Hariankripto – FTX memulai putaran baru pembayaran kreditur senilai sekitar US$900 juta pada Jumat, 31 Juli 2026. Pembayaran ini menjadi bagian dari penyelesaian kewajiban perusahaan setelah proses kebangkrutan yang panjang.
Namun, tidak semua pemegang klaim dapat langsung memperoleh dana. FTX menerapkan beberapa persyaratan kepatuhan dan batas waktu yang ketat. Kreditur juga harus membedakan status klaim yang sah dengan kesiapan untuk menerima pembayaran.
Pembayaran Berlangsung Melalui Tiga Mitra Distribusi
FTX menggunakan BitGo, Kraken, dan Payoneer untuk menyalurkan dana kepada kreditur. Pemegang klaim yang memenuhi seluruh persyaratan sebelum 16 Juni akan menerima pembayaran paling lambat tiga hari kerja setelah proses penyaluran dimulai.
FAQ kreditur FTX tertanggal 24 Juli menjelaskan beberapa persyaratan utama. Pemegang klaim asli harus menyelesaikan proses know your customer sebelum tenggat waktu. Mereka juga harus menyerahkan formulir pajak yang sah, menyelesaikan onboarding dengan mitra distribusi, serta lolos pemeriksaan sanksi.
Selain itu, FTX memisahkan status klaim yang sah dari kesiapan pembayaran. Seorang kreditur dapat memiliki klaim yang sah meskipun belum menyelesaikan formulir pajak atau onboarding. Kondisi tersebut membuat pemegang klaim belum tentu memperoleh pembayaran pada 31 Juli.
Oleh karena itu, kreditur perlu memeriksa setiap tahap secara terpisah. Status klaim yang sah hanya mengakui hak kreditur dalam proses kebangkrutan. Sementara itu, kesiapan pembayaran menentukan apakah dana dapat segera masuk melalui mitra distribusi.
Tenggat Enam Bulan Menentukan Hak Kreditur
Kreditur yang tidak memenuhi persyaratan sebelum 16 Juni tidak akan memperoleh pembayaran pada putaran 31 Juli. Hambatan tersebut dapat muncul karena dokumen pajak belum lengkap, onboarding belum selesai, atau pemeriksaan sanksi belum berhasil.
Bagi pemegang klaim sah yang masih menyelesaikan onboarding, tanggal 31 Juli membuka tenggat enam bulan. Mereka harus menuntaskan pendaftaran dengan mitra distribusi selama periode tersebut. Jika mereka gagal menyelesaikannya, estate FTX dapat menghapus hak distribusi atas klaim tersebut.
Aturan formulir pajak memiliki jadwal tersendiri sesuai Section 7.14 dalam rencana kebangkrutan. Meskipun demikian, pemegang klaim tetap menghadapi risiko yang sama. Kreditur dapat kehilangan hak pembayaran apabila tidak menyerahkan formulir pajak yang sah dalam jangka waktu yang berlaku.
Di atas kertas, pengembalian lebih dari 100 persen terlihat menguntungkan. Namun, tenggat kepatuhan yang ketat menciptakan tekanan besar bagi kreditur yang belum menyelesaikan administrasi. Aturan ini berpotensi menghilangkan klaim meskipun FTX telah mengakui klaim tersebut.
Karena itu, pemegang klaim perlu segera menyelesaikan seluruh persyaratan. Mereka juga harus memastikan bahwa mitra distribusi telah menerima dan menyetujui data yang mereka kirimkan.
Setiap Kelas Kreditur Menerima Persentase Berbeda
Rencana kebangkrutan FTX mengatur persentase pembayaran berdasarkan kelas klaim. Class 5A Dotcom Customer Entitlement Claims memperoleh tambahan pembayaran sebesar 9 persen. Tambahan tersebut meningkatkan total pengembalian kumulatif menjadi 105 persen.
Sementara itu, Class 5B U.S. Customer Entitlement Claims memperoleh pembayaran tambahan sebesar 5 persen. Kelas ini juga mencapai total pengembalian kumulatif sebesar 105 persen.
UPDATE: 📉 FTX begins an approximately $900M creditor payout Friday and starts a forfeiture clock.
— Zubiqo (@zubiqo) July 30, 2026
Eligible creditors who cleared the June 16 compliance requirements receive funds via BitGo, Kraken, or Payoneer within three business days.
Allowed claim holders with incomplete… pic.twitter.com/EllqyiN5Cf
Class 6A General Unsecured Claims dan Class 6B Digital Asset Loan Claims masing-masing memperoleh tambahan 3 persen. Dengan tambahan tersebut, kedua kelas mencapai pengembalian kumulatif sebesar 103 persen.
Selanjutnya, FTX mencatat pengembalian kumulatif sebesar 120 persen untuk Class 7 Convenience Claims. Perusahaan menyatakan bahwa pembulatan dapat menyebabkan sedikit perbedaan pada persentase pembayaran aktual.
Selain pembayaran kreditur Chapter 11, FTX juga menjalankan dua proses lain. Preferred Shareholder Remission Fund Trust menyalurkan pembayaran kedua sebesar US$18 juta kepada pemegang saham preferen yang memenuhi syarat. Pembayaran tersebut meningkatkan total dana yang telah trust salurkan menjadi US$95 juta.
Di sisi lain, FTX Digital Markets mengelola proses pembayaran untuk klaim Bahamas secara terpisah. Pihak pengelola memulai distribusi non-convenience dan catch-up pada 31 Juli, tetapi belum menetapkan tingkat pembayaran akhirnya.

























