Hariankripto – Strategy baru saja merilis pengumuman mengenai pembagian dividen mereka. Mereka mengklaim cadangan Bitcoin perusahaan mampu membayar dividen hingga 32 tahun ke depan. Namun angka ini sebenarnya menyusut sangat tajam. Pada November tahun lalu Strategy masih mencatat kemampuan pembayaran hingga 71 tahun. Penurunan drastis ini langsung menarik perhatian banyak pihak di pasar kripto.
Harga Kripto Merosot Ancam Ketahanan Pembagian Dividen Strategy
Saat ini Strategy memegang sekitar 847 ribu koin Bitcoin. Nilai total aset tersebut mencapai 55 miliar USD dengan asumsi harga koin sekitar 65 ribu USD. Selanjutnya Strategy membutuhkan dana sebesar 1,7 miliar USD setiap tahun. Dana ini berfungsi memenuhi kewajiban pembayaran dividen dan bunga tahunan.
Strategy merasa sangat yakin mampu memenuhi tagihan tersebut tanpa menjual satupun aset kripto. Keyakinan ini bertumpu pada asumsi imbal hasil tahunan sebesar tiga koma satu persen. Meskipun demikian fakta penyusutan durasi pembayaran tetap memicu kekhawatiran. Penurunan nilai ini mencerminkan ketergantungan ketat kas perusahaan terhadap pergerakan harga pasar.
Analis Soroti Risiko Penjualan Aset Kripto
Kondisi ini tentu memicu perdebatan sengit di kalangan pakar keuangan. Seorang analis CryptoQuant bernama Julio Moreno memberikan pandangan kritis mengenai klaim tersebut. Moreno menyebut angka 32 tahun bisa menyusut jauh lebih cepat. Situasi ini bisa memburuk apabila Strategy mulai menjual Bitcoin untuk mendanai pembayaran dividen mereka.
🚨 STRATEGY'S DIVIDEND COVERAGE CLAIM IS SHRINKING FASTER THAN EXPECTED
— Coin Bureau (@coinbureau) June 18, 2026
Last November, Strategy claimed it had 71 years of dividend coverage. Today, that figure has fallen to 32 years.
This number could shrink even faster if Strategy is forced to sell Bitcoin to fund payouts,… pic.twitter.com/s4qZIbhY43
Aksi jual dalam jumlah besar pasti menekan harga koin jatuh lebih dalam. Kemudian penurunan harga Bitcoin akan memangkas nilai cadangan perusahaan secara langsung. Akibatnya ketahanan finansial yang Strategy miliki akan hancur secara perlahan.
Peter Schiff Lontarkan Kritik Sangat Tajam
Setelah laporan tersebut terbit tokoh pasar keuangan Peter Schiff langsung merespons cepat. Analis asal Amerika Serikat dengan julukan Dr Doom ini menyoroti banyak kelemahan dalam perhitungan Strategy. Schiff menilai perhitungan tersebut terlalu mengandalkan skenario paling sempurna. Strategy berasumsi mereka tidak menaikkan nilai dividen dan tidak menerbitkan saham preferen baru. Perusahaan juga sangat berharap harga Bitcoin tidak terus merosot.
Kenyataannya jika Strategy mulai melepas aset demi menutupi kewajiban harga koin akan longsor sangat cepat. Pada akhirnya rentetan peristiwa ini akan menghabiskan seluruh cadangan perusahaan dalam waktu singkat. Meskipun mendapat banyak kritik para pendukung perusahaan tetap menunjuk riwayat kenaikan harga masa lalu dan keuntungan bisnis perangkat lunak sebagai pelindung utama.























