Hariankripto – Bitcoin kembali mengguncang pasar kripto setelah harganya turun di bawah 61500 dolar pada Senin. Penurunan ini memperpanjang tekanan besar yang sudah menghapus lebih dari 8 persen nilai Bitcoin dalam tujuh hari terakhir.
Kondisi tersebut juga menyeret kapitalisasi pasar kripto ke level yang belum terlihat sejak awal tahun. Banyak investor mulai cemas, terutama karena beberapa aset besar seperti Ethereum, XRP, dan Solana juga ikut melemah.
Namun di tengah suasana pasar kripto yang merah merona, Changpeng Zhao atau CZ muncul dengan pesan singkat yang langsung menarik perhatian komunitas kripto. Pendiri Binance itu menulis di X bahwa Bitcoin tidak akan mati terlalu lama.
Pesan CZ terasa sederhana, tetapi waktunya sangat kuat. Saat banyak trader panik melihat grafik merah, CZ justru mengingatkan mereka agar tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara emosional.
Bitcoin Masih Bertahan di Area Penting
Bitcoin memang mencetak lower low dan menutup pekan lalu dengan candle mingguan terendah sejak paruh kedua 2024. Namun, indikator RSI mingguan justru menunjukkan higher low.
Pola ini penting karena pasar pernah melihat kondisi serupa sebelum Bitcoin pulih dari dasar bear market 2022. Dengan kata lain, harga memang turun, tetapi momentum tidak melemah sedalam pergerakan harga.
Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menjaga area $60.000 sebagai support utama. Selama level ini bertahan, pembeli masih punya ruang untuk mendorong harga kembali naik.
Area resistance terdekat berada di kisaran $65.000 hingga $66.269. Jika Bitcoin berhasil menembus area tersebut, pasar bisa mulai mengincar zona yang lebih besar antara $67.000 hingga $77.000.
Altcoin Ikut Tertekan Namun Pasar Belum Hancur
Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum turun hampir 14 persen dalam tujuh hari dan berada di harga sekitar $1.641. XRP melemah 7 persen ke level $1,13, sementara Solana kehilangan 15 persen dan bergerak di sekitar $64.
Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar kripto sedang berada dalam fase koreksi luas. Meski begitu, data tersebut belum menggambarkan kehancuran total.
Investor besar biasanya memanfaatkan fase seperti ini untuk membaca ulang arah pasar. Mereka tidak hanya melihat harga yang turun, tetapi juga memperhatikan volume, momentum, area support, dan reaksi pembeli di zona penting.
Karena itu, kepanikan berlebihan bisa membuat investor ritel mengambil keputusan buruk. Banyak orang menjual saat harga sudah terlalu rendah, lalu kembali membeli ketika pasar mulai pulih.
Sinyal Pemulihan Mulai Jadi Perhatian
Risiko Bitcoin turun ke bawah $60.000 tetap ada. Pasar kripto selalu bergerak cepat, dan sentimen negatif bisa mempercepat tekanan jual.
Namun untuk jangka pendek, peluang breakdown besar masih dianggap lebih kecil karena sinyal oversold belum sepenuhnya selesai. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $60.000, peluang rebound menuju resistance $65.000 tetap terbuka.
Sebaliknya, jika level $60.000 akhirnya jebol, investor perlu memperhatikan area support berikutnya di kisaran $53.000 hingga $55.000. Zona tersebut bisa menjadi titik penting bagi pembeli untuk kembali masuk.
Pesan CZ menjadi pengingat bahwa Bitcoin sudah berkali-kali menghadapi tekanan besar. Pasar sering terlihat menakutkan saat koreksi terjadi, tetapi sejarah menunjukkan bahwa momen seperti ini juga bisa membuka peluang baru bagi investor yang sabar dan disiplin.
Untuk saat ini, kunci utama ada di level $60.000. Selama Bitcoin mampu mempertahankan area tersebut, narasi pemulihan masih belum hilang dari meja.























