Hariankripto – Semakin banyak analis kripto mulai membandingkan XRP dengan internet pada masa awal perkembangannya. Perbandingan ini bukan soal popularitas atau harga, melainkan soal fungsi fundamental. Seperti internet yang mengubah cara informasi berpindah secara global, XRP berpotensi mengubah cara uang dan nilai berpindah lintas sistem keuangan.
Melalui podcastnya di kanal Youtube, Paul Barron bersama Apex Crypto Consulting menyoroti kemiripan antara XRP Ledger dan fondasi teknologi internet di tahun 1990-an.
Dari TCP/IP ke XRP Ledger
Pada awal internet, teknologi inti yang menopangnya adalah TCP/IP. Mayoritas pengguna saat itu tidak memahami cara kerjanya, tetapi protokol ini memungkinkan data dipecah menjadi paket kecil dan dikirim melintasi jaringan yang berbeda. Tanpa TCP/IP, internet modern tidak akan pernah terbentuk.
Menurut Apex Crypto Consulting, Ripple dan XRP Ledger berada pada posisi yang mirip. Fokusnya bukan pada aplikasi konsumen atau spekulasi, melainkan pada mekanisme dasar pemindahan nilai itu sendiri. Inilah yang kemudian disebut sebagai “internet of value.”
XRP sebagai Bridge Asset, Bukan Sekadar Token
Tidak semua rancangan blockchain untuk menjadi infrastruktur pemindahan nilai global. Banyak jaringan lebih menitikberatkan pada smart contract, NFT, atau tokenisasi aset. XRP justru mengambil pendekatan berbeda.
XRP dirancang sebagai bridge asset, yaitu aset perantara yang memungkinkan pertukaran nilai antara:
- Mata uang yang berbeda
- Sistem keuangan yang tidak saling terhubung
- Infrastruktur pembayaran lintas negara
Dengan XRP berada di tengah transaksi, proses transfer dapat terjadi lebih cepat dan dengan biaya jauh lebih rendah daripada sistem keuangan tradisional.
Visi “Internet of Value” Bukan Hal Baru
Apex Crypto Consulting menegaskan bahwa visi ini bukan narasi baru. Ripple telah berbicara secara terbuka tentang pembangunan internet of value selama lebih dari enam tahun.
Bahkan, pendiri Ethereum Vitalik Buterin pernah menyatakan bahwa Ethereum tidak untuk menjadi internet of value, melainkan platform komputasi terdesentralisasi. Pernyataan ini sering menjadi pembeda posisi antara Ethereum dan XRP dalam ekosistem blockchain global.
Seberapa Besar Nilai Jaringan XRP Ini Bisa Tumbuh?
Pertanyaan kunci yang kemudian muncul adalah: jika XRP menjadi tulang punggung penyelesaian nilai global, seberapa besar nilai jaringan tersebut?
Saat ini sulit untuk mengukur nilai dari internet, karena tidak pernah ada pembandingnya. Internet berkembang lambat di awal, adopsi secara luas terjadi pada akhir 1990-an, lalu meledak secara eksponensial. Saat ini, hasil data hanya dalam hitungan menit melampaui produksi data selama bertahun-tahun di era awal web.
Apex Crypto Consulting berpendapat bahwa transfer nilai bisa mengikuti pola yang sama. Ketika pembayaran, perdagangan, dan aktivitas keuangan semakin berpindah ke sistem berbasis blockchain, kebutuhan akan aset perantara yang netral berpotensi meningkat tajam.
Kesimpulan
Perbandingan XRP dengan internet awal bukan klaim harga instan, melainkan analogi infrastruktur. Jika XRP benar-benar berfungsi sebagai lapisan dasar pemindahan nilai global, maka nilai jaringannya akan sangat bergantung pada adopsi nyata, bukan sekadar sentimen pasar.
Seperti internet di tahun 1990-an, dampak sebenarnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi fondasinya sedang dalam masa pembangunan.























