Taking too long? Close loading screen.
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
hariankripto.id
Jumat, Agustus 14, 2026
No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    Tim Bitcoin Red

    AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

    Trezor

    Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

    Startegy Jual Bitcoin

    Strategy Jual 1.690 Bitcoin untuk Perkuat Cadangan USD Senilai $4,65 Miliar

    Tim Bitcoin Red

    Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

    BIP-110 Bitcoin

    Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

    Lonjakan penggunaan kartu pembayaran kripto

    Kartu Pembayaran Kripto Cetak Rekor Baru dengan Transaksi Capai 759 Juta Dolar Di Bulan Juli 2026

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Tim Bitcoin Red

      AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

      Tim Bitcoin Red

      Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

      BIP-110 Bitcoin

      Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

      China Tambah Emas

      China Tambah Cadangan Emas dan Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat bagi Bitcoin

      Zcash

      Zcash Uji Resistensi 495 Dolar di Tengah Kekuatan ZEC Terhadap Bitcoin

      Prediksi dan Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

      Prediksi Kripto Bulan Agustus: BTC dan ETH Meledak atau Terjerembab?

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    Tim Bitcoin Red

    AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

    Trezor

    Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

    Startegy Jual Bitcoin

    Strategy Jual 1.690 Bitcoin untuk Perkuat Cadangan USD Senilai $4,65 Miliar

    Tim Bitcoin Red

    Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

    BIP-110 Bitcoin

    Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

    Lonjakan penggunaan kartu pembayaran kripto

    Kartu Pembayaran Kripto Cetak Rekor Baru dengan Transaksi Capai 759 Juta Dolar Di Bulan Juli 2026

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Tim Bitcoin Red

      AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

      Tim Bitcoin Red

      Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

      BIP-110 Bitcoin

      Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

      China Tambah Emas

      China Tambah Cadangan Emas dan Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat bagi Bitcoin

      Zcash

      Zcash Uji Resistensi 495 Dolar di Tengah Kekuatan ZEC Terhadap Bitcoin

      Prediksi dan Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

      Prediksi Kripto Bulan Agustus: BTC dan ETH Meledak atau Terjerembab?

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
No Result
View All Result
hariankripto.id
No Result
View All Result
Home Analisis

AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

harian kripto by harian kripto
14/08/2026
in Analisis, Bitcoin, Kripto
0
Tim Bitcoin Red

Tim Bitcoin Red memakai AI untuk memindai 501 proyek Bitcoin dan menemukan hampir 8.000 potensi celah keamanan, termasuk 1.280 masalah serius.

372
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariankripto – Belakangan ini AI mulai mengambil peran besar dalam pengujian keamanan ekosistem Bitcoin. Tim Bitcoin Red baru saja menyelesaikan pemindaian terhadap 501 proyek open-source dengan bantuan model AI seperti Kimi K3. Hasilnya cukup mengejutkan. Tim tersebut menandai hampir 8.000 potensi kerentanan dan mengategorikan sekitar 1.280 temuan sebagai masalah kritis atau berisiko tinggi.

🚨HUGE: China's Kimi AI just scanned nearly ALL of Bitcoin's open-source code, flagging almost 8,000 flaws.

The Bitcoin Red Team has now covered 501 projects, finding 1,280 critical or high-severity issues, with maintainers validating and patching flaws.

The team leaned on Kimi… https://t.co/AZR6WOb7Ym pic.twitter.com/O5rJjC1gm3

— Coin Bureau (@coinbureau) August 13, 2026

Temuan itu tidak berarti seluruh proyek Bitcoin berada dalam kondisi berbahaya. Maintainer tetap perlu memeriksa setiap laporan untuk memastikan tingkat risiko sebenarnya. Namun, Calle dari Tim Bitcoin Red mengatakan bahwa maintainer telah memvalidasi banyak temuan kritis dan berisiko tinggi.

Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan penting dalam dunia keamanan perangkat lunak. AI kini mampu menelusuri basis kode dalam jumlah besar dengan kecepatan yang sulit ditandingi peneliti manusia.

Di sisi lain, kemampuan yang sama juga dapat membantu penyerang. Karena itu, komunitas Bitcoin mulai melihat AI sebagai alat pertahanan yang perlu mendapat perhatian serius.

