Taking too long? Close loading screen.
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
hariankripto.id
Rabu, Agustus 19, 2026
No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    Strategy dan Michael Saylor

    Strategy Himpun US$334 Juta Tanpa Beli Bitcoin Selama Delapan Pekan

    Tim Bitcoin Red

    AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

    Trezor

    Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

    Startegy Jual Bitcoin

    Strategy Jual 1.690 Bitcoin untuk Perkuat Cadangan USD Senilai $4,65 Miliar

    Tim Bitcoin Red

    Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

    BIP-110 Bitcoin

    Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Safepall

      Kebocoran Data SafePal Ancam 39.798 Pelanggan Meski Aset Kripto Tetap Aman

      Tim Bitcoin Red

      AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

      Tim Bitcoin Red

      Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

      BIP-110 Bitcoin

      Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

      China Tambah Emas

      China Tambah Cadangan Emas dan Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat bagi Bitcoin

      Zcash

      Zcash Uji Resistensi 495 Dolar di Tengah Kekuatan ZEC Terhadap Bitcoin

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    Strategy dan Michael Saylor

    Strategy Himpun US$334 Juta Tanpa Beli Bitcoin Selama Delapan Pekan

    Tim Bitcoin Red

    AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

    Trezor

    Trezor Peringatkan Phishing Usai Data Pelanggan Terekspos

    Startegy Jual Bitcoin

    Strategy Jual 1.690 Bitcoin untuk Perkuat Cadangan USD Senilai $4,65 Miliar

    Tim Bitcoin Red

    Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

    BIP-110 Bitcoin

    Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Safepall

      Kebocoran Data SafePal Ancam 39.798 Pelanggan Meski Aset Kripto Tetap Aman

      Tim Bitcoin Red

      AI Temukan Hampir 8.000 Celah Keamanan di Proyek Bitcoin

      Tim Bitcoin Red

      Tim Bitcoin Red Temukan 4.962 Celah Kode Dengan Bantuan AI Usai Kasus Coldcard

      BIP-110 Bitcoin

      Bitcoin BIP-110 Gagal Setelah Fork Baru Hanya Menghasilkan Dua Blok

      China Tambah Emas

      China Tambah Cadangan Emas dan Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat bagi Bitcoin

      Zcash

      Zcash Uji Resistensi 495 Dolar di Tengah Kekuatan ZEC Terhadap Bitcoin

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
No Result
View All Result
hariankripto.id
No Result
View All Result
Home Analisis

Siklus Bitcoin 2026 Mulai Terbaca, Analis Ini Sebut Bottom Belum Terjadi!

harian kripto by harian kripto
29/05/2026
in Analisis, Bitcoin
0
Prediksi Kapan Bitcoin Bottom
374
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariankripto – Bitcoin kembali memancing perdebatan besar di pasar kripto. Banyak trader sibuk menebak level harga berikutnya, tetapi analis kripto Alex Mason justru mengarahkan perhatian pada faktor lain yang sering diabaikan, yaitu waktu. Menurut Mason, bottom siklus Bitcoin berikutnya belum tentu muncul di level harga yang paling banyak dibicarakan pasar.

Mason menilai mayoritas pelaku pasar terlalu terpaku pada grafik harga. Mereka memasang target beli di angka tertentu, lalu menunggu pasar bergerak sesuai ekspektasi. Namun, sejarah siklus Bitcoin menunjukkan pola yang lebih kompleks. Harga memang penting, tetapi timing sering memberi sinyal yang lebih kuat dalam membaca fase akhir koreksi besar.

Dalam analisisnya, Mason menyoroti jarak waktu dari puncak siklus Bitcoin menuju titik terendah. Tahun 2012 siklus Bitcoin membutuhkan 405 hari dari puncak menuju bottom. Pada siklus 2016, proses itu butuh waktu 362 hari. Tahun 2020, siklus Bitcoin mencatat jarak 376 hari. Pola ini membuat Mason berpendapat bahwa pasar belum memasuki jendela historis dengan probabilitas bottom tertinggi.

Timing Historis Bitcoin Masih Belum Masuk Zona Utama

Alex Mason menyebut periode Juli hingga November 2026 sebagai zona dengan probabilitas tertinggi untuk munculnya bottom siklus Bitcoin berikutnya. Kesimpulan ini tidak berdiri di atas spekulasi kosong. Ia membandingkan durasi siklus sebelumnya dan melihat bahwa pasar saat ini belum mencapai rentang waktu historis yang biasanya menandai fase kapitulasi akhir.

Pandangan ini penting karena banyak trader hanya bertanya, “Bitcoin akan turun ke harga berapa?” Pertanyaan itu tidak salah, tetapi belum cukup. Dalam siklus aset berisiko seperti kripto, waktu sering menentukan kualitas keputusan. Trader bisa saja benar soal arah harga, tetapi tetap gagal karena masuk terlalu cepat, terlalu lambat, atau terlalu takut ketika peluang muncul.

