Hariankripto – BitMEX mengumumkan rencana penutupan bursa kripto setelah beroperasi selama lebih dari 11 tahun. Perusahaan akan menghentikan seluruh layanan perdagangan pada 23 September 2026 pukul 04.00 UTC.
Pengumuman tersebut muncul pada 23 Juli 2026, bertepatan dengan pengajuan gugatan kelompok terkait mekanisme likuidasi BitMEX. Namun, perusahaan tidak menghubungkan gugatan itu dengan keputusan penutupan. HDR Global Trading Limited selaku pemilik BitMEX mengambil keputusan setelah meninjau kondisi bisnis dan industri kripto secara menyeluruh.
BitMEX Tetapkan Jadwal Penutupan Bursa
BitMEX langsung menghentikan pendaftaran akun baru setelah menyampaikan pengumuman. Meski demikian, platform tersebut tetap mengizinkan pengguna berdagang dan menarik aset selama masa transisi.
Mulai 26 Agustus 2026 pukul 04.00 UTC, BitMEX akan melarang pengguna membuka posisi baru. Trader hanya dapat mengurangi atau menutup posisi yang masih aktif. Selanjutnya, perusahaan dapat menutup paksa posisi secara bertahap untuk menjaga proses penghentian pasar tetap teratur.
THE BLOCK: BitMEX and founders Arthur Hayes, Samuel Reed and Benjamin Delo were sued the same day the crypto exchange announced it will shut down.
— The Block (@TheBlockCo) July 24, 2026
A proposed class action alleges a hidden trading desk traded against customers and that server freezes were deliberate. pic.twitter.com/SSQicJr8RN
Pada batas akhir 23 September, BitMEX akan menutup semua posisi yang masih terbuka. Oleh karena itu, perusahaan meminta pengguna segera menyelesaikan transaksi dan menarik dana sebelum tenggat waktu. Pengguna tetap dapat masuk ke akun setelah penutupan untuk memeriksa riwayat transaksi dan mengajukan penarikan aset.
Namun, BitMEX akan mengenakan biaya terhadap pengguna yang belum menarik saldo setelah batas waktu. Perusahaan menetapkan biaya senilai US$50 atau satu persen per tahun, dengan memilih nilai yang lebih besar. BitMEX juga mengingatkan pengguna agar mewaspadai pesan phishing yang menawarkan layanan penarikan lebih cepat.
Penggugat Menuntut Pengembalian 622 Bitcoin
BKX Services Inc. dan trader David Namdar mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York. Mereka ingin mewakili pengguna Amerika Serikat yang membeli produk swap Bitcoin BitMEX sejak 23 Juli 2018.
BKX Services mengaku kehilangan sedikitnya 305,81 BTC, sedangkan Namdar menyatakan kerugian lebih dari 316,85 BTC. Secara keseluruhan, kedua penggugat menuntut 622,66 BTC yang bernilai sekitar US$40,7 juta ketika mereka mengajukan perkara.
Menurut pengaduan tersebut, BitMEX merancang sistem likuidasi yang mengambil sisa jaminan Bitcoin setelah platform menutup posisi berleverage tinggi. Penggugat menuduh perusahaan memindahkan kelebihan jaminan tersebut ke dana asuransi BitMEX.
Selain itu, penggugat menuding meja perdagangan internal BitMEX memperoleh akses terhadap informasi pesanan pengguna. Mereka juga mengklaim tim internal tetap dapat berdagang ketika gangguan server menghalangi pelanggan menutup posisi. Semua tuduhan itu masih memerlukan pembuktian melalui proses pengadilan.
Kedua penggugat meminta pengembalian Bitcoin, ganti rugi kompensasi, dan ganti rugi tambahan. Namun, hakim belum menyetujui perkara tersebut sebagai gugatan kelompok resmi.
BitMEX menolak seluruh tuduhan tersebut. Juru bicara perusahaan menyebut perkara itu sebagai klaim oportunistis tanpa dasar dan menyatakan bahwa perusahaan akan membela diri secara tegas.
Penutupan BitMEX Memperkuat Dominasi Bursa Besar
BitMEX pernah memegang posisi penting dalam perdagangan derivatif kripto. Perusahaan memperkenalkan kontrak perpetual swap dan menawarkan leverage hingga 100 kali, sehingga banyak trader profesional memakai platform tersebut pada masa awal pertumbuhan industri.
Namun, persaingan antarplatform terus meningkat. Bursa besar kini menawarkan pilihan aset yang lebih luas, likuiditas lebih tinggi, aplikasi yang lebih sederhana, serta layanan spot dan derivatif dalam satu ekosistem.
Thomas Probst, analis riset Kaiko, menilai penutupan BitMEX dapat memperbesar pengaruh bursa utama dengan mengorbankan pemain kecil atau platform baru. Meski begitu, ia memperkirakan penutupan ini tidak akan mengguncang pasar secara luas karena BitMEX hanya menguasai kurang dari 0,01 persen pasar dengan volume perdagangan harian sekitar US$400.000.
Dengan demikian, penutupan BitMEX tidak sekadar mengakhiri perjalanan salah satu pelopor derivatif kripto. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa reputasi lama belum tentu cukup untuk mempertahankan posisi di tengah persaingan, tuntutan kepatuhan, dan perubahan kebutuhan pengguna.

























