Hariankripto – Batas pasokan 21 juta BTC menjadi salah satu alasan utama banyak investor menyebut Bitcoin sebagai emas digital. Namun, Eli Ben-Sasson, pendiri Zcash sekaligus CEO StarkWare, memiliki pandangan berbeda mengenai aturan tersebut.
Melalui akun X miliknya, Ben-Sasson mengatakan bahwa batas pasokan Bitcoin sebanyak 21 juta BTC dapat menjadi masalah dalam jangka panjang. Menurutnya, banyak Bitcoin akan hilang karena pengguna kehilangan akses ke kunci pribadi mereka.
Karena itu, Ben-Sasson mengusulkan perubahan besar pada sistem Bitcoin. Eli Ben-Sasson menyarankan Bitcoin dapat memiliki tambahan pasokan tahunan dengan batas maksimal sekitar 4 persen untuk menjaga jumlah BTC yang beredar.
Eli Ben-Sasson Soroti Risiko Bitcoin yang Hilang
Ben-Sasson menjelaskan bahwa sebagian Bitcoin sudah tidak dapat digunakan lagi karena pemilik kehilangan akses ke dompet mereka. Saat ini, perkiraan jumlah Bitcoin yang hilang mencapai 2,3 juta hingga 4 juta BTC.
Jumlah tersebut mencakup perkiraan 1,1 juta BTC milik Satoshi Nakamoto yang hingga kini tidak bergerak dari dompet milik Satoshi. Dengan jumlah Bitcoin yang sudah ditambang mencapai sekitar 20 juta BTC, maka sekitar 11 persen hingga 19 persen dari total pasokan Bitcoin kemungkinan sudah hilang secara permanen.
🔥ZCASH CO-FOUNDER: BITCOIN SHOULD REMOVE 21M SUPPLY CAP AND GROW 4% PER YEAR
— Coin Bureau (@coinbureau) July 8, 2026
Eli Ben-Sasson said Bitcoin’s 21M cap “doesn’t make sense because as time goes to infinity, all keys will be lost.”
He suggested 4% annual issuance tied to population growth to ensure “there’s enough… pic.twitter.com/ZL1cAdmFMV
Selain itu, Ben-Sasson menilai masalah tersebut dapat semakin besar dalam beberapa dekade mendatang. Jika banyak Bitcoin terus hilang, jumlah aset yang tersedia untuk pengguna bisa semakin terbatas.
Oleh karena itu, Ben-Sasson mengusulkan mekanisme penerbitan Bitcoin baru dengan jumlah kecil setiap tahun. Menurutnya, langkah tersebut dapat menggantikan Bitcoin yang hilang tanpa menghilangkan konsep kelangkaan aset digital.
Usulan Pertumbuhan Pasokan Bitcoin Sebesar 4 Persen
Eli Ben-Sasson menyebut angka 4 persen sebagai batas atas yang masuk akal untuk pertumbuhan pasokan Bitcoin. Ia menghubungkan angka tersebut dengan pertumbuhan populasi manusia dalam jangka panjang.
Namun, Ben-Sasson juga membuka kemungkinan angka yang lebih rendah. Menurutnya, penerbitan tambahan sebesar 1 persen hingga 2 persen per tahun juga dapat mencapai tujuan yang sama.
Baginya, tujuan utama perubahan ini bukan menciptakan inflasi besar, melainkan memastikan jumlah Bitcoin tetap cukup untuk digunakan masyarakat. Ia ingin Bitcoin tetap memiliki kebijakan moneter yang jelas dengan batas penerbitan yang terkendali.
Selain mengganti Bitcoin yang hilang, Ben-Sasson juga menyoroti masalah keamanan jaringan Bitcoin di masa depan. Ketika hadiah blok terus berkurang, pendapatan penambang dapat mengalami penurunan dan hal tersebut dapat memengaruhi keamanan jaringan.
Komunitas Bitcoin Menolak Perubahan Aturan Pasokan
Usulan Ben-Sasson langsung mendapatkan perhatian dari komunitas Bitcoin. Sebagian pengguna menolak ide tersebut karena menganggap perubahan batas pasokan dapat merusak nilai utama Bitcoin.
Salah satu pengguna X menyebut bahwa mengubah aturan pasokan Bitcoin merupakan keputusan buruk. Menurutnya, Bitcoin dibangun berdasarkan konsep kelangkaan dan desentralisasi, sehingga perubahan besar dapat membuka peluang perubahan lain di masa depan.
Pengguna tersebut juga mengatakan bahwa Bitcoin harus tetap mempertahankan konsep awalnya sebagai uang digital yang langka dan terdesentralisasi.
Menanggapi kritik tersebut, Ben-Sasson mempertanyakan apakah Bitcoin tetap dapat menjaga kelangkaan meskipun memiliki peningkatan pasokan yang sangat kecil. Ia menilai tambahan pasokan dengan batas rendah tidak selalu menghilangkan karakter Bitcoin sebagai aset langka.
can't we maintain scarcity with a really really low increase in supply? why not?
— Eli Ben-Sasson | Starknet.io (@EliBenSasson) July 7, 2026
Perdebatan mengenai pasokan Bitcoin ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dalam komunitas kripto. Sebagian pihak ingin mempertahankan aturan 21 juta BTC tanpa perubahan, sementara pihak lain mulai mempertimbangkan solusi baru untuk menghadapi masalah Bitcoin yang hilang dan keamanan jaringan di masa depan.























