Hariankripto – Industri kripto kembali menghadapi perhatian besar setelah Tether mengambil tindakan terhadap dana yang memiliki hubungan dengan aktivitas ilegal. Penerbit stablecoin USDT tersebut membekukan aset senilai sekitar $39 juta USDT yang terhubung dengan Xinbi Guarantee.
JUST IN: Tether froze approximately 39.27 million USDT across 10 addresses linked to the escrow platform Xinbi Guarantee on the Tron network. pic.twitter.com/GpzLtXPcZ3
— Whale Insider (@WhaleInsider) September 8, 2026
Xinbi Guarantee adalah sebuah platform escrow berbasis Telegram yang mendapat sorotan karena dugaan keterlibatan dalam transaksi berisiko tinggi. Langkah ini menunjukkan semakin ketatnya pengawasan terhadap penggunaan aset digital, terutama pada jaringan blockchain dengan volume transaksi besar seperti Tron.
Tether kembali mengambil tindakan terhadap aktivitas kripto yang memiliki kaitan dengan dugaan transaksi ilegal. Perusahaan penerbit stablecoin USDT tersebut membekukan dana senilai sekitar $39 juta USDT yang terhubung dengan platform escrow ilegal Xinbi Guarantee.
Platform pelacakan blockchain MistTrack menemukan beberapa alamat dompet yang berkaitan dengan Xinbi. Tim MistTrack menyampaikan bahwa pembekuan tersebut melibatkan 10 alamat dompet pada jaringan Tron. Salah satu alamat menyimpan dana lebih dari $10 juta USDT.
Tether Freezes About $39.3M USDT Across 10 TRON Addresses Linked to Xinbi Guarantee
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) September 8, 2026
MistTrack reported that Tether froze approximately 39.27 million USDT across 10 TRON addresses that MistTrack identified as linked to the Telegram-based escrow platform Xinbi Guarantee. MistTrack… pic.twitter.com/NGo5Tl7MM8
Langkah ini menunjukkan upaya Tether dalam meningkatkan kepatuhan terhadap aturan serta mengurangi penyalahgunaan aset digital. Selain itu, tindakan tersebut memperlihatkan bagaimana perusahaan kripto besar mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.
Sebelumnya, Tether juga melakukan pembekuan dana yang memiliki hubungan dengan Huione Guarantee. Keputusan terbaru terhadap Xinbi menjadi bagian dari rangkaian tindakan untuk menghadapi aktivitas ilegal yang memanfaatkan ekosistem kripto.
Xinbi Guarantee merupakan platform escrow berbahasa Mandarin yang muncul melalui Telegram sekitar tahun 2022. Platform ini menyediakan layanan transaksi dengan sistem jaminan yang awalnya bertujuan mempertemukan pembeli dan penjual.
Namun, laporan TRM Labs menyebut Xinbi sebagai salah satu pasar kripto ilegal terbesar di Asia Tenggara. Platform tersebut diduga menangani transaksi sekitar $24,2 miliar yang berkaitan dengan aktivitas penipuan dan kejahatan siber.
Selain Xinbi, alat pembayaran ilegal Xpay yang memiliki hubungan dengan Xinbi Guarantee juga mengumumkan penghentian layanan melalui kanal resminya. Situasi ini memperlihatkan dampak langsung dari tindakan Tether terhadap jaringan transaksi yang memiliki risiko tinggi.
Kemudian, Inggris juga memberikan tekanan terhadap Xinbi melalui sanksi pada Maret 2026. Telegram sebelumnya telah menghapus beberapa akun yang berkaitan dengan aktivitas serupa pada Mei 2025.
Setelah Tether membekukan sejumlah alamat, Xinbi Guarantee mengumumkan perubahan metode pembayaran. Platform tersebut menyatakan hanya akan mendukung transaksi menggunakan USDD sebagai aset jaminan.
USDD merupakan stablecoin yang berjalan pada jaringan Tron. Justin Sun, pendiri Tron, beberapa kali menyampaikan bahwa USDD tidak akan mengalami pembekuan seperti aset tertentu.
Perubahan tersebut menarik perhatian komunitas kripto karena terjadi setelah pembekuan USDT. Beberapa analis melihat keputusan Xinbi sebagai respons terhadap meningkatnya pengawasan terhadap penggunaan USDT dalam transaksi berisiko.
Selain itu, perpindahan aset dari satu stablecoin ke stablecoin lain tidak langsung menghapus risiko penyalahgunaan. Aktivitas blockchain tetap dapat dianalisis melalui jejak transaksi yang tercatat secara publik.
Kasus Xinbi memberikan gambaran mengenai tantangan industri kripto dalam menjaga keseimbangan antara desentralisasi dan kepatuhan regulasi. Blockchain menawarkan transparansi transaksi, tetapi pelaku ilegal tetap mencoba memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyembunyikan aktivitas mereka.
Pembekuan dana oleh Tether menunjukkan bahwa penerbit stablecoin memiliki peran besar dalam menjaga keamanan ekosistem. Langkah tersebut juga memperkuat pentingnya sistem analisis blockchain untuk mendeteksi pola transaksi mencurigakan.
Beberapa pegiat kripto memberikan tanggapan terkait keputusan tersebut melalui media sosial X. Tim Bitrace melalui akun @Yuri_miao menyebut bahwa perpindahan penggunaan USDD sebagai jaminan muncul bersamaan dengan laporan investigasi risiko pencucian uang terkait USDD yang sebelumnya dibuat untuk kebutuhan internal.
Sementara itu, pengguna X dengan nama @somaxbt mengomentari bahwa keputusan tersebut dapat memunculkan perdebatan mengenai hubungan antara stablecoin, kepatuhan, dan aktivitas ilegal dalam jaringan Tron.
Pada akhirnya, kasus pembekuan $39 juta USDT dari Xinbi menjadi pengingat bahwa industri kripto terus menghadapi tekanan untuk meningkatkan keamanan. Pengguna dan investor perlu memahami bahwa transparansi blockchain tidak menghilangkan risiko penipuan, sehingga pemeriksaan terhadap platform dan layanan kripto tetap menjadi langkah penting.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.