Hariankripto – Perusahaan pembayaran kripto Triple-A menghadapi dugaan insiden keamanan setelah analis onchain mendeteksi aliran dana mencurigakan dari sejumlah dompet panas milik perusahaan tersebut. Pelaku kabarnya menguras aset senilai lebih dari $9.3 juta, sedangkan perkiraan lain menempatkan total kerugian sekitar $9.7 juta.
Analis onchain Specter pertama kali menyoroti aktivitas tersebut setelah menemukan transaksi tidak biasa pada beberapa jaringan blockchain. Menurut temuannya, pelaku menukar aset yang keluar dari dompet Triple-A, menggunakan bridge lintas jaringan, lalu memindahkan hasilnya menuju Ethereum.
PeckShieldAlert juga menyoroti pergerakan 5,227 ETH menuju satu alamat Ethereum. Meskipun demikian, Triple-A belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab insiden, nilai kerugian, ataupun cakupan dompet yang terdampak. Karena itu, publik masih perlu memperlakukan laporan ini sebagai temuan awal.
Pelaku Memindahkan Dana dari Berbagai Blockchain
Specter menemukan dugaan pengurasan dana pada dompet panas Triple-A yang beroperasi di beberapa jaringan. Laporan tersebut mencantumkan TRON, Ethereum, TON, dan Solana sebagai jaringan yang berkaitan dengan aliran dana mencurigakan.
#PeckShieldAlert Specter has reported that @TripleAHQ wallets appear to have been drained of more than $9.7M worth of crypto across multiple chains, including #TRON, #Ethereum, #Polygon, and #Arbitrum.
— PeckShieldAlert (@PeckShieldAlert) July 25, 2026
The exploiter bridged the stolen funds to Ethereum. 5,227 $ETH is currently… pic.twitter.com/JxCr79V2db
Sementara itu, informasi lain juga menyebut Polygon dan Arbitrum. Perbedaan daftar jaringan itu menunjukkan bahwa analis masih memetakan seluruh transaksi dan alamat yang terlibat. Namun, seluruh temuan mengarah pada pola yang serupa.
Pelaku diduga mengambil aset dari beberapa dompet, menukarnya ke aset lain, lalu menggunakan bridge untuk mengarahkan dana menuju Ethereum. Strategi tersebut memungkinkan pelaku menggabungkan aset yang sebelumnya tersebar pada berbagai blockchain.
Setelah menjalankan rangkaian transaksi itu, pelaku mengumpulkan dana dalam bentuk 5,227 ETH pada alamat Ethereum berikut.
0x01F83B5d4fb30E8AA3daC1681B4048D9135253b1
Specter juga menyoroti beberapa alamat lain yang berhubungan dengan pergerakan dana tersebut.
0x8335D258438E47Cd8EB1532C04Cfe445E011aEf6
EdtthafhQA23if9PcZvBLhKb9uJM7M6TeyNXozDDon3K
TRSr81kTZAL2zMoWBsjE4QBc9B4v8WpSkw
TNLLM9z6b1TtpcXXaAg4Gb9dFyG11x187a
0x6caC9dB6A61bC4bEA37086DD6DaA6eCa35Dbc1d7.
Triple-A Belum Mengumumkan Penyebab Insiden
Triple-A menyediakan layanan pembayaran yang membantu perusahaan menerima serta mengirim stablecoin dan mata uang lokal. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan infrastruktur pembayaran lintas negara untuk bisnis, platform digital, dan penyedia jasa keuangan.
Namun, Triple-A belum memublikasikan penjelasan mengenai dugaan pengurasan dompet ini melalui halaman newsroom resminya. Hingga pemeriksaan pada 25 Juli 2026, halaman tersebut masih menampilkan pengumuman perusahaan tertanggal 15 Juli 2026 sebagai publikasi terbaru.
Specter juga menyatakan bahwa layanan deposit masih beroperasi ketika aktivitas mencurigakan berlangsung. Menurut laporan tersebut, pelaku terus mengambil dana baru yang masuk ke beberapa dompet terkait. Kondisi itu dapat meningkatkan jumlah kerugian apabila pengguna tetap melakukan setoran.
Meski begitu, pihak independen belum mengonfirmasi klaim tersebut secara menyeluruh. Triple-A juga belum menjelaskan apakah insiden ini berasal dari kebocoran kunci privat, kompromi sistem internal, kesalahan pengelolaan akses, atau kelemahan kontrak pintar.


























