Hariankripto – Keamanan informasi menjadi salah satu perhatian utama dalam perkembangan industri aset kripto. Selain menjaga keamanan aset digital, perusahaan penyedia dompet kripto juga menghadapi tantangan dalam melindungi data pribadi pengguna yang berhubungan dengan layanan pendukung.
Kasus terbaru yang melibatkan Trezor menunjukkan bahwa risiko keamanan tidak selalu berasal dari perangkat atau sistem penyimpanan aset. Keterlibatan pihak ketiga dalam proses operasional, seperti layanan logistik dan pengelolaan pesanan, juga dapat memengaruhi tingkat perlindungan data pelanggan.
Trezor memperbarui informasi terkait insiden kebocoran data yang melibatkan penyedia layanan pengiriman ShipMonk. Perusahaan dompet kripto tersebut mengungkapkan bahwa sekitar 81.000 pelanggan terdampak akibat data pribadi yang tersebar.
Sebelumnya, Trezor hanya melaporkan 13.689 pelanggan terbaru yang terkena dampak. Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, perusahaan menemukan sekitar 67.000 pelanggan Amerika Serikat yang membeli perangkat antara November 2019 hingga Agustus 2021 juga mengalami kebocoran informasi.
Data yang terdampak mencakup nama pelanggan, alamat email, nomor telepon, alamat pengiriman, serta nomor pesanan. Meskipun demikian, Trezor menegaskan bahwa sistem internal mereka tetap aman dan tidak mengalami peretasan.
Selain itu, kunci pribadi pengguna atau private key yang tersimpan dalam perangkat Trezor tidak ikut terdampak. Artinya, aset kripto pengguna masih berada dalam kondisi aman selama pengguna tidak memberikan informasi rahasia kepada pihak lain.
‼️ BREAKING: The breach at Trezor's shipping provider ShipMonk is far bigger than first thought. Trezor now puts the number of affected customers at about 81,000, up from 13,689.
— International Cyber Digest (@IntCyberDigest) September 4, 2026
Another 67,000 US buyers who placed orders between November 2019 and August 2021 had names, phone… pic.twitter.com/Kfs9AVpior
Trezor menjelaskan bahwa masalah tersebut berasal dari sistem ShipMonk sebagai mitra pengiriman. Perusahaan menyebut ShipMonk sebelumnya telah beberapa kali memberikan konfirmasi tertulis bahwa seluruh data pelanggan lama sudah dihapus.
Namun, hasil investigasi terbaru menunjukkan bahwa data tersebut masih tersimpan dalam sistem ShipMonk. Kondisi ini membuat Trezor merasa kecewa karena penghapusan data tidak berjalan sesuai komitmen yang telah diberikan.
Setelah kebocoran data Trezor terungkap, perusahaan mengingatkan pengguna agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital. Data seperti email, nomor telepon, dan alamat rumah dapat dimanfaatkan pelaku untuk melakukan serangan phishing.
Melalui akun X resmi miliknya, Trezor menyampaikan bahwa sistem perusahaan tidak mengalami gangguan dan perangkat pengguna tetap aman. Namun, pengguna perlu berhati-hati terhadap email palsu, panggilan telepon mencurigakan, surat palsu, hingga ancaman keamanan fisik.
Trezor juga menegaskan bahwa pengguna tidak boleh membagikan wallet backup kepada siapa pun. Selain itu, pengguna tidak boleh memasukkan frase pemulihan atau recovery seed ke situs web mana pun.
Peringatan tersebut menjadi penting karena pelaku kejahatan dapat menggunakan informasi pribadi korban untuk membuat serangan yang terlihat meyakinkan. Misalnya, pelaku dapat berpura-pura sebagai pihak resmi Trezor lalu meminta pengguna memberikan akses ke dompet kripto mereka.
Karena itu, Trezor meminta pengguna selalu memverifikasi setiap pesan yang masuk dan tidak mengikuti instruksi yang meminta informasi sensitif.
