Hariankripto – Arah harga BTC belum menunjukkan pemulihan kuat. Bahkan, sejumlah analis mulai melihat peluang penurunan lebih dalam pada akhir 2026.
Miner asal Tiongkok, Jiang Zhuoer, memperkirakan Bitcoin bisa mencari dasar harga baru antara 42.000 sampai 44.000 dolar AS. Prediksi ini langsung menjadi perhatian bagi komunitas kripto.
Sebelumnya, Bitcoin sempat mencetak puncak baru di level 126.080 dolar AS. Namun, tekanan pasar mulai muncul sejak Oktober 2025. Sejak saat itu, BTC masuk fase bearish dan kehilangan banyak momentum.
Selain itu, kondisi ekonomi global juga menambah tekanan. Ketidakpastian makro, konflik geopolitik, dan kekhawatiran terhadap inflasi membuat investor mengurangi aset berisiko. Akibatnya, Bitcoin ikut terkena tekanan jual.
mNAV Strategy Menjadi Sorotan
Jiang Zhuoer menyoroti mNAV Strategy yang turun ke 0,72. Angka ini mendekati level 0,7, yaitu level yang muncul saat pasar kripto jatuh pada 2022.
Strategy sendiri memegang Bitcoin dalam jumlah sangat besar. Karena itu, banyak pelaku pasar memperhatikan pergerakan metrik perusahaan ini. Saat mNAV melemah, investor sering membaca kondisi tersebut sebagai tanda tekanan pada sentimen Bitcoin.
Pada siklus sebelumnya, Bitcoin mencapai titik rendah sekitar enam bulan setelah mNAV MSTR menyentuh dasar. Saat itu, BTC jatuh ke area 15.000 dolar AS. Karena pola ini, Jiang melihat peluang BTC turun ke area 42.000 sampai 44.000 dolar AS pada akhir 2026.
Namun, pasar tidak hanya bergerak karena satu indikator. Faktor eksternal juga ikut memberi tekanan. Konflik Amerika Serikat dan Iran pada Februari 2026 membuat investor semakin hati-hati. Kemudian, inflasi Amerika Serikat yang naik ke 4,2 persen pada Mei 2026 menambah kekhawatiran pasar.
Selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada kebijakan The Federal Reserve. The Fed menahan suku bunga dalam pertemuan terakhir. Meski begitu, banyak pihak memperkirakan The Fed bisa menaikkan suku bunga dua kali tahun ini.
Jika suku bunga naik, Bitcoin bisa menghadapi tekanan baru. Investor biasanya memilih aset yang lebih aman saat biaya uang meningkat. Dalam kondisi seperti itu, aset kripto sering mengalami koreksi.
Akankah Harapan Rebound Masih Terbuka?
Meski sinyal bearish menguat, pasar Bitcoin belum sepenuhnya kehilangan harapan. Anthony Scaramucci justru menilai Bitcoin sudah mencapai dasar harga. Ia memperkirakan BTC bisa kembali naik dan menyentuh 70.000 dolar AS bulan depan.
Pandangan ini memberi sisi lain dalam perdebatan pasar. Di satu sisi, Jiang Zhuoer melihat potensi penurunan ke 42.000 dolar AS. Di sisi lain, Scaramucci melihat peluang pemulihan dalam waktu dekat.
Selain itu, pasar juga menunggu perkembangan CLARITY Act. Jika aturan ini lolos menjadi undang-undang, industri kripto bisa mendapat kepastian regulasi yang lebih jelas. Kepastian tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor.
Dengan demikian, Bitcoin kini berada di persimpangan penting. Jika tekanan ekonomi dan geopolitik terus meningkat, BTC bisa menguji area 42.000 sampai 44.000 dolar AS. Namun, jika sentimen regulasi membaik dan pembeli besar kembali masuk, Bitcoin masih punya peluang rebound.
Untuk saat ini, Bitcoin membawa dua skenario besar. Skenario pertama menunjukkan risiko penurunan lebih dalam. Skenario kedua menunjukkan peluang pemulihan. Karena itu, manajemen risiko tetap menjadi kunci utama saat pasar kripto mengalami volatilitas tinggi.






















