Hariankripto – Circle memperkuat langkahnya dalam industri blockchain melalui peluncuran Arc. Jaringan blockchain ini akan tiba di mainnet pada 16 September dengan dukungan institusi besar seperti BlackRock, Visa, Mastercard, dan DTCC.
Arc dirancang untuk kebutuhan pasar keuangan global. Jaringan ini fokus pada pembayaran real-time, aset tokenisasi, dan aktivitas ekonomi berbasis teknologi digital.
BREAKING: $15.3T BlackRock, Visa, and Mastercard, among 11 founding validators named by Circle for Arc blockchain.
— Coin Bureau (@coinbureau) August 5, 2026
Other validators include:
1. DTCC
2. Galaxy
3. Global Payments
4. ICE
5. MoneyGram
6. SBI Group
7. Standard Chartered
8. Sumitomo Corporation
Arc is a… pic.twitter.com/sBxJ7GRtSz
Peluncuran Arc juga memperkuat peran USDC sebagai stablecoin utama dalam transaksi onchain. Circle ingin menghadirkan infrastruktur yang menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.
Circle Tumbuhkan USDC dan Perkuat Infrastruktur Keuangan Digital
Perusahaan yang menerbitkan Stablecoin USDC mencatat pendapatan dan pendapatan cadangan sebesar $701 juta pada kuartal kedua. Angka tersebut meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah peredaran USDC naik 19% menjadi $73,3 miliar. Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan penggunaan USDC dalam berbagai transaksi digital.
Aktivitas onchain USDC juga mengalami peningkatan besar. Volume transaksi mencapai $14,8 triliun pada kuartal kedua. Berdasarkan data Visa Onchain Analytics, USDC menguasai hampir 70% volume transaksi stablecoin pada Juni. Data tersebut menunjukkan posisi USDC yang semakin kuat dalam pasar aset digital.
Q2 results are out.
— Circle (@circle) August 5, 2026
→ Arc Mainnet launches September 16.
→ Founding validators joining Circle include BlackRock, DTCC, Galaxy, Global Payments, ICE, Mastercard, MoneyGram, SBI Group, Standard Chartered, Sumitomo Corporation, and Visa.
→ We received our federal trust bank… pic.twitter.com/3ytxQ35SG8
Circle juga memperoleh federal trust bank charter dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC). Izin tersebut mendukung pembentukan Circle National Trust.
Langkah ini menjadikan Circle sebagai salah satu penerbit stablecoin pertama yang memiliki piagam perbankan federal. Dengan izin tersebut, Circle semakin dekat dengan sektor keuangan tradisional.
Arc Blockchain Menggunakan Model Validator Institusi Besar
Circle membangun Arc sebagai blockchain terbuka untuk pasar keuangan dunia. Jaringan ini menggunakan USDC sebagai gas fee utama dalam setiap transaksi.
Arc memiliki pendekatan berbeda dalam menjaga keamanan jaringan. Circle melibatkan institusi keuangan besar sebagai validator blockchain.
Jeremy Allaire selaku Co-Founder dan CEO Circle mengumumkan daftar founding validators Arc. Daftar tersebut mencakup BlackRock, DTCC, Galaxy, Global Payments, ICE, Mastercard, MoneyGram, SBI Group, Standard Chartered, Sumitomo Corporation, dan Visa.
Para validator tersebut bertugas menjaga keamanan jaringan. Mereka juga menjalankan proses konsensus untuk setiap blok transaksi. Lebih dari 100 pengembang dan institusi telah menguji private mainnet Arc. Beberapa perusahaan besar juga mulai mengeksplorasi integrasi dengan jaringan tersebut.
BlackRock, DTCC, Galaxy, Global Payments, ICE, Mastercard, MoneyGram, SBI Group, Standard Chartered, Sumitomo Corporation, and Visa join Circle as founding validators; major global financial institutions advancing integrations, joining more than 100 ecosystem and institutional…
— Jeremy Allaire – jerallaire.arc (@jerallaire) August 5, 2026
BlackRock, BNY, DTCC, dan Standard Chartered sedang mengembangkan berbagai penggunaan Arc. Fokus mereka mencakup aset tokenisasi, kustodian digital, stablecoin, valuta asing, dan infrastruktur repo.
Dengan model ini, Arc mencoba menggabungkan keamanan institusi dengan fleksibilitas teknologi blockchain.
Ekosistem Arc Berkembang dengan Dukungan Perusahaan Kripto
Arc mulai menarik perhatian dari berbagai sektor industri kripto. Jaringan ini membangun ekosistem yang mencakup likuiditas, pembayaran, akses, dan infrastruktur. Dalam sektor DeFi, beberapa perusahaan seperti Aave, Aerodrome, FalconX, Galaxy, GSR, Keyrock, Morpho, Nonco, dan Uniswap mendukung perkembangan ekosistem Arc.
Sektor pembayaran juga ikut berkembang melalui dukungan Rain, Thunes, dan Wirex. Selain itu, berbagai penyedia bursa dan dompet digital seperti Binance Wallet, Chainlink, Fireblocks, Kraken, Ledger, MetaMask, Upbit, dan Uniswap turut masuk dalam ekosistem Arc.
Melalui akun X resminya, Arc menyampaikan bahwa jaringan ini dapat digunakan untuk membangun aplikasi finansial baru. Pengembang juga dapat mengintegrasikan sistem stablecoin dan model ekonomi berbasis kecerdasan buatan. Komunitas kripto memberikan perhatian besar terhadap perkembangan Arc. Co-founder XyloNet, Panchu, menilai keterlibatan institusi besar sebagai validator menunjukkan perubahan penting dalam industri finansial.
Menurutnya, perusahaan yang sebelumnya menjalankan sistem keuangan lama kini ikut membangun sistem keuangan berbasis blockchain.
Selain itu, akun X @0x_zax yang mengembangkan Arcfunterminal membagikan pengalaman menggunakan private mainnet Arc. Ia menyebut jaringan tersebut memiliki kecepatan tinggi. Namun, ia mengingatkan pengguna agar tidak memakai RPC pihak ketiga atau DEX untuk melakukan bridge dana sebelum peluncuran publik.























