Hariankripto – Harga Bitcoin kembali berada di titik penting setelah pasar kripto merespons perkembangan geopolitik global. Bitcoin saat ini bergerak di sekitar area 77.700 dolar, naik 1,3% dalam rentang 24 jam ketika artikel ini rilis.
Saat ini, arah Bitcoin tidak hanya bergantung pada sentimen berita. Pergerakan harga akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin menembus batas teknikal tertentu. Selain itu, keputusan Amerika Serikat terkait konflik Iran juga dapat menjadi faktor besar yang mengubah arah pasar.
Jika Bitcoin berhasil melewati hambatan kuat di sekitar 78.000 dolar, peluang menuju 100.000 dolar kembali terbuka. Namun, jika harga gagal bertahan dan turun di bawah 70.000 dolar pada penutupan mingguan, Bitcoin berpotensi menguji kembali level rendah sebelumnya.
Bitcoin saat ini berada tepat di bawah area teknikal penting. Analis melihat zona 78.000 dolar sebagai batas yang menentukan arah berikutnya.
Menurut analis kripto yang dikenal dengan akun @cryptorover, Bitcoin dapat membuka peluang menuju 100.000 dolar apabila berhasil melewati area EMA ribbon di sekitar 78.000 dolar. Level tersebut menjadi penghalang utama sebelum Bitcoin memasuki fase kenaikan baru.
🚨 bitcoin:native is sitting right under the EMA ribbon at $78,000.
— Crypto Rover (@cryptorover) September 3, 2026
Clear it → $100,000 in play.
Weekly close below $70,000 → back to the lows. pic.twitter.com/sSQz1ipXE0
Namun, tidak semua analis melihat kondisi pasar secara positif. Analis @QmoCrypto menilai Bitcoin telah mengalami tiga kali pergerakan palsu atau fakeout sebelumnya. Menurutnya, pola tersebut kembali muncul untuk keempat kalinya.
Ia memperkirakan Bitcoin masih menghadapi risiko koreksi dengan jalur penurunan menuju 64.000 dolar, kemudian 56.000 dolar hingga 50.000 dolar jika tekanan jual kembali meningkat.
Di sisi lain, analis @DonWedge memiliki pandangan lebih optimistis. Ia menyebut Bitcoin dapat memasuki fase bullish kuat setelah berhasil melewati level 90.000 dolar.
once $90k is cleared there is no stopping the bull train $BTC pic.twitter.com/6X5FAhAU0r
— Don 🐂 (@DonWedge) September 3, 2026
Selain itu, investor terkenal Tom Lee memperkirakan Bitcoin memiliki peluang kembali mencapai 100.000 dolar. Ia juga melihat regulasi seperti CLARITY Act dapat menjadi faktor pendukung yang mendorong Bitcoin menuju 150.000 dolar dalam siklus berikutnya.
Pergerakan Bitcoin saat ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian pasar terhadap konflik Iran. Investor melihat kemungkinan berakhirnya perang sebagai faktor yang dapat mengubah kondisi ekonomi global.
Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip The Hormuz Report, Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan deklarasi resmi berakhirnya perang Iran. Pemerintah Amerika Serikat disebut mulai memprioritaskan stabilitas pasar dibandingkan langkah militer lanjutan.
JUST IN: Trump is reportedly discussing declaring the Iran war over with senior aides.
— CryptoSavingExpert ® (@CryptoSavingExp) September 3, 2026
If the conflict genuinely comes to an end, it could be a major shift for global markets.
Lower geopolitical risk could push oil prices lower, ease inflation concerns and put less pressure on… pic.twitter.com/UwHiTasUK5
Perkembangan ini muncul setelah serangan terhadap beberapa pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap harga energi dan tekanan inflasi.
Jika konflik benar-benar berakhir, pasar dapat mengalami perubahan besar. Harga minyak berpotensi turun, tekanan inflasi dapat berkurang, dan bank sentral Amerika Serikat memiliki ruang lebih luas untuk menurunkan suku bunga.
Kondisi tersebut biasanya memberikan dukungan bagi aset berisiko seperti saham teknologi dan Bitcoin. Investor cenderung kembali mencari aset dengan potensi pertumbuhan ketika ketidakpastian global mulai mereda.
Selain Bitcoin, pasar minyak juga menjadi perhatian utama investor. Harga energi menunjukkan bagaimana pasar merespons ketegangan geopolitik saat ini.
Harga Brent tercatat berada di sekitar 97,44 dolar per barel. Sementara itu, minyak WTI bergerak di sekitar 93 dolar per barel. Kedua harga tersebut sempat mengalami penurunan setelah sebelumnya bergerak sangat fluktuatif.
Meskipun mengalami koreksi kecil, harga Brent masih mencatat kenaikan sekitar 7 persen dalam sepekan dan sekitar 57 persen sepanjang tahun.
Kenaikan harga minyak memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi. Harga diesel mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir, sementara pasar obligasi global menghadapi tekanan akibat kekhawatiran inflasi.
Karena itu, investor kripto juga memperhatikan pergerakan minyak. Jika harga energi turun akibat berakhirnya konflik, tekanan ekonomi dapat berkurang dan menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi Bitcoin.
Namun, apabila konflik Iran kembali meningkat, pasar berpotensi menghadapi tekanan baru. Investor kemungkinan akan memilih aset yang lebih aman hingga situasi kembali stabil.
Bagi pelaku pasar kripto, kondisi Bitcoin saat ini memiliki dua kemungkinan utama. Skenario pertama terjadi jika Bitcoin mampu melewati resistance dan mendapatkan dukungan dari membaiknya situasi global.
Dalam kondisi tersebut, Bitcoin memiliki peluang melanjutkan kenaikan menuju 100.000 dolar. Penurunan risiko geopolitik, kemungkinan pemangkasan suku bunga, serta meningkatnya minat terhadap aset digital dapat menjadi katalis positif.
Sebaliknya, jika konflik Iran terus berlangsung dan harga minyak tetap tinggi, Bitcoin dapat kembali menghadapi tekanan. Kondisi tersebut dapat memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi dan membatasi ruang kebijakan moneter Amerika Serikat.
Saat artikel ini diterbitkan, Bitcoin kembali bergerak di atas 77.700 dolar. Sementara itu, peluang Bitcoin menembus 100.000 dolar tahun ini di platform prediksi Kalshi meningkat hingga sekitar 25 persen.
BREAKING: 25% chance Bitcoin hits $100,000 this year
— Kalshi Crypto (@Kalshi_Crypto) August 31, 2026
A $1,000 trade pays out $4,000 if it happens pic.twitter.com/vV8NhviMG9
Pasar kini menunggu perkembangan dalam 24 hingga 48 jam ke depan. Keputusan politik Amerika Serikat terkait konflik Iran dan kemampuan Bitcoin menembus batas teknikal akan menjadi dua faktor utama yang menentukan arah berikutnya.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.