Hariankripto – Perusahaan publik asal Jepang, Remixpoint, mengambil langkah tegas dalam strategi aset kriptonya. Perusahaan itu menjual seluruh kepemilikan Ethereum, Solana, XRP, dan Dogecoin pada 1 September 2026. Setelah transaksi tersebut, Remixpoint hanya menyisakan Bitcoin dalam portofolio kripto perusahaan.
Japanese Firm dumps XRP, DOGE, and alt holdings for Bitcoin
— BSCN (@BSCNews) September 2, 2026
Japanese publicly traded platform Remixpoint divests its entire holdings of various digital assets, including $ETH, $SOL, ripple:native, and $DOGE.
The move brings in ¥878.8M (about 5.5M) of gross revenue, enabling… pic.twitter.com/57id3US7W1
Langkah ini menarik perhatian karena Remixpoint tidak sekadar mengurangi porsi altcoin. Manajemen keluar sepenuhnya dari empat aset tersebut. Perusahaan memperoleh sekitar 878,81 juta yen dari penjualan dan mencatat keuntungan sekitar 117,77 juta yen. Dengan demikian, Remixpoint memperjelas arah baru strategi aset digitalnya.
Remixpoint menjual sekitar 901,45 ETH senilai 353,43 juta yen. Transaksi itu menghasilkan keuntungan sekitar 60,20 juta yen. Perusahaan juga melepas sekitar 13.920 SOL senilai 227,89 juta yen dan meraih keuntungan sekitar 49,30 juta yen.
Selanjutnya, Remixpoint menjual sekitar 1,19 juta XRP dengan nilai 260,43 juta yen. Perusahaan mendapat keuntungan sekitar 11,52 juta yen dari XRP. Namun, DOGE memberi hasil berbeda. Remixpoint melepas sekitar 2,80 juta DOGE senilai 37,08 juta yen dan menanggung kerugian sekitar 3,26 juta yen.
Remixpoint, Japan’s Second-Largest DAT Company After Metaplanet, Sells All Altcoins and Retains Only Bitcoin
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) September 2, 2026
Japanese listed company Remixpoint announced that it sold all of its altcoin holdings on September 1, including approximately 901.45 ETH, 13,920 SOL, 1.1912 million XRP,… pic.twitter.com/0mCX6zSYvo
Secara keseluruhan, empat aset tersebut memiliki nilai buku sekitar 761,04 juta yen. Remixpoint kemudian memperoleh 878,81 juta yen dari penjualan. Selisih itu membawa keuntungan sekitar 117,77 juta yen bagi perusahaan. Selain keuntungan transaksi, Remixpoint juga memperoleh hampir 29,87 juta yen dari staking ETH dan SOL sejak Juli 2025 hingga Agustus 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Remixpoint tidak meninggalkan semua altcoin karena mengalami kerugian besar. Sebaliknya, perusahaan memilih keluar ketika tiga dari empat posisi masih memberikan keuntungan. Keputusan itu membuat perubahan strategi perusahaan terlihat lebih terencana.
Setelah penjualan tersebut, Remixpoint menyatakan bahwa Bitcoin kini menjadi satu-satunya aset kripto yang perusahaan pegang. Dokumen resmi perusahaan mencatat kepemilikan sekitar 1.506 BTC setelah transaksi altcoin selesai.
Manajemen menjelaskan alasan di balik langkah tersebut. Remixpoint mempertimbangkan kondisi pasar, karakter risiko dan keuntungan setiap aset, serta strategi keuangan perusahaan. Dari pertimbangan itu, manajemen memilih pendekatan yang lebih terpusat pada Bitcoin. Perusahaan ingin membuat kebijakan pengelolaan kripto lebih jelas sekaligus meningkatkan efisiensi modal.
Strategi itu juga sejalan dengan aktivitas Bitcoin Remixpoint sebelumnya. Dari Februari hingga Agustus 2026, perusahaan memperoleh sekitar 14,92 BTC melalui aktivitas peminjaman Bitcoin. Nilainya mencapai sekitar 164,22 juta yen berdasarkan kurs pada setiap akhir bulan.
