Hariankripto – Pasar kripto mulai menunjukkan perubahan arah setelah sejumlah altcoin bangkit dari area support penting dalam beberapa tahun terakhir. Pergerakan terbaru menunjukkan minat investor mulai bergeser dari Bitcoin menuju aset kripto alternatif atau altcoin.
Menurut data Glassnode, sinyal siklus altcoin mulai berubah dari fase dominasi Bitcoin menuju potensi altcoin season. Kondisi ini muncul ketika aktivitas perdagangan altcoin meningkat tajam dan banyak aset mulai mencatat performa lebih kuat dibandingkan Bitcoin.
🔥 NOW: The altcoin cycle signal has switched from Bitcoin to altcoin season as today's rally spreads across the broader altcoin market, per @glassnode. pic.twitter.com/PSLKe1lKOx
— Cointelegraph (@Cointelegraph) September 22, 2026
Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan konfirmasi tren Bitcoin. Jika Bitcoin mempertahankan struktur bullish dan dominasi BTC turun di bawah level 58%, peluang pergerakan besar pada pasar altcoin semakin terbuka.
Perubahan sentimen pasar terlihat jelas melalui peningkatan volume perdagangan altcoin. Data Glassnode mencatat volume spot trading altcoin hampir mencapai empat kali lipat volume perdagangan Bitcoin. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak September 2025.
Kenaikan volume menunjukkan adanya peningkatan aktivitas beli pada berbagai aset kripto selain Bitcoin. Selain itu, pasar juga menunjukkan distribusi modal yang lebih luas karena investor mulai mencari peluang baru di luar aset dengan kapitalisasi terbesar.
Menariknya, peningkatan ini tidak hanya terjadi pada volume perdagangan. Data performa menunjukkan sekitar 72,5% altcoin yang dipantau berhasil mengungguli Bitcoin hingga 23 September. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode reli Agustus yang hanya mencapai 39%.
Altcoins are bouncing from important multi-year support levels.
— Ash Crypto (@AshCrypto) September 27, 2026
Once Bitcoin confirms the bull-market trend and BTC dominance drops below 58%, altcoins could follow with a much bigger move. pic.twitter.com/ks2aydEUsy
Selain itu, pola pembelian spot mulai mendominasi pergerakan pasar. Kondisi ini menunjukkan investor lebih banyak melakukan akumulasi aset secara langsung dibandingkan hanya menggunakan posisi leverage melalui kontrak futures.
Perubahan tersebut menjadi indikator penting karena reli yang sehat biasanya mendapat dukungan dari permintaan nyata, bukan hanya aktivitas spekulatif dengan leverage tinggi.
Selain peningkatan volume secara umum, beberapa altcoin besar juga menunjukkan perkembangan positif. Ethereum menjadi salah satu aset yang menarik perhatian setelah mencatat aliran dana masuk yang konsisten dari investor institusi.
ETF Ethereum spot di Amerika Serikat mencatat enam hari berturut-turut mengalami arus masuk dana. Total arus masuk bersih selama periode tersebut mencapai sekitar US$689,9 juta.
Sementara itu, XRP juga menunjukkan kekuatan melalui produk ETF spot di Amerika Serikat. ETF XRP spot mencatat aliran dana masuk selama 11 minggu berturut-turut dengan total akumulasi lebih dari US$1,79 miliar.
Di sisi lain, pasangan ETH/BTC mulai memberikan sinyal perubahan tren. Setelah mengalami tekanan selama hampir lima tahun, ETH/BTC berhasil menembus pola penurunan panjang dan berpotensi mencatat penutupan tiga bulan positif secara beruntun.
Pergerakan ETH/BTC sering menjadi perhatian trader karena pasangan ini menggambarkan kekuatan Ethereum dibandingkan Bitcoin. Ketika ETH mulai menguat terhadap BTC, pasar biasanya mulai melihat peluang rotasi modal menuju altcoin.
Analisis teknikal dari beberapa pelaku pasar menunjukkan pasar altcoin berada di area penting untuk menghadapi breakout besar. Pola yang muncul disebut memiliki kemiripan dengan periode 2017, 2021, dan 2024 ketika altcoin mengalami fase kenaikan besar.
Menurut analisis chart MasterofCrypto, pasar altcoin sedang mendekati breakout pada grafik bulanan. Pola tersebut menunjukkan kemungkinan dimulainya fase baru dalam siklus altcoin.
Meski demikian, trader tetap perlu memahami bahwa pola historis tidak menjamin hasil yang sama pada masa depan. Setiap siklus memiliki kondisi berbeda, termasuk faktor likuiditas global, kebijakan moneter, regulasi, serta tingkat partisipasi investor.
ALTSEASON 4.0 STARTS HERE
— Master of Crypto (@MasterCryptoHq) September 29, 2026
Altcoin market is on the verge of a monthly breakout.
Same pattern seen in 2017 → 2021 → 2024.
Every time this setup appeared, alts went vertical.
TRUST ME, YOU ARE NOT READY FOR THIS. pic.twitter.com/DY1hX2aXtO
Saat ini, beberapa indikator utama yang perlu diperhatikan adalah dominasi Bitcoin, volume perdagangan altcoin, kekuatan ETH/BTC, dan arus dana institusi.
Jika Bitcoin berhasil mempertahankan tren bullish dan dominasi BTC terus melemah, pasar altcoin berpotensi mendapatkan momentum lanjutan. Sebaliknya, jika Bitcoin mengalami tekanan besar, altcoin juga dapat menghadapi volatilitas tinggi.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.