Hariankripto – Bitcoin kembali membuat trader panik. Harga BTC sempat jatuh ke bawah area $67.000 sebelum bergerak kembali di sekitar $67.500. Tekanan jual ini muncul ketika investor mulai kehilangan rasa percaya diri setelah beberapa kabar besar datang bersamaan. Data pasar menunjukkan Bitcoin berada di sekitar $67.438 dengan level harian terendah di $67.042 ketika artikel ini rilis.
Penurunan ini tidak datang dari satu faktor saja. Pasar bereaksi terhadap penjualan BTC oleh Strategy, perpindahan dana besar dari Mt. Gox, arus keluar ETF Bitcoin spot, dan likuidasi besar di pasar derivatif. Kombinasi ini membuat banyak trader memilih mengurangi risiko daripada menahan posisi terlalu lama.
Strategy jual BTC dan memicu kepanikan pasar
Strategy menjual 32 Bitcoin pada 26 sampai 31 Mei 2026. Perusahaan Michael Saylor mendapat sekitar $2,5 juta dari penjualan tersebut dan memakai dananya untuk membayar dividen saham preferen. Penjualan ini terlihat kecil daripada total kepemilikan Strategy yang masih mencapai 843.706 BTC.
Michael Saylor selama ini merupakan tokoh yang sangat kuat mendukung strategi beli dan simpan Bitcoin. Karena itu, penjualan kecil tersebut langsung menarik perhatian trader. Banyak trader mulai bertanya apakah Strategy masih memegang prinsip yang sama atau mulai membuka ruang untuk menjual BTC ketika tekanan keuangan meningkat.
Reaksi pasar muncul cepat. Trader tidak hanya menghitung jumlah BTC yang dijual. Mereka membaca perubahan sikap dari salah satu pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia. Ketika pemain sebesar Strategy mulai menjual, pelaku pasar kecil sering ikut cemas.
Penjualan ETF dan Mt Gox Menambah Tekanan Pada Harga Bitcoin
Tekanan Harga Bitcoin makin besar karena ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat terus mencatat arus keluar (penjualan). Data Farside Investors menunjukkan ETF Bitcoin mencatat outflow bersih $483,8 juta pada 1 Juni 2026. IBIT milik BlackRock menyumbang outflow terbesar dengan nilai sekitar $440,3 juta.
Outflow ETF memberi pesan jelas kepada pasar. Investor institusi sedang mengurangi eksposur terhadap Bitcoin. Ketika dana besar keluar dari ETF, tekanan jual biasanya meningkat. Kondisi ini membuat harga BTC sulit menjaga momentum pemulihan.
Di saat yang sama, Mt. Gox memindahkan 10.422,65 BTC senilai sekitar $739 juta ke dompet baru. Belum ada bukti bahwa dana itu langsung masuk ke bursa untuk dijual. Namun, transfer besar dari dompet Mt. Gox tetap membuat pasar gelisah karena trader khawatir kreditur akan menjual sebagian BTC setelah menerima pembayaran.
Pasar kripto sangat sensitif terhadap isu suplai besar. Ketika Bitcoin dalam jumlah besar bergerak keluar, trader sering bereaksi lebih dulu sebelum menunggu kepastian. Sikap ini membuat volatilitas makin tinggi.
Level $65.000 jadi area penting berikutnya
Saat harga turun cepat, posisi long dengan leverage menjadi korban utama. Banyak trader yang bertaruh Bitcoin akan naik harus menutup posisi karena margin mereka tidak cukup. Proses ini mendorong tekanan jual tambahan dan membuat penurunan terasa lebih tajam. CoinGlass mencatat likuidasi BTC dalam 24 jam terakhir berada di kisaran ratusan juta dolar, dengan posisi long menjadi bagian besar dari tekanan tersebut.
Kini pasar memantau area $65.000 sebagai level penting. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas area ini, peluang pantulan masih terbuka. Jika harga menembus level tersebut, trader kemungkinan akan melihat area $62.000 sebagai target berikutnya.
Altcoin Daily menyoroti 200 week moving average sebagai area penting dalam siklus Bitcoin. Area ini sering menjadi patokan ketika pasar masuk fase koreksi besar. Meski begitu, investor perlu berhati-hati karena pasar saat ini bergerak cepat dan mudah berubah arah.
Untuk jangka pendek, Bitcoin membutuhkan dorongan baru dari pembeli besar. Tanpa arus masuk ETF yang kuat dan tanpa sentimen positif dari institusi, setiap kenaikan harga berisiko menjadi pantulan sementara. Pasar masih bisa pulih, tetapi trader perlu melihat konfirmasi yang jelas sebelum menganggap koreksi sudah selesai.
Artikel ini bukan saran investasi. Investor perlu memakai manajemen risiko dan melakukan riset pribadi sebelum membeli atau menjual aset kripto.