Sebagai langkah tambahan, Trezor mempercepat pengembangan fitur pengiriman anonim. Perusahaan ingin mengurangi jumlah data pribadi yang harus diberikan pelanggan ketika membeli perangkat pada masa mendatang.
Insiden kebocoran data ini juga memunculkan berbagai pertanyaan dari komunitas kripto. Salah satu pengguna dengan akun X @hodllng mempertanyakan alasan ShipMonk tetap menyimpan data pelanggan meskipun sebelumnya telah memberikan konfirmasi penghapusan data.
Pengguna tersebut juga mempertanyakan langkah yang akan dilakukan Trezor agar kejadian serupa tidak kembali terjadi bersama penyedia layanan logistik lainnya. Menurutnya, perusahaan perlu memiliki mekanisme pengawasan yang lebih kuat daripada sekadar mengandalkan perjanjian tertulis.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Trezor menjelaskan bahwa perusahaan sedang berkomunikasi langsung dengan ShipMonk untuk mengetahui detail insiden dan jenis data yang berhasil diakses.
Trezor menyebut ShipMonk telah mengamankan sistem yang terdampak dan meningkatkan perlindungan keamanan setelah kejadian tersebut. Selain itu, perusahaan dompet kripto tersebut juga mempercepat penerapan layanan pengiriman anonim.
Sementara itu, pengguna lain seperti @Defi_Warhol menyampaikan kekecewaannya terhadap pengalaman menggunakan Trezor. Ia mengatakan bahwa Trezor merupakan perangkat cold wallet pertama yang ia gunakan ketika memulai perjalanan di dunia kripto.
I've been a long-time @Trezor user.
— DeFi Warhol (@Defi_Warhol) September 4, 2026
It was the first cold wallet I purchased years ago when I started my crypto journey.
Sadly, my recent experience has made me think of switching to another device, and it's not just because of the leak:
1. Constant useless updates
2.… https://t.co/nZBf5IK2dJ
Namun, kebocoran data tersebut membuatnya mempertimbangkan perangkat lain. Ia menyoroti beberapa masalah seperti pembaruan yang terlalu sering, pengalaman pengguna yang kurang nyaman setelah pembaruan, serta meningkatnya risiko serangan phishing.
Beberapa pengguna lain juga meminta Trezor mengambil tindakan hukum terhadap ShipMonk. Mereka menilai perusahaan perlu memastikan mitra bisnis bertanggung jawab atas kegagalan menjaga data pelanggan.
Menanggapi kritik dari komunitas, Trezor menjelaskan bahwa kerja sama awal dengan ShipMonk pada periode 2019 hingga 2021 belum menerapkan kebijakan penyimpanan data selama 90 hari seperti aturan yang berlaku saat ini.
Walaupun demikian, Trezor menyatakan bahwa mereka tetap meminta ShipMonk menghapus seluruh data pelanggan setelah kerja sama berakhir. Menurut perusahaan, ShipMonk telah memberikan beberapa konfirmasi tertulis terkait penghapusan data tersebut.
Trezor merasa kecewa karena data pelanggan ternyata masih berada dalam sistem ShipMonk meskipun perusahaan telah menerima berbagai jaminan sebelumnya.
Ke depan, Trezor berencana mengurangi ketergantungan terhadap penyimpanan data pribadi melalui sistem pengiriman anonim. Selain itu, perusahaan menyarankan pengguna menggunakan metode pengiriman yang lebih aman seperti kotak pos, loker paket, atau titik pengambilan barang.
Bagi pengguna yang terdampak, Trezor menyatakan telah mengirimkan pemberitahuan secara langsung agar mereka dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan phishing.
Kasus ini menjadi pengingat bagi industri kripto bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada perlindungan aset digital. Pengelolaan data pribadi pengguna juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan komunitas.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.