HarianKripto.id – Dalam mekanisme blockchain terdapat dua jenis konsensus yang populer, yaitu Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS). Kedua konsensus tersebut mempunyai definisi yang berbeda-beda.
Berbicara mengenai Proof of Work dan Proof of Stake, kalian wajib tahu mengenai perbedaan dari kedua konsensus tersebut. Yuk cari tahu di tulisan ini.
Mengutip Coinbase, kita akan menjabarkan apa itu PoW dan PoS. Ini adalah ilmu dasar untuk mengenal lebih dalam tentang cryptocurrency.
Supaya lebih mudah dipahami, kita akan bahas PoW terlebih dahulu. Pasalnya, ini adalah dasar utama sebelum nantinya lanjut ke PoS.
Apa itu Proof of Work (PoW)?
Proof of Work pertama kali diperkenalkan oleh Bitcoin. Ini dianggap sebagai mekanisme konsensus pertama di dalam dunia crypto.
Kenapa bisa disebut Proof of Work? Pasalnya dalam sistem ini membutuhkan bantuan komputer untuk memecahkan kode matematika.
Bagaimana Cara Kerja Proof of Work (PoW)?
Konsep ini erat kaitannya dengan mining (penambangan), karena jaringan memerlukan daya komputasi untuk beroperasi. Siapa yang berhasil memecahkan kode, berhak mendapat hadiah dalam bentuk crypto.
PoW memiliki sejumlah keuntungan, terutama pada Bitcoin. Sistem Bitcoin dianggap cryptocurrency sederhana yang bernilai tinggi.
Metode ini telah terbukti efektif dalam menjaga keamanan blockchain secara desentralisasi. Keamanan jaringan akan semakin kuat apabila semakin tinggi nilai suatu crypto dan semakin banyak miner yang bergabung. Sangat tidak mungkin bagi satu orang atau kelompok untuk mengacaukan blockchain ini karena tingkat komputasi yang tinggi.
Kendati demikian, tentu ada kelemahan dari PoW. Proses ini membutuhkan banyak energi dan kurang efisien untuk blockchain yang menangani transaksi besar.
Akibat dari kelemahan tersebut, kemudian muncul metode lain yang disebut Proof of Stake (PoS). Konsensus tersebut dianggap sebagai solusi yang lebih efisien ketimbang PoW.
Adapun contoh crypto yang menggunakan PoW adalah Bitcoin, Ethereum Classic (ETC), Litecoin (LTC), Dogecoin (DOGE), Monero (XMR), dan lain-lainnya.
Apa itu Proof of Stake (PoS)?
Proof of Stake (PoS) merupakan mekanisme konsensus yang digunakan untuk memproses transaksi dan menciptakan block baru. Intinya, konsensus ini berfungsi untuk memverifikasi dan mengamankan blockchain seperti sistem keamanan untuk database.
Sebelumnya pada Proof of Work, keamanan blockchain bergantung pada daya komputasi yang digunakan untuk memecahkan teka-teki kriptografi. Namun di era Proof of Stake, sistem tersebut berubah total.
Bagaimana cara Proof of Stake (PoS)?
PoS sudah tidak lagi menggunakan komputasi yang boros energi, melainkan memilih validator dari pemilik coin yang melakukan staking. Staking tersebut akan membuat investor mendapatkan reward berupa tambahan crypto.
Validator dipilih secara acak untuk memverifikasi transaksi dan memastikan bahwa informasi dalam blok asli. Proof of Stake menghemat lebih banyak energi daripada Proof of Work karena tidak membutuhkan penambang untuk memecahkan algoritma kompleks.
Cara menjadi validator adalah seseorang harus menyimpan sejumlah coin tertentu sebagai jaminan. Misalnya, untuk menjalankan node, investor harus melakukan staking setidaknya 32 ETH di jaringan Ethereum (ETH).
Banyak validator memverifikasi block baru, bukan hanya satu. Ketika jumlah validator yang cukup menyatakan bahwa block tersebut valid, maka block tersebut akan ditambahkan ke blockchain. PoS dianggap sebagai evolusi blockchain yang lebih cepat dan efisien. Dahulu para pengembang Ethereum memahami bahwa Proof of Work mempunyai keterbatasan dalam skabilitas.
Pada saat popularitas DeFI (Decentralized Finance) mulai berkembang, Ethereum tampak kewalahan dalam memproses transaksi yang menyebabkan gas fee melonjak gila-gilaan. Ethereum harus menangani berbagai transaksi kompleks seperti DeFI, smart contract, minting dan jual-beli NFT, serta inovasi-inovasi lainnya yang terus berkembang. Solusi kemudian dipecahkan oleh tim pengembang Ethereum.
Ethereum membangun blockchain baru yang dikenal sebagai ETH 2.0 untuk mengatasi masalah ini. Prosesnya sekarang sudah selesai dan sudah beralih ke sistem PoS yang lebih cepat dan ramah lingkungan.
Banyak blockchain seperti Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Tezos (XTZ) menggunakan sistem Proof of Stake untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringan mereka. Selain itu, blockchain menjadi lebih cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem lama berbasis mining.
Apa perbedaan utama dari Proof of Work dan Proof of Stake

Konsumsi energi menjadi perbedaan fundamental antara Proof of Work dan Proof of Stake. Dalam menghabiskan energi, keduanya ada perbedaan dalam penggunaannya.
Dalam Proof of Work, ribuan penambang berjuang untuk memecahkan teka-teki kriptografi yang sama, yang menghabiskan banyak energi komputasi dan listrik. Di sisi lain, dalam Proof of Stake, tidak ada proses penambangan yang mengkonsumsi banyak energi. Karena tidak ada persaingan komputasi yang berlebihan, jaringan tetap berjalan dengan lebih efisien.
Kedua mekanisme ini memiliki konsekuensi ekonomi untuk mencegah gangguan jaringan dan menghalangi tindakan jahat. Namun, caranya berbeda.
Di Proof of Work, seorang miner yang mencoba memanipulasi jaringan atau mengirimkan informasi yang tidak valid, mereka akan rugi dari sisi listrik, komputasi, dan waktu yang terbuang sia-sia.
Sementara di Proof of Stake, jika seorang validator menyetujui block yang tidak sah, sebagian dari coin yang mereka staking akan dipotong sebagai hukuman.
Kesimpulan Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS)
Kesimpulannya, Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS) merupakan dua mekanisme konsensus utama dalam blockchain, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. PoW memberikan keamanan yang kuat tetapi boros energi dan kurang efisien dalam skala besar, sementara PoS muncul sebagai alternatif yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan, cocok untuk blockchain yang lebih modern seperti Ethereum 2.0.
Kedua metode ini memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan validitas jaringan, meski dengan cara kerja yang berbeda. PoW mengandalkan daya komputasi tinggi, sedangkan PoS mengandalkan staking coin dari validator untuk menjaga integritas blockchain.





















