Hariankripto – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap temuan malware baru berbahaya yang secara khusus menargetkan dompet kripto dan ekstensi browser, dengan cara menyamar sebagai cheat, mod, dan crack game.
Malware ini diberi nama Stealka, sebuah jenis infostealer yang menargetkan pengguna Microsoft Windows. Menurut laporan Kaspersky, Stealka telah digunakan untuk membajak akun, mencuri aset kripto, hingga memasang crypto miner di komputer korban tanpa disadari.
Yang membuat Stealka berbahaya adalah metode penyamarannya. Malware ini dapat terjadi melalui:

Lebih mengkhawatirkan lagi, malware ini ditemukan tersebar melalui platform yang tampak legitim, seperti GitHub, SourceForge, dan Google Sites. Hal ini membuat banyak pengguna lengah karena menganggap sumber unduhan tersebut aman.
Menurut peneliti Kaspersky Artem Ushkov, pelaku bahkan mulai membuat situs web palsu yang terlihat sangat profesional, kemungkinan dengan bantuan alat berbasis kecerdasan buatan (AI).
Stealka memiliki kemampuan yang luas, namun ancaman terbesarnya terletak pada kemampuannya mencuri data dari browser berbasis Chromium dan Gecko. Artinya, lebih dari 100 browser berpotensi terdampak, termasuk:
Pencurian data dari Stealka biasanya meliputi:
Selain itu, Stealka juga mengincar 115 ekstensi browser, termasuk:
Kaspersky mencatat sedikitnya 80 dompet kripto menjadi target Stealka, di antaranya:
Jika ekstensi ini berhasil diakses, penyerang dapat menguras aset kripto tanpa perlu menembus blockchain secara langsung dan cukup dengan mencuri kredensial dari sisi pengguna.
Ancaman Stealka tidak berhenti di kripto. Malware ini juga menargetkan:
Ini menjadikan Stealka sebagai malware multi-vektor, yang mampu mencuri data lintas aplikasi dan memperluas dampak serangan.
Sebagai langkah pencegahan, pastikan untuk memperhatikan beberapa hal penting ini:
Cloudflare juga memperingati malware berbahaya ini dengan menyebutkan bahwa lebih dari 5% email global mengandung konten berbahaya, dengan mayoritas berupa tautan phishing dan lampiran HTML berbahaya.
Kasus Stealka menunjukkan bahwa ancaman kripto tidak selalu datang dari smart contract atau exchange, tetapi justru dari kebiasaan pengguna sehari-hari, seperti mengunduh cheat game atau software bajakan.
Dalam blockchain, keamanan endpoint (perangkat pengguna) sama pentingnya dengan keamanan blockchain itu sendiri. Sekali akses browser atau ekstensi bocor, aset digital bisa hilang tanpa jejak.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.