Baca Juga:  Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Tembus $125.000 di Akhir Tahun 2026

Mason mengkritik cara berpikir trader yang hanya menunggu Bitcoin di level tertentu, misalnya $40.000. Menurutnya, zona yang terlihat aman justru sering membuat investor tidak melakukan apa pun. Ketika pasar benar-benar jatuh, sentimen biasanya memburuk. Saat itulah banyak orang kehilangan keberanian, meskipun harga sudah masuk area yang sebelumnya mereka tunggu.

Karena itu, Mason memakai aturan sederhana. Mason menyatakan bahwa dirinya menjadi pembeli ketika Bitcoin berada di bawah $60.000. Ia juga menjadi pembeli ketika pasar memasuki periode Juli hingga November 2026. Baginya, salah satu dari dua kondisi itu sudah cukup untuk mulai mengakumulasi Bitcoin tanpa ragu.

Level $60.000 Jadi Area Akumulasi Penting

Mason mengungkapkan bahwa sudah mulai mengakumulasi Bitcoin ketika harga masuk ke area $60.000 sekitar tiga bulan sebelumnya. Keputusan itu Mason ambil meskipun jendela timing historis belum tiba. Alasannya sederhana, karena harga sudah masuk area yang ia anggap menarik berdasarkan rencana yang ia tetapkan sejak jauh hari.

Ia juga mengingatkan kembali bahwa pada Oktober, ketika Bitcoin berada di sekitar $120.000, ia sudah menyatakan akan menjadi pembeli kuat di sekitar $60.000. Saat itu, pasar masih berada dalam euforia. Banyak pelaku pasar bahkan percaya bahwa Bitcoin tidak akan kembali turun ke bawah $100.000. Namun, koreksi besar mengubah suasana pasar secara drastis.

Pernyataan Mason menunjukkan satu prinsip penting dalam investasi kripto. Strategi yang kuat tidak lahir saat pasar panik. Strategi harus disusun sebelum emosi menguasai keputusan. Ketika harga naik tajam, investor mudah percaya bahwa pasar hanya akan bergerak lebih tinggi. Ketika harga turun dalam, investor justru takut membeli aset yang sebelumnya mereka incar.

Dalam konteks ini, area $60.000 bukan sekadar angka psikologis. Bagi Mason, level tersebut menjadi bagian dari kerangka akumulasi. Ia tidak menunggu kepastian sempurna karena pasar tidak pernah memberi kepastian semacam itu. Ia hanya menunggu kondisi yang sesuai dengan rencana, lalu bertindak ketika syaratnya terpenuhi.

Baca Juga:  Peter Schiff Serang Prediksi Michael Saylor dan Sebut Bitcoin Bakal Anjlok ke $60.000

Namun, investor tetap perlu membaca pernyataan ini secara hati-hati. Prediksi analis bukan jaminan. Bitcoin tetap bergerak dalam pasar yang sangat volatil. Faktor makroekonomi, suku bunga, likuiditas global, regulasi, ETF, dan sentimen institusional dapat mengubah arah harga secara cepat. Karena itu, strategi akumulasi tetap membutuhkan manajemen risiko.

NUPL Bisa Menjadi Sinyal Bottom Generasional

Selain harga dan timing, Mason menyoroti indikator NUPL atau Net Unrealized Profit/Loss. Indikator ini membaca kondisi keuntungan dan kerugian belum terealisasi di jaringan Bitcoin. Secara sederhana, NUPL membantu investor menilai apakah mayoritas pemegang Bitcoin sedang berada dalam fase untung besar, netral, takut, atau kapitulasi.

Mason menyebut bahwa bottom generasional Bitcoin sebelumnya muncul ketika NUPL masuk zona biru. Kondisi ini terlihat pada 2018 dan 2022. Zona biru biasanya mencerminkan fase tekanan ekstrem, ketika banyak investor menyerah dan sentimen pasar jatuh ke titik rendah. Pada fase seperti itu, investor jangka panjang sering mulai melihat peluang akumulasi.

Inilah alasan Mason meminta pasar tidak hanya melihat candlestick. Grafik harga memang mudah dibaca, tetapi indikator on-chain seperti NUPL dapat memberi konteks yang lebih dalam. Ketika harga turun dan NUPL mendekati zona kapitulasi, pasar bisa memasuki fase yang secara historis menarik bagi investor jangka panjang.

