Hariankripto – Selama 16 tahun, satu pertanyaan menghantui dunia kripto. Siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto? Pemerintah di Amerika Serikat sudah menyelidiki. Jurnalis menghabiskan bertahun-tahun mengejar petunjuk. Craig Wright bahkan mengklaim gelar itu di pengadilan sebelum terbukti sebagai penipu. Namun, tidak ada yang berhasil membuktikan siapa pencipta Bitcoin sesungguhnya.
Kini, sebuah dokumenter baru berjudul “Finding Satoshi” mengklaim memiliki jawabannya. Film ini dirilis pada hari Rabu lalu. Dokumenter ini merupakan hasil investigasi empat tahun yang dipimpin oleh penulis bestseller New York Times, William D. Cohan. Tim investigasi juga melibatkan penyelidik swasta Tyler Maroney dari Quest Research and Investigations.
Enam Kandidat Utama dan Proses Eliminasi
Investigasi dimulai dengan mengidentifikasi enam kandidat terkuat. Daftar pendek mencakup Adam Back, Nick Szabo, Hal Finney, Len Sassaman, Paul Le Roux, dan Wei Dai. Tim kemudian melakukan analisis mendalam terhadap setiap kandidat.
Data scientist Alyssa Blackburn menganalisis aktivitas mining dan komunikasi awal Satoshi. Dia menemukan fakta penting. Nakamoto aktif terutama antara pukul 6 pagi hingga 10 malam waktu PST. Dari enam kandidat, hanya Finney dan Sassaman yang cocok dengan jendela waktu tersebut.
Blackburn menyebut mustahil bagi Back, Szabo, atau Dai sebagai Satoshi berdasarkan temuan itu saja. Dokumenter ini berbeda dengan investigasi New York Times. NYT sebelumnya menunjuk kriptografer Inggris Adam Back sebagai kandidat paling mungkin. Mereka menganalisis pola tulisan dari 134.308 postingan mailing list cypherpunk.
Bukti Kuat Mengarah ke Hal Finney dan Len Sassaman
Dokumenter tersebut menyediakan beberapa teori . Hal Finney menulis kode Bitcoin. Len Sassaman menangani semua tulisan, termasuk white paper sembilan halaman.
Kasus Hal Finney: Finney adalah kriptografer dan kontributor PGP. Dia menjadi orang pertama yang menerima Bitcoin dari Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Finney juga mengembangkan Reusable Proofs of Work. Sistem ini memiliki kemiripan struktural dengan Bitcoin.
Will Price, co-founder PGP Corp., memberikan kesaksian penting. Dia menunjuk jeda dua bulan sebelum genesis block Bitcoin. Selama periode itu, Finney tidak membuat commit apapun ke pekerjaan PGP-nya. Price mencatat Finney sedang coding dalam C++ di Windows saat itu. Bahasa dan platform yang sama digunakan untuk klien Bitcoin asli.
Fran Finney, istri dari Hal Finney berpartisipasi dalam dokumenter. Dia menyatakan percaya suaminya “mungkin memainkan peran” dalam penciptaan Bitcoin. Namun, dia tidak menegaskan Finney menulis white paper.
Kasus Len Sassaman: Sassaman adalah kriptografer dan cypherpunk. Dia belajar di bawah David Chaum, tokoh pendiri kriptografi modern dan uang digital. Sassaman tinggal di Eropa selama periode aktif Bitcoin. Dia secara rutin menggunakan ejaan Inggris dalam tulisannya. Ini konsisten dengan gaya dokumentasi Satoshi.
Sassaman meninggal bunuh diri pada Juli 2011. Waktu ini sekitar enam bulan setelah postingan publik terakhir Satoshi. Bram Cohen, pencipta BitTorrent dan teman dekat keduanya, mendukung teori ini. Dia menyebut minat keduanya cocok persis dengan profil Satoshi.
Meredith L. Patterson, pasangan dari Sassaman, tampil dalam dokumenter. Dia mengkonfirmasi Sassaman sangat tertarik dengan pseudonim. Sassaman juga aktif bekerja menghindari deteksi stylometric. Teknik ini mengidentifikasi penulis melalui pola tulisan.
Inkonsistensi yang Masih Menjadi Pertanyaan
Satu masalah utama dengan teori Finney adalah gaya penulisan. Satoshi Nakamoto konsisten menggunakan ejaan Inggris di seluruh white paper dan postingan forum. Finney tidak melakukan hal tersebut. Bahkan analisis stylometric NYT menemukan Finney sangat dekat dengan Back. Hasil awal disebut tidak konklusif sebelum metodologi disesuaikan.
Dokumenter berteori Sassaman menangani semua tulisan untuk menutupi inkonsistensi ini. Sassaman tinggal di Eropa dan terbiasa dengan ejaan Inggris. Namun, tidak ada bukti kriptografis yang terpampang nyata. Kunci privat Satoshi tidak pernah ditandatangani oleh siapapun.
Cohen juga membahas kritik publik Sassaman terhadap Bitcoin. Dia menyarankan itu adalah taktik yang sengaja. Tujuannya mengalihkan kecurigaan dari identitas tersembunyi.
Kesimpulan
“Finding Satoshi” menyajikan kasus terstruktur dengan bukti pendukung. Dokumenter mengklaim Hal Finney dan Len Sassaman bersama-sama menciptakan Bitcoin. Jeda waktu, aktivitas coding, pola linguistik, dan kesaksian dari janda keduanya membentuk inti argumen.
Namun, inkonsistensi kunci tetap ada. Ejaan Inggris dalam tulisan Finney menjadi pertanyaan besar. Tidak ada bukti kriptografis yang dipresentasikan. Identitas Satoshi Nakamoto secara resmi tetap belum terkonfirmasi.
Misteri 16 tahun ini mungkin mendekati jawaban. Atau mungkin akan tetap menjadi teka-teki terbesar dalam sejarah teknologi keuangan.


















