Taking too long? Close loading screen.
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
hariankripto.id
Sabtu, Agustus 1, 2026
No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    The Fed AS

    Core PCE AS Juni Melandai dan Membuka Peluang bagi Pasar Kripto

    BitMEX

    BitMEX Tutup Bursa di Tengah Gugatan Likuidasi 623 Bitcoin

    BancaStato

    BancaStato Buka Perdagangan Bitcoin dan Kripto di Aplikasi Bank

    BTC Yield

    Binance Hadirkan BTC Yield yang Bantu Pemilik Bitcoin Raih Pendapatan Tanpa Menjual BTC

    Eli Ben-Sasson

    Pendiri Zcash Usulkan Bitcoin Hapus Batas 21 Juta BTC dan Tambah Pasokan 4 Persen

    Bitcoin Mining

    Tekanan Operasional Miner Bitcoin Meningkat di Tengah Penurunan Hashprice

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      FTX

      FTX Mulai Menyalurkan Total Dana US$900 Juta kepada Kreditur

      JPMorgan

      JPMorgan Peringatkan Risiko Kripto saat CLARITY Act Tersendat

      The Fed AS

      Core PCE AS Juni Melandai dan Membuka Peluang bagi Pasar Kripto

      Polisi AS Dukung Clarity Act

      Dukungan Kelompok Polisi AS Mengubah Arah Pembahasan Clarity Act

      Apakah Narasi Tokenisasi Bisa Membuat Harga Kripto Naik

      Apakah Narasi Tokenisasi Bisa Membuat Harga Kripto Naik?

      Bitcoin Beku

      CZ Usul Bekukan Bitcoin Miliki Satoshi Saat Ancaman Komputer Kuantum Makin Dekat

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    The Fed AS

    Core PCE AS Juni Melandai dan Membuka Peluang bagi Pasar Kripto

    BitMEX

    BitMEX Tutup Bursa di Tengah Gugatan Likuidasi 623 Bitcoin

    BancaStato

    BancaStato Buka Perdagangan Bitcoin dan Kripto di Aplikasi Bank

    BTC Yield

    Binance Hadirkan BTC Yield yang Bantu Pemilik Bitcoin Raih Pendapatan Tanpa Menjual BTC

    Eli Ben-Sasson

    Pendiri Zcash Usulkan Bitcoin Hapus Batas 21 Juta BTC dan Tambah Pasokan 4 Persen

    Bitcoin Mining

    Tekanan Operasional Miner Bitcoin Meningkat di Tengah Penurunan Hashprice

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      FTX

      FTX Mulai Menyalurkan Total Dana US$900 Juta kepada Kreditur

      JPMorgan

      JPMorgan Peringatkan Risiko Kripto saat CLARITY Act Tersendat

      The Fed AS

      Core PCE AS Juni Melandai dan Membuka Peluang bagi Pasar Kripto

      Polisi AS Dukung Clarity Act

      Dukungan Kelompok Polisi AS Mengubah Arah Pembahasan Clarity Act

      Apakah Narasi Tokenisasi Bisa Membuat Harga Kripto Naik

      Apakah Narasi Tokenisasi Bisa Membuat Harga Kripto Naik?

      Bitcoin Beku

      CZ Usul Bekukan Bitcoin Miliki Satoshi Saat Ancaman Komputer Kuantum Makin Dekat

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
No Result
View All Result
hariankripto.id
No Result
View All Result
Home Analisis

JPMorgan Peringatkan Risiko Kripto saat CLARITY Act Tersendat

harian kripto by harian kripto
31/07/2026
in Analisis, Blockchain, Kripto
0
JPMorgan

JPMorgan menilai hambatan CLARITY Act dapat menekan prospek pasar kripto dan mendorong pertumbuhan tokenisasi ke infrastruktur keuangan tradisional.

372
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harianqkripto – JPMorgan menyoroti risiko baru bagi pasar kripto Amerika Serikat setelah proses CLARITY Act kehilangan momentum di Senat. Bank tersebut menilai keterlambatan regulasi dapat mengurangi salah satu katalis penting bagi adopsi aset digital oleh institusi.

