Hariankripto – CEO Kalshi, Tarek Mansour secara terbuka mendukung rancangan undang-undang yang diajukan Anggota Kongres Ritchie Torres untuk melarang insider trading di pasar prediksi. Dukungan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran industri setelah dugaan aktivitas insider trading terjadi di platform prediksi offshore yang tidak teregulasi.
Melalui postingan LinkedIn pada hari Rabu, Mansour menegaskan bahwa Kalshi sejak awal sudah menerapkan aturan larangan insider trading sebagai bagian dari kerangka regulasi mereka. Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara platform teregulasi di AS dengan platform offshore yang beroperasi tanpa pengawasan.
Kalshi Tegaskan Larangan Insider Trading Sudah Berlaku Sejak Hari Pertama
Mansour menegaskan: Â “Insider trading dilarang di Kalshi dan selalu seperti itu.”
CEO Kalshi tersebut mengkritik beberapa laporan media yang mencampuradukkan pasar prediksi teregulasi dengan platform offshore tidak teregulasi. Menurutnya, apa yang platform non-Amerika lakukan yang tidak teregulasi sama sekali tidak ada hubungannya dengan praktik platform Amerika yang teregulasi.
Kalshi beroperasi sebagai bursa yang diregulasi secara federal oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Mansour menjelaskan bahwa perusahaannya menganut pendekatan “regulasi terlebih dahulu” karena mereka percaya ini adalah hal yang benar untuk dilakukan.
“Pasar keuangan memiliki risiko dan regulasi membantu memitigasi risiko tersebut,” tulis Mansour.
Kalshi bahkan menunda peluncuran platform mereka selama bertahun-tahun hingga mendapatkan persetujuan regulasi AS. Aturan insider trading yang Kalshi terapkan langsung beradaptasi terhadap peraturan yang berlaku di NYSE dan Nasdaq.
Siapa pun yang memiliki informasi material non-publik tentang suatu pasar tidak boleh melakukan trading, baik itu pegawai pemerintah, pembuat kebijakan, eksekutif, atau siapa pun yang memegang informasi yang secara hukum tidak boleh mempublikasikannya.
“Jika seseorang melanggar aturan ini, mereka melakukan kejahatan keuangan,” jelas Mansour
Perbedaan Penting Platform Teregulasi dan Offshore yang Sering Terabaikan
Mansour menyoroti masalah utama yang kerap terjadi di industri baru yaitu perbedaan antara pemain teregulasi dan tidak teregulasi sering hilang dalam kebisingan informasi.
Mansour bahkan memilah – milah mana platfrom teregulasi dan non teregulasi di AS yaitu:
| Platform Teregulasi | Platform Tidak Teregulasi |
|---|---|
| Robinhood | NoBrokerLicenseBuyStocks.com |
| Coinbase | OffshoreTradeCryptoThing.com |
| Nasdaq | BuyFOREXHereButOnlyAcceptsWires.com |
| Kalshi | Platform Offshore Prediksi |
CEO Kalshi tersebut menekankan bahwa kasus-kasus dugaan insider trading yang belakangan ini mencuat terjadi di platform offshore tidak teregulasi, bukan di platform teregulasi seperti Kalshi.
“Mengkritik Nasdaq untuk sesuatu yang dilakukan broker forex asing adalah hal yang tidak masuk akal. Justru hal itu malah membantu pemain asing tersebut,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi peringatan penting bagi publik dan media untuk lebih cermat dalam memahami lanskap industri pasar prediksi secara akurat.
Mengapa Kalshi Mendukung RUU Ritchie Torres?
Mansour menyatakan dukungan penuh terhadap RUU yang akan Ritchie Torres ajukan untuk menegaskan larangan insider trading di pasar prediksi. Alasannya sederhana karena Kalshi sudah menerapkan aturan tersebut.
Namun, Mansour memberikan catatan penting. RUU Amerika ini hanya berlaku untuk perusahaan Amerika yang teregulasi, bukan untuk perusahaan non-Amerika yang tidak teregulasi padahal di situlah dugaan masalah sebenarnya terjadi.
“Pasar prediksi, seperti industri lainnya, bukanlah sesuatu yang monolitik. Ada perbedaan-perbedaan penting yang perlu diperhatikan,” tutup Mansour.
Dukungan Kalshi terhadap RUU ini menunjukkan komitmen platform teregulasi untuk menjaga integritas industri. Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi investor dan pengguna yang menginginkan transparansi dan perlindungan hukum dalam aktivitas trading di pasar prediksi.
Bagi industri pasar prediksi yang masih berkembang, kejelasan regulasi menjadi pondasi penting untuk membangun kepercayaan publik di masa depan.



