Tim Bitcoin Red Temukan Ribuan Masalah dalam Kode Bitcoin

Tim Bitcoin Red lahir setelah insiden Coldcard mendorong sejumlah peneliti untuk meningkatkan pengujian keamanan terhadap proyek Bitcoin. Dalam tahap sebelumnya, tim ini telah menemukan 4.962 potensi masalah keamanan setelah memeriksa ratusan proyek dengan bantuan AI.

Setelah memperluas pemindaian, jumlah proyek yang mereka periksa mencapai 501. Kimi K3 kemudian membantu tim menandai hampir 8.000 potensi masalah. Dari jumlah itu, sekitar 1.280 temuan masuk kategori kritis atau memiliki tingkat keparahan tinggi.

Calle menilai tahap pencarian kerentanan yang paling mudah sekarang mulai selesai. Dengan kata lain, Tim Bitcoin Red telah menemukan banyak celah yang relatif mudah muncul melalui pemindaian awal.

Namun, pekerjaan mereka belum berakhir. Model AI akan terus berkembang. Kemampuan baru dapat membantu peneliti menemukan pola kerentanan yang sebelumnya tidak terlihat.

Selain itu, Calle menyoroti persoalan utang teknis pada proyek open-source. Banyak proyek membawa kode lama yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Kode tersebut terkadang menggunakan arsitektur, dependensi, dan bahasa pemrograman yang menyulitkan proses audit.

Baca Juga:  Trump Ragu Bertemu Xi Jinping, Harga Bitcoin Langsung Jatuh

Bahasa C menjadi salah satu perhatian utama. Tim Bitcoin Red menemukan sejumlah masalah memory safety pada proyek yang menggunakan bahasa tersebut.

Kesalahan pengelolaan memori dapat memicu buffer overflow dan berbagai kerentanan lain. Sejumlah bahasa pemrograman modern dapat mencegah sebagian masalah ini melalui mekanisme keamanan bawaan.

Calle juga menjelaskan perubahan besar dalam proses eksploitasi. Dahulu, seorang peneliti mungkin menemukan buffer overflow tetapi masih membutuhkan keahlian tinggi untuk mengubahnya menjadi eksploitasi lengkap.

why humans should not code in c: we're finding memory-safety vulnerabilities in c projects that are prevented by default in many other languages.

in the past, finding a simple buffer overflow wasn't enough. you'd need a highly skilled hacker to turn the vulnerability into a… https://t.co/QlsQvmElWm

— calle 🟥 (@callebtc) August 13, 2026

Sekarang AI dapat mempercepat tahapan tersebut secara drastis.

Karena itu, masalah sederhana dalam kode lama dapat menimbulkan risiko lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu.

Lightning Network juga menarik perhatian Tim Bitcoin Red. Kompleksitas arsitektur Lightning menciptakan lebih banyak kemungkinan kesalahan implementasi. Calle menilai kondisi tersebut membuat sejumlah proyek Lightning membutuhkan pemeriksaan yang lebih intensif.

Situasi menjadi lebih serius ketika sebuah proyek tidak lagi memiliki maintainer aktif. Tidak ada pihak yang rutin memperbarui dependensi, meninjau kode, atau menangani laporan keamanan.

Oleh sebab itu, Calle menyarankan komunitas memperlakukan proyek yang tidak terawat sebagai proyek berisiko sampai audit membuktikan sebaliknya.

Meski begitu, temuan ribuan kerentanan tidak otomatis menunjukkan bahwa Bitcoin semakin lemah. Justru sebaliknya, pengembang sekarang memiliki kesempatan untuk menutup masalah sebelum penyerang memanfaatkannya.

BTCPay Server Rilis Pembaruan Setelah Laporan Keamanan

Temuan Tim Bitcoin Red mulai menghasilkan tindakan nyata dari pengembang. BTCPay Server menjadi salah satu proyek yang bergerak cepat. Pada 14 Agustus 2026 waktu Indonesia, tim BTCPay Server mengumumkan v2.4.3-rc4 sebagai pembaruan keamanan yang menangani kerentanan dari Tim Bitcoin Red, Project Loupe, Magic Grants, Premai, serta sejumlah peneliti independen.

Tim BTCPay Server mengembangkan pembaruan tersebut setelah beberapa hari melakukan perbaikan, peninjauan, dan pengujian secara intensif. Mereka menggunakan repositori keamanan privat sementara untuk mengerjakan patch sebelum membuka pembaruan kepada publik.