Dewan Perwakilan Rakyat AS sebelumnya menyetujui Digital Asset Market Clarity Act pada 17 Juli 2025 dengan suara 294 berbanding 134. Rancangan tersebut berupaya memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission dalam mengawasi pasar aset digital.

Namun, proses di Senat menghadapi tantangan yang lebih rumit. Perdebatan mengenai aturan etika, DeFi, stablecoin yield, penegakan hukum, dan standar anti pencucian uang masih menghambat terbentuknya kesepakatan.

Senat AS Mempersempit Peluang CLARITY Act

JPMorgan mencatat bahwa prediction market hanya memberikan peluang sekitar 37 persen bagi CLARITY Act untuk lolos sebelum akhir 2026. Penurunan tersebut muncul setelah Senat memberikan waktu kepada agenda lain menjelang masa reses musim panas.

Selain itu, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune harus mengatur waktu sidang di tengah agenda nominasi dan pembahasan rancangan sanksi terhadap Rusia. Kondisi tersebut mempersempit ruang untuk menyelesaikan seluruh proses CLARITY Act sebelum reses.

JPMorgan Warns Against Postponement Of Clarity Act

JPMorgan has issued a stark warning regarding the legislative stagnation of the "Clarity Act."

The firm asserts that continued delays pose a systemic threat to the structural integrity of digital asset markets.

"The longer… pic.twitter.com/0o1VcYBDUv

— BSCN (@BSCNews) July 30, 2026

Meski demikian, proses legislasi belum berhenti. Senator masih membahas sejumlah perubahan, termasuk ketentuan etika bagi pejabat pemerintah yang memiliki keterkaitan dengan bisnis aset digital. Negosiasi terbaru menunjukkan bahwa pembuat kebijakan masih mencari formula yang mampu mendapat dukungan lintas partai.

Baca Juga:  Brian Dixon Ungkap Dampak Besar CLARITY Act untuk Bitcoin

Galaxy Research melihat tekanan waktu sebagai masalah yang semakin besar. Firma tersebut menurunkan estimasi peluang CLARITY menjadi undang-undang pada 2026 menjadi 30 persen pada 24 Juli. Menurut Galaxy, Senat membutuhkan kompromi besar agar rancangan tersebut dapat melewati ambang dukungan yang diperlukan.

JPMorgan Melihat Risiko bagi Pasar Kripto

JPMorgan melihat masalah yang lebih besar daripada sekadar keterlambatan sebuah rancangan undang-undang. Ketidakpastian regulasi dapat menentukan infrastruktur mana yang akhirnya menguasai pertumbuhan tokenisasi.

Tim riset JPMorgan memperingatkan bahwa semakin lama Kongres menunda CLARITY Act, semakin besar peluang infrastruktur keuangan lama mengambil pertumbuhan tokenisasi yang seharusnya dapat berkembang melalui jaringan blockchain publik.

Risiko tersebut memiliki dampak strategis bagi industri. Bank, kustodian, bursa, broker, pengelola aset, dan market maker membutuhkan aturan yang jelas sebelum meningkatkan investasi dalam layanan aset digital.

CLARITY Act dapat memberikan kepastian tersebut dengan menentukan ruang pengawasan SEC dan CFTC secara lebih jelas. Kerangka itu juga dapat memberikan aturan yang lebih terukur bagi perusahaan kripto, proyek terdesentralisasi, dan aktivitas tokenisasi.

Karena itu, keterlambatan regulasi berpotensi menahan likuiditas institusional. Perusahaan keuangan mungkin tetap mengembangkan teknologi blockchain, tetapi mereka dapat memilih sistem tertutup atau infrastruktur pasar tradisional daripada jaringan kripto publik.

Di sisi lain, minat institusional terhadap aset digital tidak berhenti. JPMorgan mencatat investasi Citadel Securities senilai US$400 juta di Crypto.com serta perkembangan produk derivatif kripto yang berada dalam pengawasan regulator AS sebagai contoh berlanjutnya ekspansi institusional.

