Hariankripto – Regulator perbankan Amerika Serikat kembali membuka pintu yang lebih lebar bagi industri aset digital. Office of the Comptroller of the Currency atau dengan sebutan OCC menegaskan bahwa perusahaan yang menjalankan aktivitas aset digital secara legal harus memiliki jalur untuk mengajukan charter bank nasional.
Pernyataan tersebut muncul pada 11 Agustus 2026. OCC juga menilai kehadiran pemain baru dapat meningkatkan persaingan, mendorong inovasi, dan memperluas pilihan konsumen dalam sistem perbankan AS.
JUST IN: 🇺🇸 US regulator OCC approves Bitcoin and crypto firms to become national banks.
— Bitcoin Magazine (@BitcoinMagazine) August 12, 2026
"America and the OCC are once again open for business." pic.twitter.com/p6ig74pLYD
Namun, kabar ini tidak berarti OCC langsung mengizinkan seluruh perusahaan Bitcoin atau kripto menjadi bank nasional. Setiap perusahaan tetap harus mengajukan permohonan dan memenuhi persyaratan regulator. Selain itu, national trust bank tidak sama dengan bank komersial penuh yang menawarkan seluruh layanan perbankan kepada masyarakat.
Perubahan pendekatan ini tetap membawa dampak besar bagi industri kripto. Pasalnya, perusahaan aset digital kini memiliki jalur federal yang semakin jelas untuk mengembangkan layanan kustodian dan aktivitas keuangan lain yang sesuai dengan izin mereka.
OCC Membuka Akses Lebih Luas bagi Industri Kripto Di AS
Comptroller of the Currency Jonathan Gould menegaskan bahwa perusahaan yang menjalankan aktivitas legal, termasuk bisnis aset digital dan teknologi baru, harus memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari sistem perbankan nasional.
Could Crypto Firms Finally Get a U.S. Banking Path?
— BSCN (@BSCNews) August 12, 2026
OCC Comptroller Jonathan Gould says digital asset firms should have a path to national bank charters.
He said legally permissible businesses involving digital assets should be eligible to apply.
The OCC says it has received… pic.twitter.com/O6VGkRQdZH
OCC juga mempercepat proses pembentukan bank baru atau de novo chartering. Dalam 18 bulan terakhir, regulator tersebut menerima 40 aplikasi de novo. Jumlah itu mencakup permohonan national trust bank. OCC bahkan mengambil keputusan atas banyak aplikasi lengkap dalam waktu sekitar 120 hari.
Angka tersebut menunjukkan perubahan signifikan. Sebelumnya, aktivitas pembentukan bank baru menurun selama lebih dari satu dekade. Kini, OCC ingin menarik kembali pemain baru agar mereka meningkatkan kompetisi dalam industri keuangan.
Selain itu, OCC menyampaikan pesan serupa melalui akun X resminya. Regulator tersebut menyebut pemain baru sebagai unsur penting dalam mendorong kompetisi dan inovasi. OCC juga mendukung langkah Federal Deposit Insurance Corporation atau FDIC yang memperbarui proses peninjauan permohonan asuransi simpanan.
Perubahan kebijakan ini langsung menarik perhatian industri kripto. Sebab, perusahaan aset digital tidak lagi hanya mengandalkan kombinasi izin tingkat negara bagian untuk membangun beberapa jenis layanan keuangan.
Sebagai bukti, OCC saat ini masih mencatat berbagai aplikasi terkait aset digital. Daftar tersebut mencakup perusahaan yang ingin menawarkan produk atau layanan kripto melalui struktur yang berada dalam pengawasan federal.
Ripple Bakal Mendapat Jalur Federal yang Semakin Kuat
Ripple bakal menjadi salah satu perusahaan yang paling mendapat perhatian setelah perubahan sikap OCC.
Pada 12 Desember 2025, OCC memberi persetujuan bersyarat kepada Ripple untuk mendirikan Ripple National Trust Bank. Pada hari yang sama, regulator juga memberi persetujuan bersyarat kepada First National Digital Currency Bank milik Circle. Selain itu, OCC menyetujui secara bersyarat konversi BitGo, Fidelity Digital Assets, dan Paxos menjadi national trust bank.
Status tersebut penting bagi Ripple karena perusahaan dapat membangun infrastruktur keuangan dalam kerangka pengawasan federal setelah memenuhi seluruh persyaratan lanjutan OCC.
Namun, investor perlu membedakan persetujuan charter Ripple dengan status XRP. OCC tidak memberi persetujuan terhadap XRP sebagai aset investasi. Regulator tersebut juga tidak otomatis mengesahkan seluruh teknologi Ripple. Sebaliknya, OCC menilai badan usaha perbankan yang Ripple ajukan beserta aktivitas yang tercakup dalam charter tersebut.
Meskipun demikian, perkembangan ini memberikan Ripple jalur institusional tambahan di Amerika Serikat. Jika proses legislasi aset digital berjalan lambat, Ripple tetap dapat memperluas sebagian infrastrukturnya melalui kerangka regulasi perbankan yang sudah tersedia.
Karena itu, komunitas XRP menyambut perkembangan OCC dengan antusias. Penggemar XRP Kenny Nguyen bahkan menilai persetujuan berikutnya untuk lisensi Ripple National Trust Bank menjadi perkembangan yang patut diperhatikan.
Namun, persetujuan bersyarat belum sama dengan izin final untuk memulai seluruh kegiatan operasional. Ripple tetap harus memenuhi ketentuan OCC sebelum bank tersebut dapat menjalankan bisnis sesuai charter secara penuh. OCC menerapkan prinsip yang sama ketika menilai aplikasi perusahaan lain.
Dengan demikian, perkembangan regulasi ini lebih tepat menggambarkan peningkatan akses Ripple terhadap sistem keuangan federal daripada persetujuan menyeluruh terhadap XRP.
Bank Tradisional Mulai Menghadapi Tekanan Baru
Sikap OCC tidak mendapat dukungan dari seluruh industri keuangan.
Independent Community Bankers of America atau ICBA meminta OCC menolak permohonan national trust bank milik Coinbase pada November 2025. ICBA mempertanyakan aspek hukum, pengelolaan risiko, struktur pengawasan, serta cakupan aktivitas yang ingin Coinbase jalankan melalui charter tersebut.
American Bankers Association atau ABA juga meminta OCC menerapkan perlindungan yang lebih kuat dan aturan yang lebih jelas. Pada Februari 2026, organisasi tersebut menyoroti kebutuhan terhadap standar keamanan, transparansi, serta mekanisme penanganan kegagalan perusahaan yang memadai.
Persaingan stablecoin ikut memperbesar ketegangan tersebut. Perusahaan kripto ingin menawarkan berbagai manfaat kepada pengguna stablecoin. Sementara itu, bank tradisional khawatir model tersebut dapat menarik dana keluar dari produk simpanan perbankan.
Oleh karena itu, perdebatan mengenai charter kripto tidak hanya membahas teknologi blockchain. Perdebatan tersebut juga menyentuh persaingan langsung antara perusahaan aset digital dan lembaga keuangan tradisional.
OCC tampaknya tetap mempertahankan arah kebijakannya. Regulator tersebut ingin mendorong pembentukan bank baru sekaligus menjaga ketahanan sistem perbankan federal. Bahkan, OCC secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat dan lembaganya kembali membuka ruang bagi bisnis baru.






















