Hariankripto – Avalanche Foundation memperkenalkan agenda riset ekonomi baru untuk memperkuat hubungan antara pertumbuhan ekosistem dan nilai AVAX. Agenda tersebut memakai kerangka Measure, Capture, Distribute atau mengukur, menangkap, dan mendistribusikan nilai.
Langkah ini berangkat dari masalah umum dalam jaringan blockchain. Aktivitas pengguna dapat menghasilkan nilai ekonomi tanpa memberikan dampak langsung kepada token asli jaringan.
Aplikasi, pengembang, dan pengguna terus menciptakan transaksi serta pendapatan. Namun, protokol membutuhkan mekanisme khusus agar sebagian nilai tersebut dapat mendukung AVAX.
Avalanche Foundation Unveils Economic Framework For $AVAX Value Accrual
— BSCN (@BSCNews) July 30, 2026
The Avalanche Foundation (@AvalancheFDN) releases its official Economic Research Agenda, shifting the protocol’s focus toward systematic value capture for $AVAX.
The foundation introduces "Gross Chain… pic.twitter.com/tep6xXn3ur
Melalui agenda ini, Avalanche Foundation ingin membangun sistem ekonomi yang lebih terukur. Tim juga akan meneliti tokenomics, insentif staking, pembagian pendapatan, serta hubungan antara aktivitas jaringan dan permintaan token.
Avalanche Mengukur Aktivitas Ekonomi Jaringan
Avalanche Foundation menempatkan proses pengukuran sebagai tahap pertama. Protokol tidak dapat menangkap nilai ekonomi sebelum memahami sumber dan besarnya nilai tersebut.
Untuk itu, Foundation memperkenalkan Gross Chain Product atau GCP. Metrik ini mengukur seluruh output ekonomi yang muncul dalam ekosistem Avalanche.
GCP memiliki fungsi yang menyerupai produk domestik bruto dalam ekonomi suatu negara. Namun, metrik ini berfokus pada aktivitas yang terjadi secara langsung di dalam jaringan blockchain.
Avalanche Foundation ingin memakai GCP sebagai kerangka yang transparan dan dapat diaudit. Dengan demikian, tim dapat melihat kontribusi aplikasi, transaksi, pengguna, serta pengembang terhadap ekonomi jaringan.
Selain GCP, agenda riset tersebut juga mencakup Gross Chain Income atau GCI. Metrik ini mengukur arus pendapatan yang lebih luas dalam ekosistem.
GCI dapat mencakup biaya transaksi, pendapatan aplikasi, imbalan validator, dan sumber pemasukan lainnya. Kedua metrik tersebut akan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi Avalanche.
Selanjutnya, hasil pengukuran dapat membantu Foundation membuat kebijakan berbasis data. Tim tidak perlu hanya mengandalkan jumlah transaksi atau total nilai terkunci sebagai indikator pertumbuhan.
Emin Gün Sirer, pendiri sekaligus CEO Ava Labs, menilai lapisan ekonomi Avalanche membutuhkan pendekatan yang sama seriusnya dengan pengembangan protokol konsensus. Menurutnya, pengukuran yang tepat akan membantu tim merancang mekanisme ekonomi yang lebih kuat.
Aktivitas Ekosistem Perlu Mendukung Nilai AVAX
Avalanche Foundation menyoroti kesenjangan antara pertumbuhan aktivitas jaringan dan nilai token. Peningkatan penggunaan blockchain tidak selalu meningkatkan permintaan terhadap AVAX.
Sebagai contoh, sebuah aplikasi dapat memperoleh banyak pengguna dan menghasilkan pendapatan besar. Namun, seluruh keuntungan tersebut dapat mengalir kepada pengembang atau penyedia layanan tanpa menyentuh token AVAX.
Kondisi itu menunjukkan bahwa nilai ekonomi tidak berpindah secara otomatis kepada token jaringan. Protokol perlu membangun jalur yang menghubungkan aktivitas ekosistem dengan nilai AVAX.
Chief Investment Officer Avalanche Foundation, Matias Antonio, menyebut masalah tersebut sebagai fokus utama agenda riset. Tim ingin menghubungkan output ekosistem dengan proses akumulasi nilai AVAX.
Our economics research agenda is public as of today.
— Matias (@frostLedger) July 30, 2026
The central problem we're working on: connecting ecosystem output to AVAX value accrual.
Value created onchain doesn't route itself to the token securing the network. That takes deliberate design. That’s what we are working… https://t.co/G4Xra8qQv3
Setelah mengukur aktivitas ekonomi, Avalanche akan mempelajari cara menangkap sebagian nilai tersebut. Foundation dapat meneliti mekanisme biaya, pembelian token, pembakaran token, atau penggunaan AVAX dalam layanan tertentu.
Namun, tim belum menetapkan satu mekanisme final. Agenda riset akan menguji berbagai pendekatan sebelum Foundation menjalankan perubahan besar.
Pendekatan tersebut dapat mengurangi risiko kebijakan tokenomics yang tidak efektif. Selain itu, data dapat membantu tim memahami dampak setiap mekanisme terhadap pengguna, validator, pengembang, dan pemegang AVAX.
Distribusi Nilai Menjadi Tahap Terakhir
Tahap terakhir dalam agenda Avalanche berfokus pada distribusi nilai. Setelah protokol mengukur dan menangkap nilai ekonomi, jaringan perlu membagikan manfaatnya kepada pihak yang mendukung ekosistem.
Distribusi tersebut dapat melibatkan validator, pemegang token, pengembang aplikasi, dan komunitas. Setiap kelompok memiliki peran berbeda dalam menjaga pertumbuhan jaringan.
Validator menjaga keamanan dan memproses transaksi. Sementara itu, pengembang menciptakan aplikasi yang menarik pengguna baru. Pemegang token juga menyediakan dukungan ekonomi melalui staking dan partisipasi dalam ekosistem.
Karena itu, Avalanche Foundation akan meneliti desain insentif yang lebih seimbang. Tim ingin memastikan bahwa mekanisme distribusi tidak hanya menguntungkan satu kelompok.
Agenda tersebut juga membuka peluang penelitian mengenai pembagian pendapatan. Protokol dapat mengarahkan sebagian pemasukan jaringan untuk mendukung keamanan, pengembangan aplikasi, atau permintaan AVAX.
Komunitas Avalanche menyambut agenda ini dengan respons positif. Sejumlah anggota memuji keterbukaan Foundation dalam menjelaskan masalah ekonomi yang ingin mereka selesaikan.
Beberapa pengguna X juga membagikan meme bertuliskan Make C-Chain Great Again. Ungkapan tersebut menunjukkan dukungan komunitas terhadap upaya memperkuat aktivitas dan nilai ekonomi C-Chain.
