Baca Juga:  Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin dan Ethereum Sebagai ‘Uang Sejati,’ Sarankan Investor Tinggalkan Fiat ‘Palsu’

Versi v2.4.3-rc4 masih berstatus release candidate. Artinya, pengguna masih mungkin menemukan bug.

Namun, BTCPay Server tetap meminta pengguna segera melakukan upgrade karena pembaruan tersebut membawa perbaikan keamanan penting. Tim menyediakan proses pembaruan standar melalui menu pemeliharaan server maupun skrip pembaruan melalui command line.

Pembaruan tersebut juga membawa beberapa perubahan perilaku. Tim membuat NFC menjadi fitur opt-in. Selain itu, plugin Phoenixd untuk sementara belum kompatibel dengan release candidate tersebut.

Today, we are releasing BTCPay Server v2.4.3-rc4, a security update addressing vulnerabilities reported by the Bitcoin Red Team, @ProjectLoupe, @MagicGrants, @Premai_io, and independent researchers.

This release follows several days of nonstop work, review, and testing. It was… pic.twitter.com/PWEQJ9ejFN

— BTCPay Server (@BtcpayServer) August 13, 2026

Jika pengguna tidak melaporkan masalah besar, tim berencana menetapkan kandidat tersebut sebagai versi 2.4.3 dan membuka kode perbaikannya secara penuh dalam waktu sekitar 48 jam setelah pengumuman. Respons cepat BTCPay Server memperlihatkan manfaat nyata dari audit berbasis AI.

Tim Bitcoin Red dapat menelusuri kode dalam skala besar. Peneliti kemudian memvalidasi laporan. Maintainer lalu memperbaiki masalah yang memiliki dampak nyata. Proses itu memperpendek waktu antara penemuan kerentanan dan penerapan patch.

Respons komunitas kripto juga cenderung melihat perkembangan ini dari sisi positif.

Stake Pool Operator Cardano bernama Dave menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan Tim Bitcoin Red. Ia menilai ekosistem Cardano dapat memperoleh manfaat jika memiliki tim defensif yang memakai AI untuk mencari kerentanan secara proaktif.

Really love the Bitcoin Red Teams approach of using frontier AI to proactively hunt down vulnerabilities.

A Cardano blue team doing something similar would be hugely beneficial for the ecosystem. https://t.co/55WbLoFhIC

— Dave (@ItsDave_ADA) August 13, 2026

Investor dan trader kripto VirtualBacon juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, proyek yang menemukan lalu memperbaiki kelemahan justru membangun ekosistem yang lebih kuat.

Pandangan tersebut penting karena angka ribuan kerentanan mudah menimbulkan kesan negatif. Padahal, angka temuan hanya menunjukkan hasil proses pemeriksaan. Risiko sesungguhnya bergantung pada jenis kerentanan, validasi teknis, kemampuan eksploitasi, dan kecepatan maintainer memasang patch.

Industri Kripto Mendorong Akses AI yang Lebih Luas

Keberhasilan Tim Bitcoin Red memunculkan persoalan baru tentang akses terhadap model AI paling canggih. Lebih dari tiga lusin perusahaan dan organisasi di industri Bitcoin serta kripto telah meminta laboratorium AI memberikan akses lebih luas kepada peneliti keamanan open-source. Coinbase, Block, BitGo, serta berbagai organisasi lain mendukung seruan tersebut.

Baca Juga:  Newsmax Mulai Cadangan Kripto dengan Bitcoin dan Trump Coin, Menjadi yang Pertama di NYSE

Koalisi yang lebih luas juga mencakup lebih dari 40 institusi. Mereka mendorong laboratorium AI menyediakan akses awal ke model frontier, kapasitas komputasi yang memadai, dan lingkungan aman untuk menguji kode sensitif. Mereka memiliki alasan yang jelas. Model AI canggih dapat membantu penyerang menemukan kelemahan dan menyusun metode eksploitasi dengan cepat. Namun, sistem keamanan pada model komersial terkadang membatasi aktivitas yang menyerupai penelitian siber.

