Hariankripto – Binance memperkenalkan produk baru bernama BTC Yield yang memungkinkan pemilik Bitcoin mendapatkan potensi pendapatan tanpa harus menjual aset mereka. Produk ini menyasar pengguna yang ingin tetap menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang sekaligus mencari peluang tambahan dari kepemilikan BTC.
Melalui BTC Yield, pengguna dapat menyetor Bitcoin yang mereka miliki ke dalam produk tersebut. Setelah itu, sistem akan memberikan posisi internal bernama BTCY kepada pengguna sebagai representasi kepemilikan mereka dalam strategi tersebut.
Binance kemudian menggunakan Bitcoin yang pengguna simpan sebagai aset pendukung untuk menjalankan strategi covered-call. Strategi ini melibatkan penjualan opsi call Bitcoin secara berkala untuk memperoleh premi dari pasar kripto di Binance
Strategi covered-call sudah lama penggunaannya dalam dunia keuangan tradisional, terutama pada aset seperti saham. Namun, Binance menerapkan strategi tersebut khusus untuk aset kripto agar pemilik Bitcoin bisa memperoleh peluang imbal hasil tanpa melepas kepemilikan BTC mereka.
Cara Kerja BTC Yield Binance Menghasilkan Pendapatan
BTC Yield bekerja dengan memanfaatkan premi yang Binance dapatkan dari penjualan opsi call Bitcoin. Dalam proses ini, pihak yang menjual opsi menerima pembayaran premi dari pembeli opsi. Selanjutnya, Binance mengumpulkan premi tersebut dan membagikan sebagian hasilnya kepada pengguna BTC Yield.
Selain itu, Binance membagi keuntungan dari strategi ini melalui dua mekanisme utama. Pertama, sebagian premi yang terkumpul akan dikonversi menjadi Bitcoin dan dikirimkan ke akun pengguna setiap hari Jumat.
Kedua, Binance menyimpan sebagian premi lainnya di dalam strategi BTC Yield. Premi yang terus terkumpul akan meningkatkan nilai setiap unit BTCY secara bertahap. Dengan begitu, setiap unit BTCY dapat mewakili jumlah Bitcoin yang lebih besar seiring berjalannya waktu.
🐋 WHALE WATCH: Binance just brought Wall Streets favorite playbook to your crypto wallet.
— Whale Factor (@WhaleFactor) July 8, 2026
With the launch of $BTC Yield you can now run a professional covered call strategy on your Bitcoin without needing a degree in derivatives or manual trading.
=> How: You deposit BTC… pic.twitter.com/16dw3Dgv8p
Namun, pengguna perlu memahami bahwa BTC Yield tidak memberikan jaminan keuntungan tetap. Binance menjelaskan bahwa distribusi mingguan dapat bernilai nol karena hasil strategi bergantung pada kondisi pasar dan penggunaan performa opsinya.
Selain itu, produk ini tidak memberikan perlindungan terhadap modal utama pengguna. Artinya, nilai penggunaan Bitcoin dalam strategi tetap memiliki risiko mengikuti pergerakan harga pasar.
Binance Ikuti Tren Produk Pendapatan Bitcoin dari Institusi Keuangan
Kehadiran BTC Yield menunjukkan meningkatnya minat industri terhadap produk pendapatan berbasis Bitcoin. Sebelumnya, beberapa institusi manajer investasi terbesar di dunia juga mulai menawarkan produk serupa dengan pendekatan covered-call.
Salah satunya adalah BlackRock yang memperkenalkan produk exchange-traded fund (ETF) berbasis pendapatan Bitcoin. Produk tersebut juga menggunakan strategi covered-call untuk menciptakan potensi pendapatan bagi investor.
Dengan perkembangan tersebut, pemilik Bitcoin kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengoptimalkan aset mereka tanpa harus langsung menjual BTC. Meskipun demikian, setiap produk pendapatan tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum digunakan.
Dalam penggunaan BTC Yield, Binance menerapkan biaya sebesar 15% dari total premi yang diperoleh sebelum menghitung hasil untuk pengguna. Selain itu, pengguna juga dapat terkena biaya penarikan ketika keluar dari produk tersebut.
Saat artikel ini rilis, harga Bitcoin berada di sekitar $62.209. Pergerakan harga BTC tetap menjadi faktor penting karena strategi BTC Yield tidak menghilangkan risiko volatilitas dari harga aset kripto tersebut.
























