Hariankripto – Strategy kembali menggebrak dunia kripto dengan narasi baru seputar Bitcoin. CEO Phong Le mengungkapkan perusahaan tengah membangun sistem berbasis yield yang menempatkan BTC sebagai fondasi utama.
Le menyebut pendekatan ini sebagai “digital credit ecosystem” atau ekosistem kredit digital. Perusahaan mengalokasikan modal ke strategi terkait Bitcoin dengan target return hingga 30%, lalu membagikan sebagian keuntungan kepada investor pemegang saham preferen seperti STRC.
Model bisnis ini menyerupai cara kerja bank tradisional, tetapi dengan Bitcoin sebagai lapisan dasar penghasil yield, bukan pinjaman konsumen atau bisnis.
Cara Kerja Model Kredit Digital Strategy
Phong Le menjelaskan struktur model ini secara gamblang dengan empat tahapan utama. Tahap pertama, Strategy mengumpulkan modal dari investor. Proses ini mirip dengan bank yang menghimpun dana deposito nasabah. Para investor ini menjadi “pemegang modal” dalam sistem.
Tahap kedua, perusahaan yang Saylor pimpin menyalurkan modal tersebut ke Bitcoin. Berbeda dengan bank yang memberikan kredit rumah atau kendaraan, perusahaan mengalokasikan dana ke peluang terkait Bitcoin dengan target eksposur yield tinggi sekitar 30% ARR.
Tahap ketiga, yield tercipta dari interaksi modal dengan ekosistem Bitcoin. Meski mekanisme detailnya belum diungkap sepenuhnya, intinya Bitcoin menjadi lapisan dasar tempat return dihasilkan.
Tahap keempat, perusahaan membagikan sebagian yield kepada investor. Le menyebutkan return berkisar 7,5% hingga 11,5% mengalir kembali ke pemegang saham preferen.
Strategy Adopsi Playbook Perbankan untuk Bitcoin
Le secara langsung membandingkan model ini dengan sistem perbankan tradisional. Bank menyalurkan pinjaman dengan return 5% hingga 30% tergantung risiko, lalu membagi sebagian keuntungan kepada deposan.
Perbedaan mendasarnya terletak pada objek alokasi modal. Strategy tidak memberikan pinjaman ke konsumen atau bisnis, melainkan menempatkan modal ke Bitcoin sebagai inti penghasil yield.
“Bank menghasilkan yield 5-30% dari pinjaman, lalu membagi sebagian ke deposan. Begitulah cara kerja ekosistem kredit digital,” jelas Le.
Le juga menegaskan posisi unik perusahaannya dalam ekosistem ini.
“Jadi seluruh ekosistem bank itu dan kami bukan bank, ya? Tapi ekosistem bank yang menyalurkan pinjaman, mendapat persentase, dan memberikan sebagian kembali ke pemegang modal, itulah kredit digital,” tambah Le.
Bitcoin Berpotensi Jadi Fondasi Sistem Kredit Digital Baru
Jika model ini berkembang, peran Bitcoin bakal bergeser secara signifikan. Bitcoin (BTC) tidak lagi sekadar aset yang dipegang untuk keuntungan jangka panjang, tetapi menjadi bagian dari sistem tempat uang mengalir masuk, menghasilkan yield, dan membayar keluar.
Konsep ini menyerupai pasar kredit tradisional, tetapi dibangun di atas Bitcoin sebagai lapisan dasar. Memang masih terlalu dini untuk menyimpulkan keberhasilan model ini. Namun strategi Strategy membuka ruang bagi investor untuk mempertimbangkan skenario baru: Bitcoin sebagai fondasi sistem kredit digital masa depan.
Langkah berani Phong Le ini bisa mengubah cara pandang institusi terhadap Bitcoin, dari sekadar store of value menjadi mesin penghasil yield dalam ekosistem keuangan modern.




















