Hariankripto – Hyperbeat memperkenalkan offramp IDR pertama di ekosistem Hyperliquid. Lewat pengumuman resminya di X, pengguna kini bisa mengirim rupiah ke rekening bank di Indonesia dari jalur yang terhubung dengan Hyperliquid. Hyperbeat juga menjelaskan bahwa “Liquid Banking” mereka untuk menghadirkan pembayaran, tabungan, kredit, serta on and off ramp langsung melalui Hyperliquid.
Selamat pagi
— 800.HL (@degennQuant) March 25, 2026
Send $IDR to any Indonesian bank account directly from your Liquid Bank account 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Liquid banking. https://t.co/7lZZBk5a5D
Bagi pengguna Indonesia, fitur ini punya arti yang cukup besar. Selama ini, banyak pengguna DeFi masih mengandalkan exchange terpusat (CEX) untuk mencairkan aset digital ke rupiah. Hyperbeat mencoba mempersingkat proses itu dengan jalur offramp yang lebih dekat ke kebutuhan perbankan lokal. Situs resminya juga menegaskan bahwa Hyperbeat membawa pendekatan self-custody, sehingga pengguna tetap memegang kendali atas asetnya sendiri.
Cara Kerja Fitur Offramp dan Penjelasan Model Hyperbeat
Melalui situs resminya, Hyperbeat memosisikan diri sebagai platform yang terhubung dengan dompet digital pengguna. Hyperbeat juga tidak sebagai pihak yang menyimpan dana seperti bank atau CEX. Terms of Use Hyperbeat menyatakan bahwa pengguna bertanggung jawab atas dompet digital dan private key pengguna. Hyperbeat juga menulis bahwa mereka tidak sebagai financial institution, centralised exchange, broker, atau fund management platform.
Dokumentasi “Liquid Banking” memperjelas arah produknya. Hyperbeat menyebut Hyperliquid sebelumnya belum menawarkan cara native untuk membelanjakan hasil trading, menyimpan saldo berbunga, atau melakukan offramp langsung dari lingkungan trading. Karena itu, mereka membangun sistem modular on-chain untuk menghadirkan akun, pembayaran, kredit, tabungan, trading, dan on/off ramps tanpa perantara tradisional.
Ketika Hyperbeat memperkenalkan offramp IDR, tidak sedikit dari pegiat kripto di Indonesia merasa antusias terhadap pengumuman tersebut, namun sebagian menanyakan bagaiman penerapan regulasi dan cara kerjanya. Cofounder Hyperbeat, Kilian Boshoff menjelaskan tiga poin utama. Kilian menyebut Hyperbeat 100 persen non-custodial dan hanya bertindak sebagai software interface atau protocol.
Ia juga mengatakan offramp IDR ditangani sepenuhnya oleh penyedia pihak ketiga yang berlisensi, termasuk proses KYC, penyelesaian fiat, dan transfer bank. Selain itu, Kilian menilai model ini sebagai pola yang umum dalam DeFi, karena platform non-custodial sering bermitra dengan penyedia on/off ramp berizin untuk menangani di bagian fiat..
Tanggapan Cofounder Hyperbeat dan Isu Legalitas di Indonesia
Mengenai isu legalitas perizinan di Indonesia terkait offramp IDR ini, Co-founder Hyperbeat meresponnya dengan tegas. Killian menyebut Hyperbeat sebagai lapisan teknologi, sedangkan aktivitas fiat yang teregulasi berurusan dengan mitra berlisensi. Dari sudut pandang bisnis dan desain produk, argumen ini masuk akal karena banyak layanan kripto dan DeFi memang memisahkan fungsi protokol dengan fungsi fiat gateway. Namun, klaim “legal dan compliant” tetap tidak otomatis final hanya karena disampaikan oleh pihak internal.
Di Indonesia, bagian aset keuangan digital dan aset kripto berada dalam pengawasan OJK. Bagian transfer dana dan sistem pembayaran berada dalam pengaturan Bank Indonesia. OJK juga menegaskan bahwa setiap layanan aset keuangan digital atau aset kripto perlu memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku. Bank Indonesia menjelaskan bahwa penyelenggara transfer dana adalah bank atau badan usaha berbadan hukum Indonesia bukan bank yang menyelenggarakan kegiatan transfer dana.
Pernyataan Co-founder Hyperbeat ini sebagai posisi resmi dari pihak proyek, bukan sebagai kesimpulan hukum independen. Sampai saat artikel ini rilis, belum ada informasi resmi mengenai tentang siapa nama mitra offramp IDR tersebut.
Melalui fitur Offramp, pengguna Hyperliquid di Indonesia bisa membuat akses dari aset digital ke rupiah menjadi lebih praktis. Dari sisi produk, langkah ini memperluas fungsi Hyperliquid dari sekadar tempat trading on-chain menjadi ekosistem yang lebih dekat dengan kebutuhan transaksi nyata. Dari sisi regulasi, transparansi soal partner dan izin akan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik.






















