Hariankripto – Core PCE AS dan pasar kripto kembali menarik perhatian investor setelah Amerika Serikat mengumumkan perkembangan inflasi terbaru untuk Juni 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga mulai mereda, meskipun inflasi masih bergerak jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2 persen.
Core Personal Consumption Expenditures atau Core PCE AS naik 0,1 persen secara bulanan. Angka tersebut lebih rendah daripada perkiraan ekonom sebesar 0,2 persen. Secara tahunan, Core PCE AS tumbuh 3,3 persen, turun dari 3,4 persen pada Mei. Sementara itu, indeks PCE AS utama turun 0,1 persen secara bulanan dan mencatat pertumbuhan 3,7 persen secara tahunan, lebih rendah daripada 4,1 persen pada bulan sebelumnya.
Hasil ini memberi sedikit ruang bagi aset berisiko karena inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi kebutuhan The Fed AS untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, investor tetap perlu memperhatikan tren beberapa bulan berikutnya sebelum mengambil kesimpulan mengenai perubahan arah kebijakan moneter.
Core PCE AS Menunjukkan Tekanan Harga Mulai Mereda
Core PCE AS mengecualikan harga makanan dan energi yang sering mengalami perubahan tajam. Oleh sebab itu, The Fed AS menggunakan indikator tersebut untuk memahami arah dasar inflasi dan menentukan kebijakan suku bunga.
Penurunan pertumbuhan tahunan dari 3,4 persen menjadi 3,3 persen menunjukkan perlambatan yang terbatas. Namun, kenaikan bulanan sebesar 0,1 persen memberi sinyal yang lebih positif karena angka tersebut berada di bawah perkiraan pasar. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga inti tidak meningkat secepat bulan sebelumnya.
Jim Blanco, seorang peneliti investasi makro, menilai bahwa investor tidak boleh langsung menganggap masalah inflasi telah selesai. Blanco melihat struktur inflasi setelah pandemi bergerak pada tingkat yang lebih tinggi daripada siklus ekonomi sebelumnya. Menurut pandangannya, perekonomian Amerika Serikat telah memasuki rezim inflasi baru yang menyulitkan Core PCE untuk kembali secara konsisten ke bawah 2 persen.
Pandangan tersebut juga menjelaskan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat berjangka panjang. Investor obligasi menuntut imbal hasil yang lebih tinggi ketika mereka memperkirakan inflasi akan bertahan lama. Karena itu, penurunan suku bunga acuan belum tentu langsung menekan imbal hasil obligasi 30 tahun.
Data Mei turut mendukung kehati-hatian tersebut. Pada bulan itu, indeks PCE AS utama tumbuh 4,1 persen secara tahunan, sedangkan Core PCE AS naik 3,4 persen. Angka Juni memang menunjukkan perbaikan, tetapi inflasi masih melampaui sasaran The Fed AS.
Inflasi AS yang Lebih Rendah Mendukung Sentimen Kripto
Pasar kripto biasanya merespons perubahan ekspektasi suku bunga karena tingkat bunga memengaruhi likuiditas dan selera risiko investor. Ketika inflasi AS melambat, pelaku pasar dapat mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga. Pergeseran tersebut berpotensi meningkatkan minat terhadap Bitcoin, Ethereum, dan aset digital lainnya.
Sebelum laporan tersebut muncul, pengguna X bernama Ardizor membagi tiga kemungkinan reaksi pasar. Ia memperkirakan angka Core PCE di bawah 3,2 persen akan menghasilkan sentimen bullish, angka 3,3 persen akan memicu respons netral, sedangkan angka di atas 3,4 persen akan menekan aset berisiko.
Hasil aktual sebesar 3,3 persen secara tahunan sesuai dengan perkiraan konsensus. Namun, kenaikan bulanan yang hanya mencapai 0,1 persen memberi unsur positif karena pasar sebelumnya memperkirakan kenaikan 0,2 persen. Dengan demikian, laporan tersebut lebih condong ke arah positif, tetapi belum memberikan katalis kuat untuk reli kripto yang berkelanjutan.
Investor juga perlu membedakan antara sentimen jangka pendek dan perubahan fundamental. Data inflasi yang lebih rendah dapat mengangkat harga kripto dalam waktu singkat. Sebaliknya, tren jangka panjang tetap bergantung pada kebijakan The Fed AS, kondisi pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, arus modal institusional, dan likuiditas dolar Amerika Serikat.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang dapat membatasi penguatan kripto. Obligasi dengan imbal hasil tinggi menawarkan alternatif yang lebih stabil bagi investor. Kondisi tersebut dapat mengurangi arus modal menuju aset yang memiliki volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan altcoin.
Kebijakan The Fed AS Menjadi Penentu Arah Berikutnya
Federal Open Market Committee mempertahankan target suku bunga federal pada rentang 3,50 persen hingga 3,75 persen dalam pertemuan 28–29 Juli 2026. Sembilan anggota mendukung keputusan tersebut, sedangkan tiga anggota memilih kenaikan sebesar 25 basis poin. The Fed AS juga menegaskan bahwa inflasi masih bergerak terlalu tinggi dibandingkan target 2 persen.
Keputusan itu menunjukkan bahwa satu laporan inflasi yang lebih rendah belum cukup untuk mengubah sikap bank sentral. Ketua The Fed Kevin Warsh menekankan bahwa bank sentral memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga. Pandangan tersebut mencerminkan pendekatan yang relatif tegas terhadap inflasi meskipun Core PCE AS mulai melambat.
Selanjutnya, pasar akan mengamati data inflasi, ketenagakerjaan, belanja konsumen, serta pertumbuhan ekonomi sebelum pertemuan The Fed AS pada 15–16 September 2026. Jika Core PCE AS kembali turun dan pasar tenaga kerja kehilangan momentum, investor dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter. Kondisi itu berpotensi menguntungkan pasar kripto.
Sebaliknya, kenaikan harga energi atau penguatan inflasi inti dapat menunda pemangkasan suku bunga. Risiko tersebut masih relevan karena ketegangan geopolitik dapat meningkatkan biaya energi dan mengganggu rantai pasok global.

























