Hariankripto – Industri kripto kembali mendapat sorotan setelah bursa aset digital asal Chile, Orionx, mengumumkan penutupan permanen akibat hilangnya dana pelanggan senilai sekitar 7 juta dolar AS. Platform yang mendapat dukungan dari Tether tersebut menemukan adanya perpindahan aset Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Polygon dari kendali perusahaan pada periode 2018 hingga 2021.
BREAKING: Tether-backed exchange Orionx abruptly shuts down after $7 MILLION in customer assets vanish from its wallets.
— Coin Bureau (@coinbureau) September 6, 2026
The Chilean exchange is closing permanently and has frozen withdrawals for over 100,000 users.
A forensic audit found the funds were moved to wallets outside… pic.twitter.com/HKWonPUBIJ
Orionx menyampaikan bahwa lebih dari 100.000 pengguna terdampak karena layanan penarikan dana berhenti sementara. Perusahaan berusaha mengembalikan aset pelanggan sebanyak mungkin, tetapi tidak menjamin seluruh dana dapat kembali.
Orionx mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan transaksi aset kripto yang keluar dari kendali perusahaan. Dana tersebut mencakup beberapa aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Polygon yang berpindah antara tahun 2018 sampai 2021.
Kemudian, perusahaan mengambil langkah hukum dengan melaporkan dua pendiri bersama Orionx, yaitu Roberto Zibert dan Joaquín Díaz. Orionx menduga kedua pendiri tersebut memiliki keterlibatan dalam permasalahan perpindahan aset pelanggan.
Namun, Roberto Zibert dan Joaquín Díaz membantah tuduhan tersebut. Keduanya menyatakan tidak melakukan tindakan yang merugikan pengguna maupun perusahaan.
Kasus Orionx semakin kompleks setelah regulator Chile memberikan pernyataan mengenai status perusahaan. CMF memastikan bahwa Orionx tidak berada dalam pengawasan mereka karena perusahaan tidak memiliki lisensi resmi.
Sebelumnya, Orionx mengajukan permohonan sebagai perusahaan fintech pada Juni 2026. Namun, pengajuan tersebut mendapat penolakan dari regulator Chile.
🚨 Chile-based crypto platform Orionx shutting down for good.
— 𝗕𝗮𝗻𝗸XRP (@BankXRP) September 6, 2026
Forensic audit found $7M+ in custodial assets (BTC, ETH, XRP, Polygon) moved to wallets the company doesn't control. Withdrawals frozen, criminal complaint filed against ex-execs.
Orionx says it can't guarantee 100%… https://t.co/965fDMrf33 pic.twitter.com/tHHmsAY1b2
Dengan kondisi tersebut, proses pemulihan dana pelanggan tidak berada langsung di bawah pengawasan CMF. Karena itu, pengguna harus mengikuti perkembangan dari perusahaan dan proses hukum yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, kejadian ini kembali mengingatkan komunitas kripto mengenai pentingnya memahami tempat penyimpanan aset digital. Banyak investor kripto menggunakan prinsip “not your keys, not your coins” untuk menekankan risiko menyimpan aset pada platform pihak ketiga.
Penutupan Orionx menunjukkan bahwa penggunaan bursa kripto tetap memiliki risiko meskipun platform tersebut mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti Tether. Investor perlu memahami bahwa keamanan aset tidak hanya bergantung pada popularitas sebuah platform.
Selain itu, pengguna perlu mempertimbangkan penggunaan dompet pribadi yang memberikan kendali langsung terhadap kunci aset. Metode ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain dalam menyimpan aset digital.
Meski begitu, bursa kripto tetap memiliki peran penting dalam ekosistem karena menyediakan akses perdagangan yang mudah bagi pengguna. Oleh sebab itu, transparansi, keamanan sistem, dan kepatuhan regulasi menjadi faktor utama dalam memilih platform aset digital.
Kasus Orionx menjadi contoh bahwa industri kripto masih membutuhkan standar keamanan dan pengawasan yang lebih kuat. Kepercayaan pengguna menjadi aset utama yang harus dijaga agar perkembangan teknologi blockchain dapat berjalan secara berkelanjutan.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.