Hariankripto – Pemerintah India kini menguji coba mata uang digital bank sentral (CBDC) bernama e-rupee untuk menyalurkan dana bantuan sosial langsung kepada petani dan penerima subsidi pangan. Langkah ini bertujuan memangkas korupsi dan mempercepat adopsi CBDC di negara tersebut.
Reserve Bank of India (RBI) mengaktifkan sekitar 10 program pilot untuk mengintegrasikan e-rupee ke dalam sistem kesejahteraan senilai $80 miliar . Dana kini mengalir langsung ke dompet digital penerima tanpa perantara, sehingga petani dan penerima subsidi pangan menerima uang secara instan.
Fitur utama sistem ini terletak pada sifat programmable money. Penerima hanya bisa membelanjakan dana untuk keperluan tertentu seperti benih, pupuk, atau bahan pangan pokok. Negara bagian Maharashtra dan Gujarat sudah menguji sistem ini dengan membatasi lokasi penggunaan dana.
Mengapa India Gencar Mendorong Adopsi CBDC?
India meluncurkan e-rupee pada Desember 2022, tetapi pertumbuhannya masih lambat. Hingga kini, e-rupee baru menjangkau sekitar 10 juta pengguna dengan total transaksi mendekati $3,6 miliar.
Bandingkan dengan sistem UPI (Unified Payments Interface) yang memproses lebih dari $22,6 miliar transaksi hanya pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan masyarakat India sudah memiliki opsi pembayaran digital yang efisien.
RBI kini mengubah strategi dengan menargetkan use case nyata, khususnya melalui pembayaran pemerintah. Pendekatan ini memungkinkan adopsi tumbuh secara langsung tanpa harus bersaing frontal dengan UPI.
Keunggulan e-Rupee dalam Sistem Kesejahteraan
Sistem baru ini membawa beberapa keuntungan signifikan bagi India. Pertama, dana langsung sampai ke tangan penerima yang berhak. Proses ini memangkas kebocoran dan penyalahgunaan anggaran yang selama ini menjadi masalah klasik.
Kedua, pembayaran berlangsung lebih cepat dan transparan. Pemerintah bisa melacak setiap transaksi dengan mudah, memastikan dana digunakan sesuai peruntukannya. Ketiga, efisiensi distribusi meningkat drastis. Petani tidak perlu lagi menunggu berhari-hari untuk menerima subsidi mereka.
Kekhawatiran Soal Kontrol dan Kebebasan Finansial
Meski menawarkan banyak manfaat, e-rupee juga menuai kritik tajam. Para pengkritik menilai programmable money membatasi kebebasan pengguna. Penerima tidak bisa membelanjakan uang sesuai keinginan mereka sendiri. Hal ini memunculkan pertanyaan serius tentang kontrol finansial dan privasi.
Sebagian pihak juga meragukan efektivitas strategi ini. Memaksa adopsi melalui program bantuan sosial mungkin tidak menciptakan minat pengguna jangka panjang. India juga menghubungkan proyek CBDC dengan ambisi globalnya. Negara ini tengah menjajaki kemungkinan menghubungkan CBDC dalam kelompok BRICS untuk mempercepat pembayaran lintas negara dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Kesimpulan
India mengambil langkah berani dengan mengintegrasikan e-rupee ke dalam sistem kesejahteraan sosialnya. Jika adopsi tumbuh, CBDC bisa menjadi bagian penting dari keuangan sehari-hari masyarakat India. Namun, jika strategi ini gagal, sistem UPI kemungkinan akan terus mendominasi lanskap pembayaran digital di negara tersebut.





