JUST IN: @Coinbase, @BitGo and 30+ others sign letter urging AI labs to give security researchers early access to frontier models, arguing attackers already do. pic.twitter.com/8OJyoIQUrI

— CoinDesk (@CoinDesk) August 13, 2026

Pembatasan tersebut memang bertujuan mencegah penyalahgunaan. Akan tetapi, aturan yang terlalu ketat juga dapat menghambat peneliti yang ingin memperbaiki perangkat lunak. Sementara itu, penyerang dapat menggunakan model tanpa pembatasan yang sama. Kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan.

Karena itu, perusahaan kripto meminta laboratorium AI membuat mekanisme khusus untuk peneliti yang telah melalui proses verifikasi. Mereka ingin tim pertahanan memperoleh kemampuan yang sebanding dengan alat yang mungkin digunakan penyerang.

Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam keamanan Bitcoin baru memasuki tahap awal.

Tim yang mulai membangun sistem audit AI sejak beberapa bulan lalu sekarang memiliki keunggulan. Mereka dapat mengembangkan pipeline pemeriksaan kode, menguji temuan secara otomatis, dan mengarahkan peneliti manusia ke masalah yang paling serius.

Sebaliknya, proyek yang menunda penggunaan teknologi tersebut dapat menghadapi tumpukan kerentanan yang semakin sulit mereka tangani. Tren ini kemungkinan akan menyebar ke seluruh dunia open-source.

Perangkat lunak keuangan, aplikasi pembayaran, sistem cloud, library, dan berbagai proyek publik menghadapi tantangan yang sama. Semua proyek tersebut memiliki kode yang terus berkembang dan kemungkinan membawa utang teknis. AI mempercepat proses pencarian kelemahan.

Namun, AI juga mempercepat proses pertahanan ketika pengembang menggunakannya dengan benar. Karena itu, hampir 8.000 temuan dari Tim Bitcoin Red tidak hanya menjadi peringatan bagi komunitas Bitcoin. Temuan tersebut juga menunjukkan arah baru keamanan perangkat lunak.

Tags: Bitcoincelah keamanan Bitcoinkeamanan Bitcoin dengan AIkerentanan Bitcoin
Previous Post

Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

harian kripto

harian kripto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Berita Terbaru Kripto Minggu Ini

Sengketa Ripple Berakhir, Prediksi ETH $20.000, dan Berita Terbaru Kripto Minggu Ini!

24/08/2025
Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

26/01/2024
Bitcoin (BTC)

Bitcoin Terjebak di Harga $85K hingga $90K dan Siap Meledak Setelah Natal? Ini Alasan dan Prediksi Lengkapnya!

24/12/2025
Bitcoin

Bitcoin 1 Juta Dolar Menurut Pendiri Ledger Bukan Kabar Baik

05/07/2026
Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

0
Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

0
Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

0
Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

0
Tim Bitcoin Red

AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

14/08/2026
Trezor

Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

13/08/2026
Address poisoning kripto

Pengguna Kripto Kehilangan US$100 Ribu Akibat Address Poisoning

13/08/2026
OCC AS

OCC Buka Jalur Bank Nasional untuk Perusahaan Kripto AS

13/08/2026

Recent News

Tim Bitcoin Red

AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

14/08/2026
Trezor

Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

13/08/2026
Address poisoning kripto

Pengguna Kripto Kehilangan US$100 Ribu Akibat Address Poisoning

13/08/2026
OCC AS

OCC Buka Jalur Bank Nasional untuk Perusahaan Kripto AS

13/08/2026
Info Terbaru Bitcoin, Kripto, dan Prediksi Harga Terpercaya

Ikuti HarianKripto.id untuk berita terkini, analisis pasar cryptocurrency, dan tips investasi terpercaya.

Dapatkan informasi terbaru tentang dunia kripto yang membantu Anda memperoleh pengetahuan baru mengenai dunia kripto.

Kunjungi kami untuk update kripto setiap hari!

Follow Us

Browse by Category

  • Analisis
  • Avalanche
  • Bitcoin
  • Blockchain
  • Cardano
  • Dogecoin
  • Edukasi Kripto
  • Etherium
  • Game
  • Investasi
  • Kripto
  • Metaverse
  • NFT
  • Ragam
  • Shiba Inu
  • Siaran Pers
  • Solana
  • Tech
  • Uncategorized
  • Uncategorized

Recent News

Tim Bitcoin Red

AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

14/08/2026
Trezor

Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

13/08/2026
  • Kripto
  • Altcoin
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

You have not selected any currencies to display