar modal AS yang besar juga memberi ruang bagi perusahaan dan institusi keuangan untuk mengembangkan layanan berbasis aset digital.
Trump Ingin AS Unggul dari China dalam Industri Kripto
Trump menempatkan kepemimpinan Amerika dalam industri kripto sebagai salah satu kepentingan strategis negara. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak boleh membiarkan China mengambil posisi dominan dalam sektor tersebut.
Menurut Trump, persaingan teknologi kini mencakup kripto dan kecerdasan buatan. Karena itu, Amerika Serikat perlu mempertahankan posisi kuat dalam kedua bidang tersebut.
Pandangan ini membawa kripto keluar dari pembahasan investasi semata. Pemerintah AS mulai melihat aset digital sebagai bagian dari persaingan ekonomi, teknologi, dan keamanan nasional.
🚨 BREAKING:
— ToraX (@torax_fi) August 8, 2026
🇺🇸 PRESIDENT TRUMP SAYS THE U.S. NEEDS TO STAY AHEAD OF CHINA AND JAPAN IN THE CRYPTO INDUSTRY
HE CALLED CRYPTO "VERY IMPORTANT" FOR AMERICA
"WE CAN'T LET CHINA HAVE IT."
THE U.S. IS MAKING IT CLEAR THAT CRYPTO LEADERSHIP IS NOW A NATIONAL PRIORITY. pic.twitter.com/hDZk9cyWgI
Selain itu, perkembangan pasar modal Amerika memberi negara tersebut keuntungan dalam menarik perusahaan kripto dan investor institusional. Regulasi yang lebih jelas juga dapat membantu perusahaan menentukan strategi jangka panjang.
Namun, pemerintah dan Kongres AS masih menghadapi tantangan dalam membangun kerangka hukum yang dapat mengakomodasi inovasi sekaligus melindungi konsumen.
Penundaan CLARITY Act Perpanjang Ketidakpastian Pasar Kripto
Ketua Senate Banking Committee Tim Scott sebelumnya mendorong kemajuan CLARITY Act sebelum masa reses Agustus. Akan tetapi, Senat AS akhirnya menunda pemungutan suara prosedural hingga setelah masa reses.
Senate Majority Leader John Thune mengonfirmasi keputusan tersebut pada Kamis malam. Akibatnya, peluang berikutnya bagi Senat untuk melanjutkan pembahasan baru muncul pada September.
CLARITY Act membutuhkan setidaknya 60 suara agar dapat melewati potensi filibuster. Partai Republik memiliki sekitar 53 kursi sehingga mereka membutuhkan dukungan minimal tujuh senator Demokrat.
Negosiasi menghadapi sejumlah hambatan. Para senator masih memperdebatkan aturan etika, perlindungan konsumen, pencegahan aktivitas keuangan ilegal, konflik kepentingan, dan integritas pasar.
Situasi ini membuat industri kripto harus menunggu lebih lama untuk memperoleh kepastian regulasi. Pelaku pasar menilai aturan yang jelas dapat membantu inovasi, meningkatkan partisipasi institusi, dan memperkuat daya saing Amerika Serikat.
Tak lama setelah kabar penundaan tersebut muncul, Executive Chairman Strategy Michael Saylor ikut memberikan respons. Ia menyatakan bahwa Bitcoin tidak membutuhkan CLARITY, tetapi Amerika membutuhkan kejelasan.
Komentar tersebut menarik perhatian karena Strategy sebelumnya mendukung CLARITY Act. Saylor menilai regulasi itu dapat membantu pasar modal Amerika, memperluas adopsi institusional, memperkuat perlindungan konsumen, dan menjaga hak masyarakat untuk memiliki aset digital.























