Hariankripto – Kasus eksploitasi besar yang menyerang ekosistem kripto kembali menjadi perhatian setelah analis blockchain ZachXBT mengungkap pergerakan dana yang berasal dari peretasan Bitget. Menurut laporan tersebut, kelompok peretas (hacker) dari Korea Utara (DPRK) mulai memindahkan sebagian aset curian ke dalam ekosistem Zcash (ZEC) melalui fitur privasi Ironwood.
Pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran karena teknologi privasi seperti shielded pool pada Zcash dapat menyulitkan proses pelacakan transaksi. Para analis blockchain masih dapat mengamati perpindahan dana, tetapi mekanisme privasi membuat identifikasi tujuan akhir aset menjadi lebih kompleks.
Dalam laporan terbarunya, ZachXBT juga menyebut adanya pola pencucian dana yang melibatkan layanan pencampur kripto, perpindahan lintas jaringan, serta aktivitas koordinasi melalui berbagai platform komunikasi.
ZachXBT menyatakan sekitar 2.700 ZEC dengan nilai sekitar US$3,8 juta mulai masuk ke Ironwood milik Zcash. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menyembunyikan informasi tertentu dalam transaksi, termasuk detail pengirim, penerima, dan jumlah aset yang berpindah.
Langkah ini menunjukkan strategi baru dalam mempersulit pelacakan dana hasil eksploitasi. Sebelumnya, pelaku sudah memindahkan sekitar 18.900 ZEC senilai kurang lebih US$28,3 juta dari total kerugian eksploitasi Bitget yang mencapai sekitar US$388 juta dalam berbagai aset kripto.
Attackers in Bitget Exploit Begin Transferring Approximately 2,700 ZEC to Ironwood Shielded Pool
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) September 30, 2026
According to ZachXBT, attackers allegedly linked to North Korea in the Bitget exploit have begun transferring approximately 2,700 ZEC, worth around $3.8 million, into Zcash’s… pic.twitter.com/RT0gJsyDdm
Selain itu, CEO Bitget Gracy Chen mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu optimistis terhadap peluang pemulihan seluruh dana yang hilang. Pernyataan tersebut menunjukkan tantangan besar yang sering muncul dalam kasus pencurian aset digital, terutama ketika pelaku menggunakan berbagai lapisan teknologi penyamaran transaksi.
Namun, komunitas keamanan blockchain tetap memiliki kemampuan analisis melalui jejak transaksi publik. Teknologi forensik blockchain dapat membantu menghubungkan alamat dompet, pola transfer, serta aktivitas mencurigakan yang muncul setelah sebuah eksploitasi terjadi.
Selain perpindahan ke Zcash, Analis Onchain tersebut menemukan indikasi bahwa pihak yang membantu pencucian dana dari eksploitasi Bitget aktif mencari dukungan melalui komunitas Discord dan Telegram. Mereka diduga menawarkan atau meminta bantuan untuk layanan yang dapat membantu menyamarkan aliran aset.
Menurut ZachXBT, pola tersebut memiliki kemiripan dengan beberapa kasus eksploitasi lain yang terkait kelompok TraderTraitor. Ia juga menyebut salah satu identitas alias yang terlibat sebelumnya muncul dalam kasus eksploitasi Kelp DAO senilai sekitar US$292 juta.
Pelaku juga menggunakan metode chain hopping dengan memindahkan aset melalui berbagai blockchain menggunakan bridge. Metode ini membuat jalur transaksi semakin panjang sehingga penyelidik membutuhkan waktu lebih besar untuk menghubungkan setiap perpindahan dana.
Selain bridge, dana tersebut juga disebut masuk ke layanan mixing seperti Wasabi. Layanan semacam ini mencampurkan transaksi dari berbagai pengguna sehingga hubungan antara dana awal dan dana akhir menjadi lebih sulit dianalisis.
Meski begitu, aktivitas tersebut tidak sepenuhnya menghapus jejak digital. Analis blockchain masih dapat mempelajari pola transaksi, waktu perpindahan dana, serta hubungan antaralamat dompet untuk menemukan kemungkinan keterkaitan.
Kasus Bitget menjadi pengingat bahwa keamanan dalam industri kripto tidak hanya bergantung pada teknologi blockchain, tetapi juga pada perlindungan infrastruktur dan kebiasaan pengguna. Serangan besar dapat terjadi melalui celah keamanan bursa, protokol DeFi, maupun aplikasi yang terhubung dengan aset digital.
Bagi trader pemula, kasus ini menunjukkan pentingnya memilih platform dengan sistem keamanan kuat, menggunakan autentikasi tambahan, serta tidak menyimpan seluruh aset dalam satu tempat. Sementara itu, trader profesional perlu memperhatikan risiko smart contract, keamanan wallet, dan perkembangan regulasi terkait aset digital.
Di sisi lain, perkembangan teknologi privasi seperti Zcash menghadirkan perdebatan dalam industri kripto. Teknologi tersebut memberikan perlindungan privasi bagi pengguna yang membutuhkan kerahasiaan transaksi, tetapi pihak tertentu juga dapat menyalahgunakannya untuk menyembunyikan aktivitas ilegal.
Karena itu, ekosistem kripto terus mencari keseimbangan antara perlindungan privasi dan kebutuhan transparansi. Kasus Bitget menjadi contoh bahwa keamanan blockchain membutuhkan kombinasi antara teknologi analitik, kerja sama industri, dan kesadaran pengguna.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.