Mason juga memperkuat kredibilitas analisanya dengan mengklaim bahwa ia pernah memprediksi bottom Bitcoin di $16.000 sekitar tiga tahun lalu dan puncak di $126.000 pada Oktober. Klaim ini menarik, tetapi tetap perlu diverifikasi secara independen sebelum dijadikan dasar keputusan investasi. Dalam pasar kripto, reputasi analis dapat membantu, tetapi data dan disiplin tetap harus menjadi fondasi utama.

Kesimpulannya, prediksi Alex Mason tentang siklus Bitcoin 2026 menantang cara berpikir banyak trader. Ia tidak hanya membahas target harga, tetapi juga menekankan timing historis, area akumulasi di bawah $60.000, dan sinyal NUPL. Jika analisisnya benar, bottom Bitcoin belum terjadi dan periode Juli hingga November 2026 bisa menjadi fase yang sangat menentukan.

Baca Juga:  Donald Trump Gelar White House Crypto Summit, Yuk Lihat Daftar Tokoh Penting yang Diundang
Tags: Analisis Harga BTCPrediksi Harga BitcoinSiklus Bitcoin 2026
Previous Post

Brian Dixon Ungkap Dampak Besar CLARITY Act untuk Bitcoin

Next Post

Harga IPO SpaceX di Hyperliquid Ambruk 45 Persen Trader Kena Likuidasi Massal

harian kripto

harian kripto

Next Post
SpaceX dan Hyperliquid

Harga IPO SpaceX di Hyperliquid Ambruk 45 Persen Trader Kena Likuidasi Massal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Berita Terbaru Kripto Minggu Ini

Sengketa Ripple Berakhir, Prediksi ETH $20.000, dan Berita Terbaru Kripto Minggu Ini!

24/08/2025
Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

26/01/2024
Bitcoin (BTC)

Bitcoin Terjebak di Harga $85K hingga $90K dan Siap Meledak Setelah Natal? Ini Alasan dan Prediksi Lengkapnya!

24/12/2025
Bitcoin

Bitcoin 1 Juta Dolar Menurut Pendiri Ledger Bukan Kabar Baik

05/07/2026
Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

0
Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

0
Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

0
Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

0
Maya Protocol Terkena Eksploit

Maya Protocol Kena Eksploit US$1,7 Juta, Tim Hentikan Jaringan dan Siapkan Pemulihan

19/08/2026
Cypherpunk Bangun Armada Zcash Mining

Cypherpunk Luncurkan Armada Mining Zcash Terbesar Dunia Dengan Dukungan Ekspansi Dari Winklevoss Capital

19/08/2026
Strategy dan Michael Saylor

Strategy Himpun US$334 Juta Tanpa Beli Bitcoin Selama Delapan Pekan

18/08/2026
Compound Finance

Compound Finance Siapkan Program 52 Juta Dolar untuk Dorong DeFi Institusional

18/08/2026

Recent News

Maya Protocol Terkena Eksploit

Maya Protocol Kena Eksploit US$1,7 Juta, Tim Hentikan Jaringan dan Siapkan Pemulihan

19/08/2026
Cypherpunk Bangun Armada Zcash Mining

Cypherpunk Luncurkan Armada Mining Zcash Terbesar Dunia Dengan Dukungan Ekspansi Dari Winklevoss Capital

19/08/2026
Strategy dan Michael Saylor

Strategy Himpun US$334 Juta Tanpa Beli Bitcoin Selama Delapan Pekan

18/08/2026
Compound Finance

Compound Finance Siapkan Program 52 Juta Dolar untuk Dorong DeFi Institusional

18/08/2026
Info Terbaru Bitcoin, Kripto, dan Prediksi Harga Terpercaya

Ikuti HarianKripto.id untuk berita terkini, analisis pasar cryptocurrency, dan tips investasi terpercaya.

Dapatkan informasi terbaru tentang dunia kripto yang membantu Anda memperoleh pengetahuan baru mengenai dunia kripto.

Kunjungi kami untuk update kripto setiap hari!

Follow Us

Browse by Category

  • Analisis
  • Avalanche
  • Bitcoin
  • Blockchain
  • Cardano
  • Dogecoin
  • Edukasi Kripto
  • Etherium
  • Game
  • Investasi
  • Kripto
  • Metaverse
  • NFT
  • Ragam
  • Shiba Inu
  • Siaran Pers
  • Solana
  • Tech
  • Uncategorized
  • Uncategorized

Recent News

Maya Protocol Terkena Eksploit

Maya Protocol Kena Eksploit US$1,7 Juta, Tim Hentikan Jaringan dan Siapkan Pemulihan

19/08/2026
Cypherpunk Bangun Armada Zcash Mining

Cypherpunk Luncurkan Armada Mining Zcash Terbesar Dunia Dengan Dukungan Ekspansi Dari Winklevoss Capital

19/08/2026
  • Kripto
  • Altcoin
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

You have not selected any currencies to display