Hariankripto – American Bankers Association atau ABA menunjukkan dukungan terhadap Digital Asset Market Clarity Act. Dukungan ABA untuk CLARITY Act memberi dorongan penting bagi upaya Amerika Serikat dalam membangun aturan aset digital yang lebih jelas tanpa melemahkan fungsi perbankan.
Presiden dan CEO ABA Rob Nichols menilai industri kripto dan perbankan dapat tumbuh secara berdampingan. Menurutnya, Amerika Serikat dapat menjadi pusat kripto sekaligus pusat perbankan dunia apabila pembuat kebijakan mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan aktivitas ekonomi.
ABA tidak meminta Kongres mengubah tujuan utama rancangan tersebut. Sebaliknya, organisasi itu hanya mengusulkan beberapa penyesuaian teknis yang menyasar aturan imbal hasil stablecoin. Nichols menyebut usulan tersebut sebagai perubahan kecil dan presisi yang dapat melindungi sumber pendanaan bank tanpa menghambat perkembangan aset digital.
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat meloloskan CLARITY Act pada 17 Juli 2025 dengan perolehan 294 suara setuju dan 134 suara menolak. Setelah itu, Senat menerima rancangan tersebut dan memulai pembahasan melalui komite terkait.
ABA Mendorong Kerangka Pasar Aset Digital
CLARITY Act bertujuan membentuk kerangka nasional bagi perdagangan dan penerbitan aset digital. Rancangan tersebut juga membagi tanggung jawab antara Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission.
Pembagian kewenangan itu dapat membantu perusahaan menentukan aturan yang harus mereka ikuti. Selama beberapa tahun terakhir, pelaku industri sering menghadapi perbedaan pandangan mengenai status token sebagai sekuritas atau komoditas.
Selain itu, CLARITY Act menetapkan kewajiban bagi bursa, broker, dealer, dan berbagai penyedia layanan aset digital. Aturan tersebut mencakup perlindungan konsumen, pengawasan transaksi, pencegahan pencucian uang, tokenisasi, serta standar bagi platform terdesentralisasi.
Nichols melihat banyak ketentuan positif dalam rancangan tersebut. Oleh karena itu, ABA aktif berdiskusi dengan senator dari kedua partai untuk menyempurnakan beberapa bagian tanpa mengubah arah kebijakan Kongres.
"We want to make sure we do this in a way that doesn't impact economic activity," says American Bankers Association CEO Rob Nichols of the Clarity Act. https://t.co/MozQhm4CCh pic.twitter.com/TYPddGQlQT
— Squawk Box (@SquawkCNBC) July 29, 2026
Dukungan itu memiliki arti besar karena ABA mewakili kepentingan industri perbankan Amerika. Sikap tersebut menunjukkan bahwa bank tidak menolak seluruh perkembangan kripto. Sebaliknya, perbankan meminta Kongres membangun aturan yang memungkinkan kedua sektor menjalankan perannya secara sehat.
Senat kini terus menegosiasikan versi terbaru CLARITY Act. Rancangan Senat mengatur imbalan stablecoin, kewajiban antipencucian uang, penggalangan dana token, keuangan terdesentralisasi, dan tokenisasi aset konvensional. Namun, rancangan tersebut masih membutuhkan dukungan lintas partai agar dapat melangkah lebih jauh.
Imbal Hasil Stablecoin Memicu Perhatian Bank
ABA menempatkan ketentuan imbal hasil stablecoin sebagai perhatian utama. Organisasi itu khawatir platform kripto dapat menawarkan keuntungan yang menyerupai bunga deposito kepada pengguna stablecoin.
Stablecoin biasanya mempertahankan nilai yang mengikuti mata uang tertentu, terutama dolar Amerika Serikat. Karena itu, sebagian pengguna memanfaatkan aset tersebut untuk menyimpan dana, melakukan pembayaran, atau memperoleh imbalan dari platform digital.
Masalah muncul ketika perusahaan kripto menawarkan keuntungan hanya karena pengguna menyimpan stablecoin. Skema seperti itu dapat mendorong nasabah memindahkan dana dari rekening bank menuju platform aset digital.
Perpindahan dana dalam skala besar dapat mengurangi sumber pendanaan bank. Padahal, bank menggunakan deposito untuk mendukung kredit rumah, pembiayaan usaha kecil, pinjaman keluarga, serta kebutuhan petani dan komunitas lokal.
Oleh sebab itu, ABA meminta Senat memperjelas larangan terhadap imbalan yang menyerupai bunga deposito. Organisasi tersebut juga ingin menutup celah yang memungkinkan platform mengganti istilah bunga dengan hadiah atau insentif lain tanpa mengubah karakter ekonominya.
Koalisi asosiasi perbankan sebelumnya memperingatkan bahwa pertumbuhan stablecoin berimbal hasil dapat menekan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit. Mereka menilai ketidakjelasan bahasa hukum dapat mendorong konsumen memindahkan simpanan dari sistem perbankan.
Namun, ABA tidak menuntut larangan terhadap seluruh program hadiah. Rancangan Senat masih dapat mengizinkan insentif yang berkaitan dengan aktivitas tertentu, seperti pembayaran atau transaksi menggunakan stablecoin.
Kripto dan Perbankan Membuka Peluang Bersama
Nichols menolak pandangan yang menempatkan kripto dan perbankan sebagai dua kekuatan yang selalu bersaing. Menurutnya, kedua industri dapat mendukung pertumbuhan ekonomi apabila Kongres menciptakan pembagian peran yang jelas.
Bank dapat menawarkan layanan kustodian, pembayaran, manajemen risiko, serta akses ke sistem keuangan konvensional. Sementara itu, perusahaan kripto dapat mengembangkan teknologi blockchain, tokenisasi, transaksi onchain, dan produk pembayaran digital.
Kolaborasi tersebut semakin relevan karena masyarakat Amerika terus meningkatkan penggunaan aset digital. National Cryptocurrency Association mencatat sekitar 67 juta warga Amerika memiliki kripto pada 2026. Data itu menunjukkan bahwa aset digital telah menjangkau kelompok masyarakat yang luas, bukan hanya pengembang teknologi atau trader profesional.
Oleh karena itu, pemerintah tidak dapat mengabaikan hubungan antara aset digital dan layanan keuangan sehari-hari. Kongres perlu melindungi pengguna sekaligus memberikan jalur hukum bagi perusahaan yang ingin beroperasi di Amerika Serikat.
Aturan yang jelas juga dapat mendorong bank mengembangkan layanan berbasis blockchain. Selain itu, perusahaan kripto dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap rekening, sistem pembayaran, dan mitra keuangan.
Namun, pembuat kebijakan tetap harus menjaga kestabilan kredit. Bank komunitas bergantung pada deposito lokal untuk membiayai keluarga, petani, dan usaha kecil. Apabila stablecoin menarik dana dalam jumlah besar, masyarakat lokal dapat menghadapi akses pinjaman yang lebih terbatas.
Usulan ABA mencoba mengatasi risiko tersebut tanpa menutup pasar kripto. Organisasi itu hanya meminta Kongres memperjelas beberapa ketentuan agar platform digital tidak menawarkan produk yang menyerupai deposito tanpa mengikuti kewajiban yang sama seperti bank.

























