Hariankripto – Pasar kripto memasuki fase yang berbeda pada 2026. Pergerakan harga tidak menunjukkan pola klasik seperti bull market yang terus naik atau bear market yang terus melemah.
CEO Bitget, Gracy Chen, menyebut kondisi ini sebagai “monkey market”. Istilah tersebut menggambarkan pasar yang bergerak tidak menentu, seperti monyet yang terus melompat dari satu arah ke arah lainnya.
LATEST: ⚡️ Bitget CEO Gracy Chen called 2026 a "monkey market" rather than a bull or bear market, since it keeps jumping up and down, speaking with Schwab Network. pic.twitter.com/CXIxepi715
— CoinMarketCap (@CoinMarketCap) September 2, 2026
Menurut Chen, kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir memang mendapat dukungan dari sentimen politik positif dan short squeeze. Namun, kedua faktor tersebut belum cukup untuk membangun tren kenaikan jangka panjang.
Karena itu, investor perlu memperhatikan aliran dana ETF, likuiditas global, suku bunga, kekuatan dolar Amerika Serikat, serta kebijakan fiskal dan moneter sebelum menyimpulkan bahwa bull market baru telah dimulai.
CEO Bitget tersebut melihat kondisi pasar kripto 2026 berbeda dari siklus sebelumnya. Chen menilai Bitcoin masih memiliki peluang pertumbuhan, tetapi perjalanan menuju kenaikan besar tidak akan berjalan lurus.
Dalam pandangannya, pasar saat ini tidak dapat disebut sebagai bull market maupun bear market. Harga aset kripto masih bergerak dengan volatilitas tinggi dan dapat berubah arah dalam waktu singkat.
Fenomena tersebut terlihat dari pergerakan Bitcoin yang mampu mencatat kenaikan besar, tetapi tetap menghadapi tekanan jual secara tiba-tiba.
Chen mengingatkan investor agar tidak terburu-buru menyebut kenaikan harga sebagai awal dari fase bullish baru. Menurutnya, pasar membutuhkan dukungan modal yang stabil agar tren positif dapat bertahan.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin masih dapat memberikan kejutan. Chen membandingkan kondisi 2026 dengan 2022, ketika banyak investor mulai percaya bahwa pasar telah mencapai titik terendah.
Namun, keruntuhan FTX pada November 2022 mengubah situasi secara drastis. Peristiwa tersebut membuat Bitcoin turun hingga sekitar 16.000 dolar dan menunjukkan bahwa pasar kripto selalu memiliki risiko yang tidak terlihat.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Bitcoin tetap mencatat momentum positif. Data pasar menunjukkan adanya peningkatan arus modal yang membantu mendorong harga Bitcoin naik.
Platform analisis kripto Feixiaohao menggambarkan kondisi tersebut sebagai pergerakan yang sesuai dengan konsep monkey market. Bitcoin dapat melonjak tinggi, kemudian mengalami koreksi tajam sebelum kembali bergerak naik.
Pada Agustus 2026, Bitcoin mencatat salah satu performa bulanan terbaik sejak akhir 2024. Harga Bitcoin bergerak dari sekitar 60.000 dolar hingga menembus 80.000 dolar. Bitcoin bahkan mencapai level tertinggi sekitar 81.238 dolar dengan kenaikan hampir 25 persen dalam satu bulan.
Kenaikan tersebut mendapat dukungan dari beberapa faktor. Pertama, kondisi likuiditas global mulai membaik setelah imbal hasil obligasi jangka panjang Amerika Serikat menurun dan dolar melemah.
Selain itu, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk besar. Produk investasi tersebut mencatat dana masuk sekitar 2,8 miliar dolar selama delapan hari perdagangan berturut-turut. Total arus masuk ETF Bitcoin pada Agustus juga menembus 3 miliar dolar. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor institusi terhadap aset digital.
Namun, Chen menilai kenaikan akibat short squeeze hanya menjadi pemicu awal. Pasar membutuhkan aliran dana yang terus masuk agar Bitcoin dapat membangun tren bullish yang kuat.
Walaupun likuiditas mulai membaik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat tetap menjadi faktor penting bagi pasar kripto. Investor masih memperhatikan arah suku bunga The Fed karena keputusan tersebut dapat memengaruhi minat terhadap aset berisiko.
Pidato Warsh dalam agenda Jackson Hole menjadi salah satu perhatian utama pasar. Ia menyampaikan bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga apabila inflasi belum bergerak menuju target 2 persen.
Pernyataan tersebut membuat pasar meningkatkan perkiraan kenaikan suku bunga September. Sebelumnya, peluang tersebut berada di sekitar 35 persen dan kemudian naik mendekati 60 persen. Situasi ini menciptakan tekanan ganda bagi Bitcoin. Di satu sisi, pasar mendapat dukungan dari peningkatan likuiditas. Namun, kebijakan moneter yang ketat dapat membatasi ruang kenaikan aset berisiko.
Oleh karena itu, investor perlu melihat lebih dari sekadar pergerakan harga. Faktor seperti ETF, dolar AS, imbal hasil Treasury, dan keputusan The Fed akan menentukan arah Bitcoin berikutnya.
Selain memberikan pandangan tentang pasar, Gracy Chen juga menjelaskan strategi Bitget menghadapi perkembangan industri kripto. Dalam wawancara dengan CoinDesk pada 3 September 2026, Chen mengatakan Bitget melihat peluang besar dari perkembangan aset digital institusional.
Chen menyebut BlackRock sebagai contoh perusahaan besar yang mulai memperluas distribusi produk ETF berbasis token di berbagai wilayah. Menurut Chen, Bitget terus berdiskusi dengan lembaga keuangan global untuk memahami kebutuhan pasar dan membuka peluang kerja sama. Perusahaan tersebut juga memperkuat komunikasi dengan BlackRock terkait distribusi di kawasan Asia.
Strategi Bitget pada 2026 berfokus pada konsep Universal Exchange (UEX). Melalui konsep ini, Bitget ingin menggabungkan berbagai jenis aset seperti kripto, saham tokenisasi, emas, dan CFD dalam satu platform.
Selain itu, Bitget meningkatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu proses transaksi dan pengelolaan risiko. Perusahaan juga memperkuat infrastruktur serta kepatuhan untuk menarik investor institusi.
Pada akhirnya, pasar kripto tahun 2026 ini masih berada dalam fase pencarian arah. Bitcoin memiliki peluang untuk tumbuh, tetapi investor perlu memahami bahwa kenaikan harga belum otomatis menandakan bull market baru.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.