Hariankripto.id – Bursa keuangan global sedang bergejolak menanti kepemimpinan Federal Reserve selanjutnya. Kevin Hassett, penasihat ekonomi senior untuk Gedung Putih, telah mengisyaratkan kesediaannya untuk memegang tampuk Ketua Federal Reserve, jika Presiden Donald Trump menunjukknya.
Pernyataan ini muncul di tengah ekspektasi pasar yang memuncak terhadap pemotongan suku bunga The Fed yang lebih cepat. Ini sekaligus mengindikasikan bahwa bank sentral mungkin akan mengambil langkah tanggap atas kondisi pasar yang lesu.
Komentar Hassett Sejalan dengan Minat Pasar untuk Pemotongan Suku Bunga Lebih Lanjut
Komentar Kevin Hassett, yang disampaikannya dalam acara “Fox and Friends,” memperkuat spekulasi yang berkembang bahwa ia menjadi kandidat favorit untuk jabatan Ketua The Fed. Jabatan ini akan kosong setelah Jerome Powell akan mengakhiri masa jabatannya tahun depan. Sebuah laporan Reuters mengutip Hassett yang menyatakan ia akan “senang melayani,” memberikan sinyal paling jelas bahwa ia siap menerima peran tersebut jika dinominasikan.
Pernyataan ini muncul di saat tekanan tahun pemilihan terhadap kebijakan moneter semakin meningkat. Pasar prediksi juga semakin menunjukkan pandangan spesifik terhadap arah kebijakan The Fed di tahun 2025. Sentimen pasar kripto juga mulai bergeser, dengan aset seperti Bitcoin bereaksi terhadap ekspektasi baru pelonggaran kebijakan.

Sebuah grafik Kalshi yang melacak ekspektasi pemotongan suku bunga menunjukkan probabilitas 87% untuk tepat tiga kali pemotongan tahun ini. Ini merupakan rekor tertinggi baru. Para trader kini mengonsentrasikan diri pada skenario pelonggaran yang jelas. Bukan lagi pada hasil kebijakan yang tersebar.
Hassett Jadi Favorit Kuat dalam Perebutan Kursi Pimpinan The Fed
Munculnya Hassett sebagai kandidat terdepan untuk kursi Ketua The Fed menambah optimisme pasar. Pasar Kalshi yang terpisah, melacak calon Ketua The Fed berikutnya, menunjukkan Hassett memimpin dengan probabilitas 55%.
Christopher Waller berada di posisi kedua dengan 22%, di posisi ketiga ada Kevin Warsh dengan 12%. Grafik tersebut mengindikasikan bahwa selama beberapa sesi terakhir, peluang Hassett melonjak tajam. Ini menyiratkan bahwa banyak investor lebih memilih Ketua The Fed yang mendukung pemotongan suku bunga yang lebih cepat.
Probabilitas ini menunjukkan bahwa Hassett kini adalah “favorit jelas” untuk posisi tersebut. Reputasinya sebagai pendukung pemotongan suku bunga yang lebih cepat dan kedekatannya dengan pemerintahan Trump sangat menonjol.
Laporan juga menyatakan bahwa prediksi posisi makronya bullish terhadap saham dan kripto. Perkembangan ini menempatkan Hassett di pusat diskusi politik dan keuangan. Jika menjadi ketua Fed AS, ia akan memulai masa jabatannya pada saat inflasi sedang menurun. Meskipun demikian, indikator pertumbuhan ekonomi lainnya masih beragam. Berdasarkan pernyataannya, Kevin Hassett memiliki kecenderungan populer terhadap kebijakan yang berorientasi pertumbuhan. Ini membuatnya menjadi tokoh kunci dalam diskusi mengenai waktu pemotongan suku bunga dan strategi pelonggaran The Fed.

