Halaman aset digital Remixpoint bahkan mencantumkan perusahaan tersebut pada posisi ke-37 dalam daftar perusahaan publik dunia berdasarkan kepemilikan Bitcoin. Namun, pelacak independen Bitcoin Treasuries saat ini menempatkan Remixpoint di posisi ke-38 dengan data 1.501 BTC yang mengacu pada pembaruan lebih lama. Perbedaan itu kemungkinan muncul karena masing-masing sumber memakai waktu pembaruan yang berbeda.
Ada satu bagian penting yang membuat keputusan Remixpoint semakin menarik. Perusahaan tidak mengumumkan rencana untuk memakai seluruh hasil penjualan altcoin guna membeli Bitcoin tambahan.
Sebaliknya, manajemen mempertimbangkan penggunaan dana tersebut untuk mendukung bisnis lain. Remixpoint menyebut ekspansi aset baterai penyimpanan skala jaringan sebagai salah satu tujuan. Perusahaan juga ingin memperkuat kondisi keuangan dan mendukung program yang dapat meningkatkan nilai perusahaan serta nilai bagi pemegang saham.
Dengan kata lain, strategi Bitcoin-only tidak berarti Remixpoint harus mengubah seluruh kas yang tersedia menjadi Bitcoin. Perusahaan justru memisahkan dua keputusan. Pertama, manajemen menyederhanakan portofolio kripto. Kedua, manajemen membawa sebagian fleksibilitas modal kembali ke bisnis utama.
Langkah tersebut mencerminkan cara perusahaan publik melihat aset digital dari sudut yang berbeda dengan investor ritel. Investor pribadi dapat mengejar kenaikan harga beberapa token sekaligus. Sebaliknya, perusahaan harus mempertimbangkan likuiditas, risiko, kebutuhan kas, laporan keuangan, dan penggunaan modal untuk kegiatan usaha.
Keputusan Remixpoint dapat memperkuat pandangan bahwa Bitcoin memiliki posisi khusus dalam strategi treasury perusahaan. Bitcoin menawarkan pasar yang lebih dalam, likuiditas yang besar, serta narasi aset cadangan yang lebih mudah perusahaan jelaskan kepada investor dibandingkan portofolio puluhan token.
Namun, satu transaksi belum cukup untuk membuktikan bahwa perusahaan publik akan meninggalkan altcoin secara massal. Beberapa perusahaan tetap dapat memilih ETH, SOL, atau aset lain karena kebutuhan operasional, potensi staking, atau strategi bisnis yang berkaitan langsung dengan jaringan blockchain tertentu.
Karena itu, tren berikutnya akan bergantung pada tujuan setiap perusahaan. Perusahaan yang mencari aset kripto sebagai cadangan jangka panjang mungkin melihat kebijakan Bitcoin-only sebagai pilihan yang lebih sederhana. Sebaliknya, perusahaan yang mengejar pendapatan dari staking atau ekosistem blockchain masih memiliki alasan untuk mempertahankan altcoin.
Saat artikel ini rilis, Bitcoin bergerak di kisaran $77.382. Sejumlah sumber harga menunjukkan perubahan intraday yang cepat, sehingga angka tersebut dapat berubah dalam hitungan menit.
Remixpoint pada akhirnya tidak hanya menjual XRP, DOGE, ETH, dan SOL. Perusahaan itu juga membuat batas yang semakin jelas antara Bitcoin dan aset kripto lain dalam neraca korporasi. Jika lebih banyak perusahaan mengambil pendekatan serupa, pasar dapat melihat Bitcoin semakin kuat sebagai aset treasury, sementara altcoin harus menawarkan alasan bisnis yang lebih spesifik untuk masuk ke neraca perusahaan.
Lalu, apakah lebih banyak perusahaan akan melepas altcoin dan memilih Bitcoin saja? Jawabannya belum pasti. Namun, keputusan Remixpoint memberi satu contoh baru tentang bagaimana perusahaan dapat memilih kesederhanaan, likuiditas, dan fokus ketika mengelola aset kripto.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.