Hariankripto – ETF Bitcoin spot Amerika Serikat kembali mendapat tekanan besar. Dalam tiga hari, dana keluar dari produk ini mencapai lebih dari $490 juta. Arus keluar ini muncul setelah pekan sebelumnya ETF Bitcoin mencatat inflow kuat.
Tekanan jual itu ikut menyeret harga Bitcoin. BTC turun sekitar 3 persen setelah The Fed menahan suku bunga. Bitcoin kemudian diperdagangkan di sekitar $76.344. Perubahan ini membuat pasar lebih waspada. Investor melihat kombinasi antara outflow ETF, kebijakan The Fed, dan ketegangan geopolitik sebagai sinyal risiko baru.
Dana Keluar dari ETF Bitcoin Selama Tiga Hari
ETF Bitcoin spot AS mencatat outflow selama tiga hari berturut-turut. Pada Senin, 27 April, dana keluar mencapai $263,2 juta. Angka ini menjadi penarikan terbesar dalam pekan tersebut.
Pada 28 April, tekanan sedikit mereda. Namun, dana tetap keluar sebesar $89,7 juta. Lalu pada 29 April, ETF Bitcoin kembali mencatat outflow 137,6 juta dolar AS. Fidelity FBTC memimpin arus keluar dengan $191,5 juta. BlackRock IBIT menyusul dengan outflow 166,9 juta dolar AS. Ark Invest ARKB juga mencatat penarikan $73,3 juta.
Kondisi ini berbalik tajam dari tren sebelumnya. ETF Bitcoin sempat mencatat inflow selama sembilan hari beruntun. Total dana masuk dalam periode itu mencapai lebih dari $2,1 miliar .
The Fed Tahan Suku Bunga dan Pasar Kecewa
The Fed kembali menahan suku bunga di kisaran 3,50 persen sampai 3,75 persen pada 29 April 2026. Ini menjadi keputusan ketiga secara beruntun tanpa perubahan suku bunga.
Pasar berharap ada sinyal pemangkasan suku bunga. Namun, Jerome Powell tidak memberi tanda kuat bahwa kebijakan longgar akan datang dalam waktu dekat. Sikap ini membuat investor mengurangi risiko. Bitcoin biasanya lebih sensitif saat ekspektasi suku bunga berubah. Ketika suku bunga tetap tinggi, aset berisiko sering mendapat tekanan. Investor cenderung memilih posisi lebih aman.
Keputusan The Fed juga menunjukkan perpecahan besar di internal bank sentral. Reuters melaporkan keputusan itu menjadi salah satu voting paling terbelah sejak 1992. Kondisi ini menambah ketidakpastian pasar.
Ketegangan Hormuz Tambah Tekanan untuk Bitcoin
Tekanan pasar tidak hanya datang dari The Fed. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga ikut menekan sentimen.Fokus utama berada di Selat Hormuz. Jalur ini sangat penting untuk pasar energi global. Jika jalur tersebut terganggu, harga minyak bisa naik dan inflasi dapat kembali panas.
Laporan terbaru menyebut Donald Trump menolak tawaran Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Ia tetap menekan Iran agar menyetujui kesepakatan yang menjawab kekhawatiran AS soal program nuklir.
Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati. Saat risiko geopolitik meningkat, dana sering keluar dari aset berisiko. Outflow ETF Bitcoin menjadi salah satu tanda bahwa pasar sedang mengurangi eksposur.Bitcoin kini berada di fase penting. Jika outflow ETF berlanjut, tekanan harga bisa tetap kuat. Namun, jika dana kembali masuk, BTC bisa mendapat tenaga baru.























