Hariankripto – Baru-baru ini, Cathie Wood dan Changpeng Zhao membahas Bitcoin, siklus pasar, dan flash crash kripto pada 11 Oktober 2025. Pembahasan ini terjadi dalam sebuah podcast terbaru dan menjadi viral di komunitas kripto. Flash crash ini menghapus lebih dari 19,5 miliar dolar AS di posisi leverage hanya dalam 24 jam.
Penyebab flash crash karena pengumuman tarif 100% impor China dari Presiden Trump. Bitcoin (BTC) sempat mencapai puncak $125.000 sebelum turun ke $101.000 dalam hitungan jam dan belum kembali ke ATH sejak itu.
Cathie Wood Bersihkan Nama Binance
Wood menegaskan bahwa Binance tidak memicu crash besar tersebut. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada masalah perangkat lunak, penyebab utama adalah kepanikan pasar terkait tarif dan kondisi pasar yang sangat tegang. CZ menyambut klarifikasi Wood karena komentar sebelumnya tersebar luas di media Tiongkok, di mana banyak yang menyalahkan Binance. Wood juga mengakui bahwa pernyataannya sebelumnya banyak disalahpahami di luar konteks.
Changpeng Zhao Bagikan Pandangan Bullish Bitcoin
Diskusi berlanjut ke masa depan Bitcoin dan apakah siklus empat tahunan masih berlaku. CZ mencatat bahwa Bitcoin mengalami pelemahan memasuki 2026 setelah reli kuat 2025, tetapi faktor makro utama bisa mempercepat pemulihan. Kondisi pasar saham yang membaik di bawah administrasi Trump, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan minat pada emas bisa mendorong Bitcoin tetap diminati sebagai aset alternatif. Zhao menekankan bahwa investor yang memiliki likuiditas lebih cenderung diversifikasi ke kripto.
Pemulihan Bitcoin Bisa Lebih Cepat
Meski volatilitas tetap tinggi, CZ menyoroti bahwa Bitcoin bertahan di atas level support utama sebelumnya, yang menjadi sinyal positif. CZ berharap koreksi terburuk telah berakhir, meski menekankan pernyataannya bukan saran finansial. Wood mendukung pandangan jangka panjang Bitcoin, menyebut bahwa investor institusional semakin aktif masuk saat koreksi terjadi, menunggu kesempatan sesuai siklus empat tahunan. Investor kini memantau apakah reli besar berikutnya mulai terbentuk setelah turbulensi pasar baru-baru ini.






















