Hariankripto – XRP Ledger terus memperkuat posisinya sebagai infrastruktur blockchain untuk kebutuhan institusi keuangan. Melalui upgrade XRP Ledger 3.3.0 ini akan menghadirkan lima fitur baru yang berfokus pada privasi token, efisiensi transaksi, kontrol akses, serta dukungan terhadap aset digital yang lebih fleksibel.
Menurut Head of Product RippleX Jazzi Cooper melalui akun X, rilis xrpld 3.3.0 membawa lima amendment yang membuat XRPL semakin dekat dengan kebutuhan dunia keuangan modern. Selain itu, pembaruan ini memberikan fondasi yang lebih kuat bagi bank, penerbit aset digital, dan perusahaan yang ingin menggunakan blockchain publik dengan standar operasional institusi.
Sebelumnya, XRP Ledger juga merilis versi 3.2.1 pada 1 Agustus 2026 untuk mengatasi masalah manifest flood. Pembaruan tersebut memperkenalkan empat batas keamanan pada sistem manifest agar jaringan tetap stabil dan validator dapat menjaga performa jaringan.
Lima Fitur Baru XRP Ledger 3.3.0 untuk Ekosistem Institusi
Fitur pertama dalam upgrade XRP Ledger 3.3.0 adalah Confidential MPT. Teknologi ini memberikan kemampuan privasi pada Multi-Purpose Tokens (MPT) melalui kombinasi zero-knowledge proof dan enkripsi elliptic curve.
Dengan fitur tersebut, penerbit token dan pemegang aset dapat menjaga kerahasiaan jumlah saldo serta nilai transfer pada blockchain publik. Namun, pihak tertentu seperti auditor atau regulator tetap dapat melakukan verifikasi apabila diperlukan.
XRPL has already proven it can support tokenized assets at scale. Now it’s time to put these assets to use: global transfers, trading, collateralizing, and settling.
— Jazzi Cooper (@jazzicoop) July 31, 2026
The upcoming release of xrpld 3.3.0 includes five amendments that move XRPL significantly closer to that goal.…
Selanjutnya, XRPL memperkenalkan fitur Batch yang memungkinkan hingga delapan transaksi dari akun berbeda berjalan dalam satu proses atomik. Artinya, seluruh transaksi akan berhasil secara bersamaan atau seluruh transaksi akan gagal.
Kemampuan tersebut membuka peluang penggunaan skema delivery-versus-payment (DvP) dan penyelesaian transaksi institusional tanpa membutuhkan pihak ketiga sebagai penjamin. Karena itu, fitur Batch dapat membantu perusahaan menjalankan aktivitas keuangan yang membutuhkan tingkat kepastian tinggi.
Selain itu, Permission Delegation memberikan mekanisme pengaturan akses yang lebih fleksibel. Institusi dapat memberikan izin transaksi tertentu kepada tim operasional tanpa menyerahkan kendali penuh terhadap kunci utama.
Model ini mendukung konsep pemisahan tugas dalam perusahaan. Misalnya, departemen treasury tetap memegang kendali atas kunci penerbitan token, sementara tim perdagangan memperoleh izin terbatas untuk melakukan aktivitas tertentu sesuai aturan yang telah ditentukan.
XRP Ledger Memperkuat Infrastruktur Aset Digital Global
Di sisi lain, upgrade XRP Ledger 3.3.0 juga menghadirkan Sponsored Fees and Reserves. Fitur ini memungkinkan sponsor seperti bank, penerbit aset, atau platform digital membayar biaya transaksi serta cadangan akun bagi pengguna lain.
Dengan mekanisme tersebut, pengguna tidak perlu memiliki XRP terlebih dahulu untuk berinteraksi dengan jaringan. Oleh karena itu, fitur ini dapat mengurangi hambatan awal bagi pengguna baru dan meningkatkan pengalaman penggunaan aplikasi berbasis XRPL.
Kemudian, Dynamic MPT memberikan fleksibilitas lebih besar bagi penerbit Multi-Purpose Tokens. Sebelumnya, penerbit harus membuat token baru apabila ingin mengubah beberapa karakteristik aset setelah penerbitan.
Melalui Dynamic MPT, penerbit dapat menentukan sejak awal bagian mana yang dapat mengalami perubahan di masa depan. Fitur ini membantu perusahaan menyesuaikan aset digital dengan kebutuhan bisnis dan perkembangan regulasi tanpa melakukan migrasi penuh.
Namun, seluruh fitur tersebut tidak langsung aktif setelah rilis. Validator XRPL perlu memberikan persetujuan melalui proses voting sebelum setiap amendment berjalan pada jaringan utama.
Cooper menjelaskan bahwa XRPL telah membuktikan kemampuannya dalam mendukung tokenisasi aset berskala besar. Kini, fokus berikutnya adalah memperluas penggunaan aset tersebut untuk transfer global, perdagangan, jaminan aset, dan penyelesaian transaksi.
Keamanan Jaringan XRPL Menjadi Prioritas Utama
Sebelum menghadirkan XRP Ledger 3.3.0, tim pengembang juga memperkuat keamanan jaringan melalui versi 3.2.1. Pembaruan tersebut menangani masalah manifest flood yang muncul pada 31 Juli 2026.
Masalah tersebut berkaitan dengan node yang sebelumnya menerima, menyimpan, dan menyebarkan jumlah manifest tanpa batas dari validator yang tidak dikenal. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap sumber daya jaringan.
Karena itu, versi 3.2.1 menghadirkan empat pembatas keamanan. Pertama, sistem menerapkan batas ukuran untuk setiap manifest sehingga data yang terlalu besar akan langsung ditolak.
Kedua, jaringan membatasi jumlah manifest masuk. Jika jumlah data melebihi batas tertentu, sistem akan membuang data tersebut tanpa memutus koneksi antar-peer.
Ketiga, sistem membatasi jumlah manifest keluar ketika node baru bergabung. Keempat, cache manifest hanya menyimpan maksimal 100 kunci tidak dikenal sehingga jaringan dapat menolak data baru setelah mencapai batas tersebut.
Dengan kombinasi peningkatan keamanan dan fitur institusional baru, XRP Ledger menunjukkan arah pengembangan yang semakin fokus pada kebutuhan dunia keuangan.























