Hariankripto – Hyperliquid resmi memperkenalkan fitur native borrowing and lending yang memungkinkan pengguna meminjam dan menyediakan aset kripto langsung dalam ekosistemnya. Peluncuran ini menjadi langkah baru bagi Hyperliquid dalam memperluas fungsi platform dari sekadar tempat perdagangan perpetual futures menjadi infrastruktur finansial yang lebih lengkap.
Melalui fitur terbaru ini, pengguna dapat menggunakan aset seperti HYPE dan Bitcoin sebagai jaminan untuk meminjam aset lain, termasuk stablecoin USDC dan USDT. Pada hari pertama peluncuran, total aset yang dipinjam pengguna mencapai $269 juta, menunjukkan tingginya permintaan terhadap layanan pinjaman terintegrasi di dalam platform.
Manual borrows are live on Hyperliquid
— Hyperliquid (@HyperliquidX) September 18, 2026
Portfolio margin and manual borrows use the same underlying HyperCore infrastructure, with $269M in assets borrowed today.
Users can supply HYPE and BTC as collateral to borrow quote assets (USDC and USDT). Borrowed quote assets pay… pic.twitter.com/C3crESxaM0
Selain memberikan akses pinjaman, fitur ini juga memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil dari aset yang mereka pasok sebagai likuiditas. Tingkat bunga mengikuti tingkat pemanfaatan dana atau utilization dalam sistem.
Hyperliquid membangun fitur borrowing dan lending menggunakan infrastruktur HyperCore yang sebelumnya mendukung sistem portfolio margin. Dengan pendekatan tersebut, layanan pinjaman dapat terhubung langsung dengan berbagai aktivitas perdagangan seperti perpetual futures dan spot trading.
Co-founder Hyperliquid, Jeff Yan, menjelaskan bahwa timnya terlebih dahulu mengembangkan protokol lending mandiri di atas HyperCore. Setelah itu, sistem tersebut diintegrasikan dengan berbagai fitur perdagangan melalui portfolio margin.
Menurut Yan, struktur modular ini membantu memisahkan risiko lending dari komponen lain dalam platform. Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan stablecoin collateral yang sebelumnya hanya tersimpan sebagai jaminan agar menghasilkan bunga tambahan.
Pendekatan tersebut membuat Hyperliquid tidak hanya menyediakan layanan perdagangan, tetapi juga membangun lapisan infrastruktur finansial yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi.
Akun komunitas HypedLaunches menyampaikan bahwa Hyperliquid tidak sekadar menambahkan fitur borrowing, tetapi menghadirkan fondasi finansial yang menghubungkan beberapa komponen seperti borrow/lend, perpetual futures, spot trading, dan outcome markets.
Melalui portfolio margin, seluruh komponen tersebut dapat saling terhubung sehingga pengguna dapat mengelola modal secara lebih efisien dalam satu ekosistem.
Kehadiran fitur borrowing dan lending memperlihatkan arah pengembangan Hyperliquid menuju ekosistem keuangan terpadu. Sebelumnya, banyak trader harus berpindah antarprotokol untuk melakukan aktivitas seperti menyimpan aset, meminjam dana, melakukan perdagangan, hingga mengelola risiko.
Kini, Hyperliquid mencoba menggabungkan berbagai aktivitas tersebut dalam satu sistem.
Jurnalis Hyperliquid, Sogle, menjelaskan bahwa pengguna dapat melakukan beberapa strategi dalam satu ekosistem, mulai dari menyimpan aset, meminjam berdasarkan collateral, menggunakan dana pinjaman untuk trading, melakukan hedging, menjalankan strategi carry, hingga mengelola posisi.
Selain itu, pengembang aplikasi di HyperEVM juga dapat mengakses fungsi borrowing dan lending melalui CoreWriter serta precompiles. Fitur ini memungkinkan developer membangun aplikasi baru dengan memanfaatkan likuiditas yang sudah tersedia tanpa harus membuat pool terpisah dari awal.
Dengan model tersebut, Hyperliquid membuka peluang munculnya berbagai produk finansial baru yang memanfaatkan infrastruktur HyperCore.
Namun, perkembangan lending juga membawa risiko yang perlu diperhatikan. Jika banyak pengguna mengalihkan stablecoin dari collateral perpetual futures menuju lending, likuiditas perdagangan perpetual dapat mengalami perubahan.
Peluncuran borrowing dan lending memberikan fungsi baru bagi token HYPE. Kini, HYPE dapat digunakan sebagai collateral bersama Bitcoin dalam sistem pinjaman Hyperliquid.
Tambahan fungsi tersebut memperkuat peran HYPE dalam ekosistem karena pengguna dapat memanfaatkan token tersebut untuk memperoleh likuiditas tanpa harus menjual aset yang dimiliki.
Hyperliquid Launches Native Borrowing and Lending, With $269M Borrowed on Day One
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) September 18, 2026
Hyperliquid announced the launch of manual borrowing and lending, allowing users to collateralize HYPE and BTC to borrow assets including USDC and USDT. Borrowers pay interest, while suppliers earn… pic.twitter.com/AtXvSrh3G9
Selain itu, fitur lending memungkinkan aset yang sebelumnya tidak digunakan dapat menghasilkan imbal hasil. Bagi pengguna, mekanisme ini dapat meningkatkan efisiensi modal karena dana tidak hanya tersimpan sebagai jaminan.
Jumlah pinjaman sebesar $269 juta pada hari pertama menjadi indikator awal tingginya minat pengguna terhadap fitur baru ini. Meski demikian, perkembangan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan Hyperliquid menjaga keseimbangan antara pertumbuhan lending, likuiditas perdagangan, dan keamanan sistem.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.