Masa Depan Kripto AS Bergantung pada Kompromi Senat

CLARITY Act sekarang menghadapi pertarungan antara waktu dan kompromi politik. Senator harus menyelesaikan perbedaan mengenai perlindungan investor, stablecoin yield, DeFi, aturan etika, dan pengawasan aktivitas keuangan ilegal.

Baca Juga:  OJK Dorong Inovasi Kripto Lewat Sandbox dan Pusat Inovasi Infinity

JPMorgan juga tidak meminta Kongres sekadar mempercepat aturan. Bank tersebut sebelumnya menekankan bahwa pemerintah harus memasangkan kepastian regulasi dengan standar perlindungan pasar yang kuat.

Menurut JPMorgan, aset digital yang memiliki karakter seperti sekuritas perlu mengikuti standar perlindungan yang setara. Platform yang berfungsi seperti bursa atau broker juga perlu menjaga integritas pasar, keterbukaan informasi, dan perlindungan pelanggan.

Tags: Clarity ActJPMorganKripto
Previous Post

Ethereum Institutional Raih Dukungan 100 Lebih Mitra Ekosistem

Next Post

FTX Mulai Menyalurkan Total Dana US$900 Juta kepada Kreditur

harian kripto

harian kripto

Next Post
FTX

FTX Mulai Menyalurkan Total Dana US$900 Juta kepada Kreditur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Berita Terbaru Kripto Minggu Ini

Sengketa Ripple Berakhir, Prediksi ETH $20.000, dan Berita Terbaru Kripto Minggu Ini!

24/08/2025
Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

26/01/2024
Bitcoin (BTC)

Bitcoin Terjebak di Harga $85K hingga $90K dan Siap Meledak Setelah Natal? Ini Alasan dan Prediksi Lengkapnya!

24/12/2025
Bitcoin

Bitcoin 1 Juta Dolar Menurut Pendiri Ledger Bukan Kabar Baik

05/07/2026
Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

0
Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

0
Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

0
Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

0
Project Agorá

Project Agorá Uji Pembayaran Lintas Negara dalam 80 Detik

31/07/2026
Avalanche

Avalanche Susun Strategi Ekonomi untuk Memperkuat Nilai AVAX

31/07/2026
FTX

FTX Mulai Menyalurkan Total Dana US$900 Juta kepada Kreditur

31/07/2026
JPMorgan

JPMorgan Peringatkan Risiko Kripto saat CLARITY Act Tersendat

31/07/2026

Recent News

Project Agorá

Project Agorá Uji Pembayaran Lintas Negara dalam 80 Detik

31/07/2026
Avalanche

Avalanche Susun Strategi Ekonomi untuk Memperkuat Nilai AVAX

31/07/2026
FTX

FTX Mulai Menyalurkan Total Dana US$900 Juta kepada Kreditur

31/07/2026
JPMorgan

JPMorgan Peringatkan Risiko Kripto saat CLARITY Act Tersendat

31/07/2026
Info Terbaru Bitcoin, Kripto, dan Prediksi Harga Terpercaya

Ikuti HarianKripto.id untuk berita terkini, analisis pasar cryptocurrency, dan tips investasi terpercaya.

Dapatkan informasi terbaru tentang dunia kripto yang membantu Anda memperoleh pengetahuan baru mengenai dunia kripto.

Kunjungi kami untuk update kripto setiap hari!

Follow Us

Browse by Category

  • Analisis
  • Avalanche
  • Bitcoin
  • Blockchain
  • Cardano
  • Dogecoin
  • Edukasi Kripto
  • Etherium
  • Game
  • Investasi
  • Kripto
  • Metaverse
  • Ragam
  • Shiba Inu
  • Siaran Pers
  • Solana
  • Tech
  • Uncategorized
  • Uncategorized

Recent News

Project Agorá

Project Agorá Uji Pembayaran Lintas Negara dalam 80 Detik

31/07/2026
Avalanche

Avalanche Susun Strategi Ekonomi untuk Memperkuat Nilai AVAX

31/07/2026
  • Kripto
  • Altcoin
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

You have not selected any currencies to display